Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dampak Asap Karhutla, Kasus ISPA di Riau Melonjak Menjadi 35.910
Tim Satgas Udara saat membom air di daerah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan (IDN Times/ istimewa)
  • Dinas Kesehatan Riau mencatat 35.910 kasus ISPA pada 19 Agustus-17 Oktober 2026, di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
  • Pekanbaru mencatat kasus ISPA tertinggi dengan 10.020 kasus, disusul Kampar 4.830 kasus, Bengkalis 4.382 kasus, dan Siak 3.675 kasus.
  • Dinkes Riau mengimbau penggunaan masker penyaring polutan, terutama bagi kelompok rentan, serta meminta faskes memantau dan melaporkan penyakit terkait paparan asap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pekanbaru, IDN Times - Kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) terus meningkat di Provinsi Riau. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan Provinsi Riau, kasus ISPA saat ini tercatat sebanyak 35.910.

Puluhan ribu kasus itu, terhitung sejak bulan Agustus hingga saat ini. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli, Minggu (18/10/2026).

"Berdasarkan hasil rekapitulasi kami, terhitung 19 Agustus sampai 17 Oktober, terdapat total 35.910 kasus ISPA di Riau," kata Zulkifli.

Diketahui, puluhan ribu kasus ISPA tersebut tersebar di kabupaten/ kota Bumi Lancang Kuning.

Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), membuat kasus ISPA terus bertambah. Meskipun begitu, tak semua kasus diakibatkan asap Karhutla yang saat ini tengah menyelimuti Provinsi Riau.

"Namun, puluhan ribu kasus ini bukan semuanya karena dampak Karhutla. Tetapi ada juga sudah termasuk pasien yang kontrol atau berobat ulang," sebut Zulkifli.

1. Pekanbaru menjadi kota yang paling banyak kasus ISPA

Foto ini diambil dari Jembatan Siak IV mengarah ke Jalan Jendral sudirman. Terlihat kabut asap mengganggu jarak pandang pengguna jalan (IDN Times/ Fanny Rizano)

Lebih lanjut Zulkifli menerangkan, Kota Pekanbaru menjadi daerah yang paling banyak menangani kasus ISPA. Total kasus ISPA di ibu kota Provinsi Riau sebanyak 10.020.

"Untuk di Pekanbaru, saat ini ada 10.020 kasus (ISPA). Pekanbaru paling banyak menangani kasus ISPA, dibandingkan kabupaten atau kota lainnya," terangnya.

2. Ini jumlah kasus ISPA di daerah lainnya

Ilustrasi ISPA. IDN Times/ istimewa

Berdasarkan data yang diterima IDN Times, setelah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar berada di peringkat kedua dengan jumlah kasus ISPA terbanyak. Berikut ini jumlah kasus ISPA di kabupaten/ kota Provinsi Riau.

  • Kabupaten Kampar 4.830 kasus

  • Kabupaten Bengkalis 4.382 kasus

  • Kabupaten Siak 3.675 kasus

  • Kota Dumai 3.413 kasus

  • Kabupaten  Pelalawan 2.227 kasus

  • Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) 1.810 kasus

  • Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) 1.355 kasus

  • Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) 987 kasus

  • Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) 311 kasus

  • Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 84 kasus

3. Tingkatkan perlindungan kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Zulkifli (IDN Times/ istimewa)

Kualitas udara yang masih buruk akibat kabut asap Karhutla, menjadi perhatian khusus bagi Dinas Kesehatan Provinsi Riau. Atas hal itu, Zulkifli mengimbau masyarakat, untuk terus meningkatkan perlindungan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta orang memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

"Kami mengimbau masyarakat menerapkan langkah perlindungan kesehatan dan menggunakan masker yang mampu menyaring polutan udara saat diperlukan," imbaunya.

Disamping itu, tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Faskes) juga diminta memantau dan segera melaporkan kasus penyakit yang berpotensi berkaitan dengan paparan asap kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Adapun penyakit yang perlu dipantau yakni, ISPA, pneumonia, iritasi mata, iritasi kulit dan asma.

Pemantauan tersebut bertujuan, untuk membantu pemerintah daerah mengetahui perkembangan kasus dan mengambil langkah penanganan kesehatan sesuai kebutuhan masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article