Medan, IDN Times — Brain fog, istilah yang akhir-akhir ini makin populer di sejumlah kalangan masyarakat. Sebab, telah mengacu kepada kekacauan kognitif yang bikin sulit berpikir, lupa, dan susah fokus. Kondisi ini jelas berpengaruh pada produktivitas dan kehidupan sehari-hari.
“Brain fog jadi indikator awal adanya gangguan otak dari spektrum ringan hingga berat. Bisa jadi gejala awal stroke (lebih dari 20% kasus usia dibawah usia 40 tahun) atau Alzheimer,” kata Irna Minauli, Psikolog, pada IDN Times.
Irna menjelaskan, brain fog bukan sekadar “lemot” biasa. Ini tanda serius yang perlu diwaspadai, terutama jika disertai gejala lain seperti sering lupa arah, kesulitan mengingat nama orang, atau sulit menyelesaikan tugas sederhana.
“Jangan anggap remeh, karena dampaknya bisa mengganggu karier, hubungan sosial, bahkan kesehatan mental. Bayangkan, Anda lupa deadline proyek penting atau lupa janji dengan teman dekat,” tambahnya.
