Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kalah 4 Kali Beruntun, Suporter Persiraja Tuntut Wakil Presiden Out
Suporter Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL). (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Persiraja Banda Aceh kalah 1-2 dari Sumsel United, menjadi kekalahan keempat beruntun pada awal musim. Suporter meneriakkan “Yudi Out” dan menuntut manajemen menemui mereka.
  • Manajemen Persiraja mengakui bertanggung jawab atas hasil buruk serta meminta suporter memberi kesempatan kepada pelatih baru Muhammad Ridwan untuk mengelola skuad yang tersedia.
  • SKULL meminta klarifikasi langsung mengenai isu kondisi internal klub. Karena bursa transfer telah berakhir, mereka mengajak suporter tetap mendukung pemain dan pelatih demi kebangkitan Persiraja.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Suporter dan penonton Persiraja Banda Aceh melontarkan teriakan “Yudi Out” usai Laskar Rencong takluk dari tim tamu, Sumsel United, 1-2, pada Jumat, 2 Oktober 2026. Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk klub asal ibu kota Aceh tersebut di awal musim.

Pantauan IDN Times, usai laga antara Persiraja melawan Sumsel United berakhir, para suporter tidak langsung bubar. Mereka tetap berdiri di tribun selatan sambil melontarkan teriakan yang meminta Wakil Presiden Persiraja Banda Aceh, Iswahyudi, untuk keluar.

“Yudi out! Yudi out! Yudi kah tubit, Yud!” Begitulah teriakan yang terdengar dari tribun.

Pelatih dan sebagian pemain sempat berupaya menjumpai para suporter. Namun, mereka tetap meminta manajemen Lantak Laju menemui mereka dan mengeluarkan Yudi atau Iswahyudi.

Tidak hanya di tribun selatan, para suporter kemudian berpindah ke pintu masuk VIP Stadion H Dimurthala, Banda Aceh. Di lokasi tersebut, mereka bertemu dengan sejumlah jajaran manajemen Lantak Laju, seperti sekretaris dan manajer.


1. Manajemen Persiraja akui bertanggung jawab

Suporter Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL). (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sekretaris Umum Persiraja Banda Aceh, Rahmat Djailani, mengatakan manajemen akan bertanggung jawab terhadap hasil buruk yang diperoleh Laskar Rencong.

“Sudah pasti kita manajemen bertanggung jawab terhadap hasil jelek Persiraja hari ini. Tentu saja kita tidak berdiam diri,” ucap Rahmat saat menjumpai suporter Persiraja.

Rahmat juga meminta suporter memberikan kesempatan kepada pelatih baru Muhammad Ridwan untuk menangani tim yang ada saat ini.

“Kawan-kawan sekalian, untuk itu, berikan kesempatan kepada Coach Ridwan untuk mengelola yang sudah ada saat ini,” imbuhnya.


2. SKULL minta manajemen beri penjelasan

Persiraja Banda Aceh lawan Sumsel United. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Ketua Suporter Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL), Teuku Iqbal Djohan, mengatakan pihaknya memang telah berkomitmen untuk menemui manajemen apabila Persiraja kembali meraih hasil buruk dalam pertandingan tersebut.

“Sebelum pertandingan memang kita sudah berjanji sama anak-anak SKULL kalau memang hasilnya tidak baik hari ini dan apalagi kalah seperti jelas kalah pada hari ini, kita menemui manajemen,” kata Iqbal, Jumat.

Menurutnya, manajemen harus memberikan klarifikasi terkait berbagai isu yang selama ini beredar di media sosial mengenai kondisi internal Persiraja.

“Manajemen harus menemui kita untuk klarifikasi menjelaskan semua yang isu selama ini tersebar di media sosial, seperti kecurigaan dan sebagainya. Itu kita minta penjelasan dari manajemen kenapa tim bisa seperti ini kondisinya,” ujarnya.

Iqbal mengatakan, berdasarkan penjelasan yang diterima, Persiraja tidak lagi dapat melakukan perubahan pemain karena masa transfer telah berakhir. Karena itu, SKULL meminta suporter tetap memberikan dukungan kepada skuad yang ada dan pelatih baru.

“Soal pemain tadi katanya mereka tidak mungkin lagi bisa ubah karena memang sudah habis masa transfer. Jadi mereka minta kepada kita untuk tetap mendukung pemain yang ada dengan memberi dukungan kepada pelatih baru,” katanya.

“Karena itu yang hanya bisa dilakukan. Sebab untuk membeli pemain baru, mengganti, ataupun membuang pemain tidak bisa lagi. Jadi apa yang ada saat ini kita dukung,” imbuh Iqbal.


3. SKULL sebut teriakan Yudi Out untuk minta kejelasan

Suporter Kutaraja untuk Lantak Laju (SKULL). (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Terkait teriakan “Yudi Out”, Iqbal menjelaskan hal tersebut berkaitan dengan keinginan suporter untuk mendapatkan penjelasan langsung dari Iswahyudi mengenai kondisi manajemen Persiraja.

“Kami butuh penjelasan juga, karena selama ini kan hanya isu di media sosial sedangkan kita tidak tahu apa yang terjadi dalam manajemen. Karena selama ini, manajemen tidak pernah memberitahu informasi ke media maupun umum,” ujar Iqbal.

“Jadi itu hanya isu-isu di media sosial, kita tidak tahu seperti apa. Jadi kita mau dengar juga langsung dari Bos Yudi,” katanya.

Iqbal menegaskan, kedatangan SKULL bukan untuk meninggalkan Persiraja setelah tim mengalami keterpurukan. Menurutnya, suporter justru ingin memberikan dukungan agar Laskar Rencong bisa bangkit.

“Mungkin hari ini kami hanya menyampaikan kegelisahan. Kami hanya perantara. Mungkin ini kegelisahan seluruh pecinta Persiraja,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kembali sejarah SKULL yang berdiri pada 2007 ketika Persiraja mengalami masa sulit.

“Harapan saya khusus untuk SKULL, karena kami berdiri tahun 2007 saat Persiraja terpuruk. Lagi kalah beruntun juga, karena kegelisahan itu kami muncul mendukung Persiraja yang saat itu ditinggalkan pendukungnya,” katanya.

“Jadi hari ini kondisi yang sama, saya berharap anggota SKULL memberi dukungan yang sama seperti dulu, seperti awal berdiri. Jangan saat Persiraja terpuruk malah kita tinggalkan,” imbuh Iqbal.


Curated For You

Editorial Team

Related Article