3 Pemain Berdarah Medan yang Bawa Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

- Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 usai mengalahkan Thailand 4-2 melalui adu penalti, setelah skor imbang 2-2 bertahan hingga 120 menit di final GBK.
- Ole Romeny, yang neneknya berasal dari Medan, menyumbang 1 gol dan 4 assist dalam empat laga, menjadi bagian penting lini depan Indonesia.
- Luke Vickery berdarah Medan mencatat 1 gol dan 1 assist, sementara putra Medan Egy Maulana Vikri membuat dua umpan kunci selama turnamen.
Take a Deeper Reads

Medan, IDN Times - Timnas Indonesia akhirnya mencatat sejarah dengan menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda memastikan gelar tersebut setelah mengalahkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2 pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Indonesia sempat bermain imbang 2-2 hingga 120 menit sebelum memastikan kemenangan melalui drama adu penalti. Kevin Diks, Dean James, Elkan Baggott, dan Shayne Pattynama sukses menjalankan tugas sebagai eksekutor. Sementara kiper Emil Audero menggagalkan salah satu penalti Thailand.
Di balik keberhasilan tersebut, ada sejumlah pemain yang memiliki hubungan dengan Medan dan Sumatra Utara. Dua di antaranya memiliki garis keturunan dari Medan, sementara satu lainnya merupakan putra asli Kota Medan.
Berikut tiga pemain yang memiliki kaitan dengan Medan dan ikut membawa Indonesia menjadi juara FIFA ASEAN Cup 2026.
1. Ole Romeny

Ole Romeny selebrasi usai cetak gol lawan China. (IDN Times/Sandy Firdaus) Nama pertama adalah Ole Romeny. Striker kelahiran Nijmegen, Belanda, ini memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir dan tumbuh di Medan.
Romeny pernah menceritakan hubungan keluarganya dengan Medan kepada FIFA. Neneknya disebut tinggal di Medan hingga berusia sekitar 30 tahun sebelum kemudian kembali ke Belanda. Budaya Indonesia, termasuk bahasa, kemudian diwariskan kepada ibu Romeny.
Koneksi tersebut membuat Romeny memiliki ikatan emosional tersendiri dengan Indonesia. Ia bahkan mengaku selalu memikirkan mendiang neneknya setiap kali mengenakan seragam Timnas Indonesia.
Di FIFA ASEAN Cup 2026, Romeny menjadi salah satu bagian dari lini depan skuad asuhan John Herdman. Ole tercatat mengoleksi 1 gol dan 4 assist dari 4 penampilannya.
2. Luke Vickery

gaya rambut Luke Vickery (instagram/ luke.vickery_) Berikutnya ada Luke Vickery, pemain muda yang baru bergabung dengan Timnas Indonesia pada 2026. Vickery lahir di Kailua, Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005. Ia memiliki darah Indonesia dari neneknya, Hetty Nanda, yang lahir di Medan, Sumatra Utara.
Informasi tersebut juga tercatat dalam dokumen resmi Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU) Kementerian Hukum. Dalam proses naturalisasinya, pemerintah menyebut Vickery memiliki hubungan darah Indonesia dari neneknya yang lahir di Medan.
Vickery kemudian resmi menjadi WNI dan memperkuat Timnas Indonesia. Sebelum bergabung dengan Garuda, ia bermain untuk Macarthur FC di kompetisi Australia.
Sebagai pemain sayap, Vickery dikenal memiliki kecepatan dan kemampuan bermain di sejumlah posisi lini depan. Vickery langsung unjuk gigi mencatat satu assist dan satu gol di turnamen FIFA ASEAN Cup. Di turnamen perdananya ini ia langsung membawa timnas juara.
3. Egy Maulana Vikri

Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri. (IDN Times/Sandy Firdaus) Nama ketiga adalah Egy Maulana Vikri. Berbeda dengan Romeny dan Vickery, Egy bukan pemain keturunan Medan karena ia memang lahir di Kota Medan.
Egy lahir di Medan pada 7 Juli 2000. Ia tumbuh di lingkungan sepak bola Kota Medan dan mulai mengasah kemampuan sepak bolanya di SSB Tasbi Medan yang dikelola ayahnya, Syafiruddin.
Perjalanan Egy kemudian membawanya keluar dari Medan hingga berkarier di Eropa. Ia pernah memperkuat Lechia Gdańsk di Polandia, FK Senica dan FC ViOn Zlaté Moravce di Slovakia sebelum kembali bermain di Indonesia.
Di level tim nasional, Egy sudah menjadi bagian dari skuad Indonesia sejak usia muda. Pengalamannya membuat pemain yang kini memperkuat Dewa United tersebut menjadi salah satu nama yang cukup lama berada dalam lingkaran Timnas Indonesia. Performanya bersama Dewa United membuatnya masuk skuat FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski tidak menjadi mencetak gol dan assist, namun nama Egy diperbincangkan karena mencatat dua umpan kunci pada laga kontra Banglandesh dan Thailand di final.

















