PSPS Bungkam 2-1 Sumsel United di Jakabaring, Anak Medan Pahlawannya

Pekanbaru, IDN Times - PSPS Pekanbaru akhirnya membungkam Sumsel United dalam laga lanjutan kompetisi Liga 2 Pegadaian Championship musim 2026/2027, Sabtu (26/9/2026). Bermain di markas Laskar Juaro, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Kota Palembang, tim Askar Bertuah berhasil membalikkan keadaan dengan skor 1-2.
Sempat tertinggal 1-0 dibabak pertama, PSPS comeback dibabak kedua dan membalikkan keadaaan dengan 2 gol. Dalam laga itu, gol tunggal Sumsel United dicetak oleh Subhi A. Antonio Gamaroni menyamakan skor 1-1 sebelum anak Medan Natael Siringoringo jadi pahlawan kemenangan lewat gol penentunya.
Dengan kemenangan itu, PSPS membawa pulang 3 poin dan kini menduduki peringkat ketiga klasmen sementara dengan jumlah poin sebanyak 6. Dalam pertandingan itu, pelatih PSPS Akhyar Ilyas sejak awal juga menunjukkan keberanian dengan menurunkan tiga pemain asing sekaligus dalam starting XI.
Luiz Motta dipercaya mengisi posisi bek tengah, Matheus Machado bermain di lini tengah, sedangkan Antonio Gamaroni menjadi ujung tombak.
Dicki Agung kembali dipercaya menjaga gawang PSPS. Ia mendapat perlindungan dari Alfin Tuasalamony, Pramudya, Luiz Motta dan Ihsan Siregar.
Di lini tengah, Matheus Machado dimainkan bersama Vieri Doni dan Reza Kusuma. Sementara Antonio Gamaroni menjadi ujung tombak dengan dukungan Asir Asiz dan Dimas Wicaksono.
1. Dua gol cepat PSPS

Pemain PSPS Pekanbaru saat selebrasi usai mencetak gol ke gawang Sumsel United (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru) Di babak pertama, Sumsel United tampil mengendalikan jalannya pertandingan. Tuan rumah bermain agresif sejak awal dan berhasil membuka keunggulan ketika laga baru berjalan sembilan menit.
Subhi A menjadi pencetak gol Sumsel United yang membuat PSPS harus memasuki ruang ganti dalam kondisi tertinggal 1-0.
Memasuki babak kedua, PSPS menunjukkan perubahan permainan. Lini serang PSPS meningkatkan tekanan dan berusaha mencari celah di pertahanan Sumsel United.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-72. Antonio Gamaroni berhasil mencetak gol usai menyelesaikan umpan matang dari Asir Asiz. Skor berubah menjadi imbang 1-1.
Gol tersebut membuat PSPS semakin percaya diri. Pelatih PSPS Akhyar Ilyas kemudian melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Natael Siringoringo untuk menggantikan Asir Asiz pada menit ke-73.
Keputusan tersebut terbukti efektif. Natael yang baru berada di lapangan selama tiga menit langsung mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-76, Natael Siringoringo mencetak gol sekaligus membawa PSPS berbalik unggul atas Sumsel United. Skor berubah menjadi 1-2.
Dua gol cepat tersebut mengubah jalannya pertandingan. PSPS yang sebelumnya tertinggal justru mampu mengambil alih jalannya pertandingan dan memberikan tekanan kepada Sumsel United.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tidak berubah, 1-2 untuk kemenangan PSPS.
2. Saat turun minum, Akhyar Ilyas ingatkan pemainnya untuk bermain sabar

Pelatih PSPS Pekanbaru Akhyar Ilyas (IDN Times/ dok PSPS Pekanbaru) Usai pertandingan itu, kepada awak media, pelatih PSPS Akhyar Ilyas mengucapkan syukur atas kemenangan tandangnya pada hari ini. Akhyar menilai, laga versus Sumsel United cukup menarik.
Di babak pertama kami kecolongan dengan mudah. Tapi alhamdulillah dibabak kedua kami berhasil membalas dan meraih kemenangan," ucap Akhyar.
Ia menceritakan, pada saat turun minum, Akhyar mengingatkan seluruh pemainnya untuk bermain sabar dan tidak terburu-buru.
"Saat istirahat saya ingatkan semua pemain untuk bermain sabar. Alhamdulillah dibabak kedua kami punya banyak peluang dan berhasil mencetak 2 gol," ceritanya.
3. Sebut wasit berucap kasar ke pemain PSPS, minta PSSI turun tangan

ilustrasi wasit mencatat hukuman (pixabay.com/planet_fox) Dalam laga itu, Akhyar mengomentari kinerja wasit. Menurutnya, ada beberapa keputusan wasit yang dinilainya salah.
"Saya sebenarnya tidak ingin menyinggung kinerja wasit, tapi tadi dilapangan saya melihat ada beberapa terjadi kesalahan dalam mengambil keputusan dari wasit," ujar Akhyar.
Tidak hanya itu, Akhyar juga tidak respect dengan wasit, terlebih dengan wasit Ginanjar. Dimana, saat dilapangan, wasit Ginanjar mengatakan hal-hal kotor kepada pemain PSPS.
"Dan yang paling menyakitkan saya tadi adalah dia (wasit) mengatakan hal-hal kotor kepada pemain saya, dan saya konfirm ke pemain, maaf dia bilang 'anjing' ke pemain. Saya sangat tidak respect sama wasit Ginanjar yang mengatakan seperti itu," terangnya.
Atas hal itu, ia meminta PSSI untuk turun tangan mengatasi hal tersebut.
"Ini butuh perhatian khusus dan serius untuk PSSI. Saya saat itu sedikit melakukan protes dan saya diberi kartu kuning," pungkasnya.
Terkait hal ini, Sekretaris PSPS Muhammad Teza Taufik mengatakan akan melakukan meeting terlebih dahulu dengan pelatih dan pemain tentang ucapan tidak pantas yang dilakukan wasit.
"Apakah ini akan dibawa ke komite wasit dan sebagainya, lihat nanti. Kami panggil dulu pemain dan pelatih yang ada dilokasi untuk mengetahui kronologi sebenarnya," jawabnya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)
















