Seorang wanita yang mengenakan masker wajah mengendarai sepeda menembus kabut asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Jembatan Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Rabu (7/10/2026). (AFP/Reina)
Dalam infografis berjudul "Di Balik Kabut Asap Akibat Karhutla, Ada Jantung Janin Yang Tak Bisa Beradaptasi" itu, ia membeberkan empat dampak fatal karhutla, yakni mengancam kesehatan ibu dan janin, meningkatkan risiko jantung bawaan, merusak masa depan generasi kita, serta menghancurkan lingkungan dan kehidupan.
Dia menyebut, selama ini publik hanya fokus pada kerugian ekonomi, jarak pandang, hingga jadwal penerbangan yang kacau. Padahal, ada ancaman sunyi yang jarang dibahas, yaitu cacat jantung bawaan pada bayi dalam kandungan.
"Asap karhutla bukan polusi biasa. Ini adalah sup beracun yang mengandung campuran zat beracun dan partikel halus tingkat tinggi, seperti PM2,5, PM10, NO2, SO2, dan CO," jelasnya.