Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ambisi Pelatih Persiraja Bangkitkan Mental Anak Asuh Hadapi PSIS Semarang
Pelatih Persiraja Banda Aceh, Muhammad Ridwan. (IDN Times/Muhammad Saifullah)
  • Persiraja menghadapi PSIS Semarang pada 9 Oktober 2026 dengan target meraih poin, sementara pelatih M Ridwan ingin memulihkan mental pemain dan memutus tren positif lawan.
  • Usai kalah dari Sumsel United, Persiraja mengintensifkan persiapan, terutama penyelesaian akhir dan kepercayaan diri, agar pemain tampil lepas saat menghadapi tekanan suporter tuan rumah.
  • Persiraja tanpa Faris akibat kartu merah dan Madilesa yang menjalani konsultasi; pemain Wahyu menyatakan tim siap, saling menguatkan, serta meminta doa masyarakat Aceh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Pelatih Persiraja Banda Aceh, M Ridwan, membawa ambisi dan antusias (excited) ke Stadion Jatidiri, Jawa Tengah menghadapi PSIS Semarang. Mengobati mental anak asuh dan memotong tren positif Laskar Mahesa Jenar, menjadi alasan.

Pertemuan antara klub Aceh dan Jawa Tengah dalam laga lanjutan pekan kelima Grup A Championship musim 2026-2027 ini akan berlangsung pada Jumat (9/10/2026) pukul 19.00 WIB.


1. Teror Jatidiri menjadi kekuatan

PSIS Semarang Vs Persiraja Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Pertandingan melawan PSIS juga menjadi momen spesial bagi Ridwan karena untuk pertama kalinya ia menghadapi PSIS dari luar lapangan sebagai pelatih lawan di Stadion Jatidiri.

Meski demikian, mantan pemain sayap Tim Nasional Indonesia ini menegaskan tidak ada sentimen pribadi dalam pertandingan tersebut.

“Saya selalu excited kembali ke Jatidiri bermain di sana. Ini memang momen yang baru pertama kali saya menghadapi PSIS dari luar lapangan, tapi dari dalam lapangan ini bukan momen yang pertama,” kata Ridwan, dalam konferensi pers, Kamis (8/10/2026).

Ridwan mengaku antusias bukan karena faktor emosional dengan PSIS, melainkan karena ingin membawa Persiraja mendapatkan poin.

“Excited saya bagaimana untuk mendapatkan poin. Saya rasa poin yang kita dapatkan di sini, anak-anak punya kapasitas untuk mendapatkan itu,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan ribuan suporter PSIS di Stadion Jatidiri justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi Persiraja untuk tampil tanpa beban.

“Pressure itu ada bukan di PSIS, jadi kita melihatnya ya kita pasti akan bisa bermain dengan nothing to lose tanpa beban. Itu mungkin kemudian kita bisa menampilkan permainan yang terbaik dan mencapai hasil yang maksimal,” ujar Ridwan.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap pelatih PSIS, C Widodo. Ridwan menilai Widodo memiliki strategi yang baik dan mengaku antusias untuk beradu strategi dalam pertandingan tersebut.


2. Persiraja evaluasi finishing

Sesi latihan para pemain Persiraja Banda Aceh di Stadion H Dimurthala, Kota Banda Aceh. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Ridwan memastikan timnya telah melakukan persiapan secara intensif setelah menelan kekalahan dari Sumsel United pada pertandingan sebelumnya.

“Kita sudah melakukan persiapan dengan baik. Pasca pertandingan terakhir melawan Sumsel di kandang, kita sudah melakukan persiapan dengan intens,” kata Ridwan.

Ridwan menyadari PSIS sedang berada dalam tren positif. Namun, kondisi tersebut tidak membuat Persiraja kehilangan keyakinan untuk mencuri poin di kandang lawan.

“Kita tahu juga lawan kita PSIS ada dalam tren yang positif, tapi kita sudah bersiap dengan persiapan yang sangat baik. Insyaallah kita datang ke sini juga dalam upaya untuk bisa mengambil tiga poin,” ujarnya.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Persiraja setelah laga melawan Sumsel United adalah penyelesaian akhir.

Ridwan menilai timnya mampu menciptakan banyak peluang pada pertandingan tersebut, tetapi hanya satu yang berhasil dikonversi menjadi gol.

“Salah satu catatan yang kita perbaiki di lapangan adalah finishing. Pertandingan terakhir kemarin banyak meng-create peluang, tapi hanya satu gol yang bisa kita cetak ke gawang lawan,” ucap Ridwan.

Selain penyelesaian akhir, tim pelatih juga berupaya mengembalikan kepercayaan diri para pemain. Ridwan ingin anak asuhnya tampil lebih lepas dan tidak terbebani hasil pertandingan sebelumnya.

“Kita berharap konfidensi itu muncul terus, kemudian mereka bisa bermain lepas, bermain tanpa beban dan berhasil mengeluarkan kemampuan terbaik mereka,” tuturnya.


3. Faris absen karena kartu merah

ilustrasi kartu merah di laga sepak bola (pexels.com/BOOM)

Persiraja dipastikan tidak tampil dengan kekuatan penuh saat menghadapi PSIS. Faris harus absen setelah menerima kartu merah pada pertandingan melawan Sumsel United.

Selain Faris, Madilesa juga tidak dibawa ke Semarang karena harus menjalani konsultasi.

“Untuk kondisi pemain yang lain alhamdulillah tidak ada. Semua pemain dalam kondisi fit. Cuma kita tidak bisa bermain dengan Faris yang mendapatkan kartu merah di pertandingan melawan Sumsel,” ujar Ridwan.

“Madilesa karena ada konsul yang harusnya dia tidak boleh bermain di pertandingan melawan PSIS, jadi kita tidak bisa bawa Madilesa dan Faris,” sambungnya.


4. Wahyu minta dukungan masyarakat Aceh

Persiraja Banda Aceh lawan Sumsel United. (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Sementara itu, pemain Persiraja, Wahyu, memastikan seluruh pemain dalam kondisi siap menghadapi PSIS.

“Untuk persiapan sendiri teman-teman kondisi sangat baik. Persiapan juga beberapa hari ini saat latihan memberikan taktik yang mungkin bisa menjadi pemutus tren positif PSIS Semarang,” kata Wahyu, dalam konferensi pers.

Ia menegaskan para pemain datang ke Semarang dan bertandang ke Markas Laskar Mahesa Jenar, dengan tekad membawa pulang poin.

“Teman-teman juga di sini membawa tekad dan misi untuk mengambil poin di Semarang,” ujarnya.

Wahyu mengakui kekalahan dari Sumsel United sempat menimbulkan kekecewaan di ruang ganti. Namun, para pemain langsung saling menguatkan untuk menghadapi laga berikutnya.

“Semua pemain di sini juga saling membahu, saling menguatkan buat pertandingan melawan PSIS besok. Saya rasa di beberapa latihan kemarin kami semua juga yakin buat ambil poin di Semarang,” katanya.

Wahyu pun meminta doa dan dukungan masyarakat Aceh agar Persiraja mampu meraih hasil positif di kandang PSIS.

“Untuk pesan dari masyarakat Aceh, mohon doa dan dukungan dari rumah, semoga teman-teman di sini bisa membawa pulang hasil baik untuk Aceh,” ujarnya.


Curated For You

Editorial Team

Related Article