Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pembangunan BRT Mebidang Dimulai, Warga Keluhkan Akses Penyeberangan Jalan
Suasana pembangunan BRT Mebidang di Jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Pembangunan BRT Metropolitan Mebidang di Jalan Gatot Subroto Medan resmi dimulai, dengan pagar proyek dan banner PT PP sudah terpasang di sepanjang sisi jalan.
  • Warga sekitar mengeluhkan sulitnya akses penyeberangan dan rute harian yang menjadi lebih jauh selama proses konstruksi berlangsung sekitar dua minggu terakhir.
  • Proyek BRT ini ditargetkan mempercepat mobilitas jangka panjang melalui jalur khusus bus dan halte baru, meski sementara menimbulkan ketidaknyamanan bagi pejalan kaki.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sekitar dua minggu

Andri menyebut kondisi sulit menyeberang akibat proyek BRT Mebidang sudah berlangsung sekitar dua minggu. Ia berharap pembangunan segera selesai agar akses pejalan kaki kembali normal.

kini

Pembangunan fisik BRT Metropolitan Mebidang sedang berlangsung di Jalan Jendral Gatot Subroto, Medan Sunggal. Warga mengeluhkan akses penyeberangan yang terganggu dan rute harian yang menjadi lebih jauh.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Mebidang sedang berlangsung di Jalan Jendral Gatot Subroto, Medan Sunggal, dengan pemasangan pagar proyek dan pengerjaan halte serta lajur khusus bus.
  • Who?
    Pekerjaan dilakukan oleh PT PP atas proyek pemerintah pusat dan Pemko Medan. Warga seperti Andri, Mirna, dan Santi terdampak karena akses penyeberangan menjadi lebih sulit.
  • Where?
    Kegiatan pembangunan berada di ruas Jalan Jendral Gatot Subroto, kawasan Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatra Utara.
  • When?
    Kondisi ini telah berlangsung sekitar dua minggu terakhir sejak dimulainya tahap konstruksi BRT Mebidang di lokasi tersebut.
  • Why?
    Proyek BRT Mebidang ditujukan untuk mempercepat mobilitas dan mengurangi kemacetan di wilayah metropolitan Medan dalam jangka panjang.
  • How?
    Pembangunan dilakukan melalui penataan median jalan, pembuatan halte, serta infrastruktur pendukung jalur bus; sementara warga diminta berhati-hati dan mengikuti arahan petugas selama pekerjaan berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Di Medan sekarang lagi dibangun tempat jalan bus besar namanya BRT Mebidang. Jalannya dipagar panjang jadi orang susah nyebrang. Ada kak Andri, kak Mirna, dan kak Santi yang harus jalan mutar jauh kalau mau ke pasar. Mereka capek tapi sabar nunggu supaya nanti bisa naik bus baru yang cepat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meski warga Medan saat ini menghadapi ketidaknyamanan akibat pembangunan BRT Mebidang, proyek ini menunjukkan langkah nyata pemerintah dalam memperbaiki sistem transportasi kota. Dengan fokus pada halte, median, dan jalur khusus bus, upaya ini mencerminkan komitmen untuk menciptakan mobilitas yang lebih cepat dan teratur di kawasan metropolitan Medan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Warga yang melintas di Jalan Jendral Gatot Subroto, Medan Sunggal, kini harus beradaptasi dengan pembangunan fisik BRT Metropolitan Mebidang. Pagar proyek panjang sudah terpasang di sisi jalan, lengkap dengan banner resmi bertuliskan “Pembangunan BRT Metropolitan Mebidang, Medan, Sumatra Utara, Indonesia” yang dikerjakan PT PP.

Proyek ini memang ditujukan untuk mempercepat mobilitas di kawasan metropolitan Medan. Tapi di tahap konstruksi, dampaknya langsung dirasakan pejalan kaki dan pedagang kecil yang setiap hari melintas di ruas tersebut.

1. Akses menyebrang menjadi sulit, warga harus mutar jauh

Suasana pembangunan BRT Mebidang di jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Andri, pengguna jalan kaki yang bekerja di Pasar Sei Kambing, mengaku sangat terganggu dengan adanya proyek.

“Sangat terdampak dan terganggu sekali, orang mau menyebrang payah dan susah. Saya dari sini ingin ke pasar Sei Kambing jadi mutar jauh. Terkadang saya jalan mau beli nasi dan kadang beli barang,” ungkapnya usai membeli nasi bungkus untuk makan siang.

Menurut Andri, kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua minggu. Ia berharap proyek diberi celah untuk pejalan kaki menyeberang agar tidak perlu berjalan kaki lebih jauh dari biasanya.

“Menurut saya sudah lama karena sudah 2 mingguan ini saya jalan kaki agak jauh. Saya berharap proyek ini cepat selesai agar saya tidak jauh untuk jalan kaki,” katanya.

2. Warga sebut rute harian kini jadi lebih panjang

Suasana pembangunan BRT Mebidang di Jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Hal senada disampaikan Mirna, warga Medan yang juga pengguna jalan. Ia menyebut rute hariannya kini jadi lebih panjang.

“Biasanya saya lewat dari sini dekat, sekarang harus mutar agak jauh. Tadinya saya mau ke Pasar Sei Sikambing mau beli pita sprei karena saya jahit. Harapan saya pemerintah segera menyelesaikan pembangunan ini,” ungkap Mirna.

Santi, pengguna jalan lainnya, juga merasakan dampak yang sama. Ia mengaku semakin lelah karena harus berjalan memutar.

“Tidak seperti biasanya, biasanya saya menyebrang sudah sampai jadi semakin sulit, lumayan jauh juga saya jalan gak tahu berapa jarak saya yang ditempuh untuk jalan kaki mutar jalan ini. Terkadang pergi diantar adik terkadang pulang sendiri jalan. Harapannya ini cepat selesai,” tutupnya.

3. Proyek ditargetkan permudah mobilitas jangka panjang

Suasana pembangunan BRT Mebidang di jalan Gatot Subroto Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pembangunan BRT Mebidang di Gatot Subroto saat ini fokus pada pembuatan halte, penataan median jalan, dan infrastruktur pendukung lajur khusus bus. Meski menimbulkan ketidaknyamanan sementara, proyek ini diharapkan menjadi solusi kemacetan di salah satu ruas tersibuk Medan.

Pemerintah pusat dan Pemko Medan sebelumnya menyebut BRT Mebidang akan menyediakan bus berkapasitas besar dengan jalur khusus, sehingga waktu tempuh lebih pasti dibanding angkutan umum biasa.

Selama masa konstruksi, warga diimbau berhati-hati dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Editorial Team