Banda Aceh, IDN Times - Yayasan Plan International Indonesia mengungkapkan remaja perempuan menjadi kelompok yang paling rentan setelah bencana hidrometeorologi melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada November 2025.
Selain merasa tidak aman di pengungsian, sebagian dari mereka juga terancam putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarga yang memburuk.
Direktur Eksekutif Plan Indonesia, Dini Widiastuti, mengatakan temuan tersebut merupakan hasil riset Girls in Crisis 2026 yang dilakukan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
“Di tengah krisis, hanya 46,36 persen dari mereka yang merasa aman sepenuhnya. Bahkan, angkanya anjlok, di mana 60 persen remaja perempuan di pengungsian merasa tidak aman,” kata Dini, Senin (29/6/2026).
Riset tersebut melibatkan 110 responden survei dan 94 remaja perempuan berusia 10 hingga 19 tahun di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh; Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara; serta Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
