Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Imbas Asap Karhutla, Sumut Berlakukan Belajar Daring
Foto udara langit Kota Medan yang diselimuti kabut asap di Sumatera Utara, Rabu (14/10/2026). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa kualitas udara di Kota Medan masuk dalam kategori sedang atau tidak sehat dampak sebaran kabut asap yang menyelimuti wilayah Sumatera Utara. (ANTARA FOTO/Yudi Manar)
  • Sumut mengalihkan pembelajaran SMA, SMK, dan SLB ke sistem daring mulai 16 Oktober 2026 untuk melindungi pelajar dari kabut asap.

  • Bupati dan wali kota diminta memantau mutu udara, menyiapkan langkah tanggap darurat, serta mengedukasi warga tentang perlindungan kesehatan.

  • Pemprov Sumut menguji modifikasi cuaca di Samosir dan berkoordinasi dengan Sumsel untuk mengurangi sebaran asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (15/10/2026)

Bobby menyampaikan instruksi pengalihan pembelajaran dan meminta kepala daerah memantau mutu udara. Pemprov Sumut juga menyampaikan uji coba modifikasi cuaca di Kabupaten Samosir serta komunikasi dengan Sumsel.

Jumat (16/10/2026)

Sekolah SMA, SMK, dan SLB di Sumut mulai melaksanakan pembelajaran jarak jauh dari rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Sekolah mengalihkan pembelajaran SMA, SMK, dan SLB menjadi Pembelajaran Jarak Jauh atau daring karena kabut asap.
  • Who?
    Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution, pelajar, sekolah, bupati, wali kota, dan Pemprov Sumut.
  • Where?
    Wilayah Sumatera Utara, dengan modifikasi cuaca yang telah diuji di Kabupaten Samosir.
  • When?
    Pembelajaran daring dimulai Jumat, 16/10/2026. Instruksi disampaikan Kamis, 15/10/2026.
  • Why?
    Untuk melindungi kesehatan pelajar dari paparan kabut asap dan polusi udara.
  • How?
    Siswa belajar dari rumah, kepala daerah memantau mutu udara, dan Pemprov Sumut menguji modifikasi cuaca serta berkoordinasi dengan Sumsel.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Mulai Jumat, anak SMA, SMK, dan SLB di Sumut belajar dari rumah karena udara tertutup asap. Gubernur Bobby meminta mereka tetap belajar, bukan libur. Bupati dan wali kota harus melihat mutu udara dan mengingatkan warga memakai masker. Pemerintah juga mencoba membuat hujan di Samosir agar asap berkurang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebijakan ini menjaga kegiatan belajar tetap berjalan meski ruang kelas dikosongkan sementara. Pelajar dapat mengikuti jam pelajaran dari rumah, sementara pemerintah daerah memantau mutu udara dan menyampaikan edukasi kesehatan. Upaya modifikasi cuaca serta koordinasi dengan Sumsel juga menunjukkan adanya langkah bersama untuk mengurangi kepekatan kabut asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asahan, IDN Times – Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, meminta sekolah mengalihkan kegiatan belajar menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring mulai Jumat (16/10/2026). Langkah ini diambil untuk melindungi pelajar dari paparan kabut asap yang mulai menyelimuti wilayah Sumut.

Instruksi tersebut disampaikan Bobby usai meluncurkan armada bus perintis gratis untuk pelajar di halaman SMA Negeri 1 Pulau Rakyat, Jalan Dusun II, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Kamis (15/10/2026). Selain mengatur jadwal sekolah, ia meminta seluruh bupati dan wali kota bersiaga memantau mutu udara.

1. Siswa tingkat menengah atas dan sekolah khusus belajar dari rumah

Ilustrasi sekolah online. (Pexels.com/Katerina Holmes)

Aturan belajar dari rumah ini berlaku bagi pelajar di tiga jenjang pendidikan kewenangan provinsi, antara lain; Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dan Sekolah Luar Biasa (SLB). Bobby menjelaskan kebijakan tersebut merupakan tindakan pencegahan agar kesehatan pelajar tidak terdampak polusi asap yang berisiko memicu penyakit. Meski ruang kelas dikosongkan sementara, proses penyampaian materi pelajaran dari guru kepada murid wajib terus berjalan.

Para kepala sekolah dan tenaga pendidik diminta memastikan siswa tetap mengikuti jam pelajaran secara daring dari rumah masing-masing. Pengalihan metode belajar ini diterapkan murni karena alasan keselamatan kesehatan, bukan untuk memberikan hari bebas kepada pelajar.

“Untuk SMA, SMK, dan SLB, mulai besok saya harapkan sudah melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Anak-anak tetap belajar dari rumah, bukan libur, karena kita harus melindungi anak-anak dari paparan kabut asap,” ujar Bobby di Kabupaten Asahan (Kamis, 15/10/2026).

2. Kepala daerah diminta memantau mutu udara dan membagikan edukasi

anak Zaskia Adya Mecca sekolah online karena erupsi Gunung Anak Krakatau (instagram.com/zaskiadyamecca)

Penanganan dampak polusi udara di tingkat lokal juga membutuhkan keterlibatan aktif dari pemerintah kabupaten dan kota di seluruh Sumut. Bobby meminta para bupati serta wali kota merumuskan langkah tanggap darurat yang disesuaikan dengan tingkat kepekatan asap di wilayah masing-masing. Pemantauan indikator mutu udara secara berkala menjadi rujukan utama bagi kepala daerah sebelum mengambil kebijakan lanjutan.

Selain memantau kondisi langit, aparatur pemerintah daerah ditugaskan memberi pemahaman kepada warga mengenai bahaya menghirup partikel asap. Perlindungan ekstra harus diprioritaskan bagi kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan fisik tinggi serta anak-anak.

"Bupati/walikota juga kami harapkan terus memantau perkembangan kondisi udara. Kita imbau juga masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah perlindungan kesehatan dengan menggunakan masker," kata Bobby (Kamis, 15/10/2026).

3. Pemerintah provinsi menguji modifikasi cuaca di Kabupaten Samosir

Sekolah daring di masa pandemik (DOk. IDN Times)

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut turut menyiapkan intervensi teknis di lapangan guna mempercepat hilangnya kabut asap. Salah satu metode yang telah diuji coba adalah rekayasa atau modifikasi cuaca guna memancing turunnya hujan. Operasi tersebut sudah mulai dijalankan di kawasan Kabupaten Samosir.

Pelaksanaan modifikasi cuaca ini rencananya diperluas menuju sejumlah kabupaten dan kota lain yang turut terdampak sebaran asap.

"Kita telah mencoba modifikasi cuaca di wilayah Kabupaten Samosir dan direncanakan untuk dilanjutkan di daerah lain," ungkap Bobby (Kamis, 15/10/2026).

Langkah pembasahan daratan lewat hujan buatan ini ditempuh untuk menekan kepekatan asap di udara.

Di samping intervensi cuaca lokal, Pemprov Sumut menjalin komunikasi lintas wilayah dengan jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Pembahasan antardaerah ini berfokus pada langkah penanggulangan kabut asap serta rencana pemakaian perangkat teknologi peredam polusi.

"Kita juga bersinergi dengan Provinsi Sumsel terkait pemanfaatan teknologi pendukung pengurangan asap," jelas Bobby (Kamis, 15/10/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article