Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenaikan Harga Plastik Ganggu Bisnis UMKM, Dinilai Jadi Pemicu Inflasi

Kenaikan Harga Plastik Ganggu Bisnis UMKM, Dinilai Jadi Pemicu Inflasi
Sambas Plastik di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Harga plastik kemasan naik hingga 85 persen, dari Rp27 ribu menjadi Rp50 ribu per kg, membuat pelaku UMKM terutama sektor kuliner mulai merasakan tekanan biaya produksi.
  • Pelaku UMKM memilih efisiensi seperti mengurangi kualitas produk atau tenaga kerja karena khawatir kehilangan pembeli jika menaikkan harga jual secara langsung.
  • Kenaikan harga plastik dinilai berpotensi memicu inflasi lebih tinggi dan membebani berbagai sektor usaha, termasuk produsen makanan, minuman, serta akomodasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Medan, IDN Times - Harga plastik untuk kemasan belakangan ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Dari hasil pemantauan dilapangan, informasi terbaru kenaikan harga plastik hingga mencapai 85 persen. Temuan dilapangan harga plastik pembungkus yang awalnya Rp27 ribu naik menjadi Rp50 ribu per kg-nya, dan kontribusi plastik untuk kemasan memang tidak signifikan pada produk UMKM pada umumnya.

Namun, kenaikan harga plastik tetap berpotensial memicu terjadinya kenaikan harga jual di level pedagang. Dari hasil pengamatan langsung di lapangan, sejumlah pelaku UMKM khususnya yang bergerak di bidang kuliner sejauh ini masih mengeluhkan kenaikan harga plastik. Punya rencana untuk menaikkan harga jual produk namun sejauh ini masih belum berani mengeksekusinya.

1. Situasi ini dinilai memaksa pelaku UMKM akan melakukan efisiensi dibandingkan dengan menaikkan harga jual

IMG_20260409_124930.jpg
Sambas Plastik di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin mengatakan alasan utama masih dikarenakan oleh kekhawatiran terjadi penurunan minat pembeli.

Dikarenakan, situasi seperti ini memaksa pelaku UMKM akan melakukan efisiensi dibandingkan dengan menaikkan harga jual. Ada beberapa kemungkinan yang akan dilakukan pedagang, Pertama mengurangi kuantitas atau kualitas barang dagangan, atau yang kedua dengan mengurangi penggunaan tenaga kerja.

"Saya menilai ada hal lain yang harus menjadi fokus perhatian kita semua. Yakni potensi kenaikan harga yang dilakukan seiring dengan kenaikan harga plastic tersebut. Saya ambil contohnya begini, plastik yang alami kenaikan sebanyak 85% tadi itu kenaikannya telah menambah beban harga sekitar 95 hingga 100 Rupiah per Kg," katanya pada Rabu (5/4/2026).

2. Potensi kenaikan harga ini berpeluang menciptakan laju tekanan inflasi yang berlebih

IMG_20260409_125022.jpg
Sambas Plastik di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Namun, menurutnya dilapangan tidak mungkin juga pedagang hanya menaikkan harga sebesar Rp100 Rupiah untuk barang dagangannya. Kalaupun dinaikkan bisa mencapai minimal Rp500 Rupiah, atau bahkan ekstrimnya naik Rp1.000 Rupiah.

"Hal ini dikarenakan faktor kemudahan dalam bertransaksi karena sulit mendapatkan uang recehan. Nah potensi kenaikan harga ini berpeluang menciptakan laju tekanan inflasi yang berlebih dan pada dasarnya tidak perlu terjadi," jelas Gunawan.

3. Ada banyak sektor usaha yang terbebani dengan kenaikan harga plastik

IMG_20260409_124920.jpg
Sambas Plastik di Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sehingga, dampak kenaikan harga plastik terhadap harga jual produk di level produsen tentunya berbeda-beda. Sebagai contoh kenaikan harga plastik terhadap produsen minyak makan atau air minum kemasan tentunya sangat signifikan.

"Ada banyak sektor usaha yang terbebani dengan kenaikan harga plastik, seperti akomodasi makanan dan minuman," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More