Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bayi 8 Bulan di Labura Meninggal, Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual
Ilustrasi jenazah. (IDN Times/Mia Amalia)
  • Polisi menyelidiki kematian tidak wajar bayi perempuan berusia delapan bulan di Labura.

  • Bayi meninggal setelah menjalani perawatan dan dokter menemukan luka yang diduga berkaitan dengan kekerasan seksual.

  • Polisi menelusuri lingkungan tempat bayi biasa dititipkan serta menunggu hasil visum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kamis (1/10/2026)

Kedua orangtua membawa bayi ke Rumah Sakit Swasta Al Azis, Rantau Prapat, untuk diperiksa karena mual dan diare. Bayi kemudian dirujuk ke RSUD Rantau Prapat.

Sabtu (3/10/2026)

Bayi meninggal dunia saat menjalani perawatan di RSUD Rantau Prapat.

Rabu (7/10/2026)

AKP Aswin Irwan menyampaikan bahwa polisi masih menyelidiki kasus tersebut dan menunggu hasil visum.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Polisi menyelidiki kematian tidak wajar bayi perempuan berusia delapan bulan setelah ditemukan luka saat pemeriksaan.
  • Who?
    Bayi perempuan berusia delapan bulan, orangtuanya, LPA Rantau Prapat, dan Polres Labura terlibat dalam penanganan kasus ini.
  • Where?
    Peristiwa penanganan medis berlangsung di Rumah Sakit Swasta Al Azis dan RSUD Rantau Prapat, Labuhanbatu Utara.
  • When?
    Bayi dibawa ke rumah sakit pada Kamis (1/10/2026) dan meninggal pada Sabtu (3/10/2026).
  • Why?
    Bayi dibawa untuk diperiksa karena mengalami mual dan diare. Penyebab luka dan kematiannya hingga saat ini belum ada kepastian.
  • How?
    Polisi mendatangi rumah sakit, menerima laporan orangtua, menelusuri lingkungan tempat bayi dititipkan, dan menunggu hasil visum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bayi perempuan berumur delapan bulan dibawa orangtuanya ke rumah sakit karena mual dan diare. Dokter menemukan luka, lalu bayi dirawat di rumah sakit lain. Bayi itu meninggal pada Sabtu. Polisi memeriksa kejadian ini dan mencari tahu apa yang terjadi sebelum bayi dibawa ke rumah sakit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penanganan kasus melibatkan pemeriksaan medis, kepolisian, dan Lembaga Perlindungan Anak. Langkah tersebut menunjukkan adanya upaya untuk menelusuri kondisi bayi secara lebih menyeluruh. Polisi juga menunggu hasil visum sebelum memastikan penyebab luka maupun kematian, sehingga proses penyelidikan tetap didasarkan pada pemeriksaan yang diperlukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Labuhanbatu Utara, IDN Times - Polisi menyelidiki kematian tidak wajar bayi perempuan berusia delapan bulan di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara.

Bayi tersebut meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Rantau Prapat, Sabtu (3/10/2026), setelah dokter menemukan luka pada area kelamin dan anus yang diduga berkaitan dengan kekerasan seksual.

1. Luka pada bayi ditemukan saat diperiksa karena mual dan diare

ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Irma Yudistirani)

Kasi Humas Polres Labura AKP Aswin Irwan mengatakan kasus ini bermula ketika kedua orangtua membawa bayi tersebut ke Rumah Sakit Swasta Al Azis, Rantau Prapat, Kamis (1/10/2026). Orangtua membawa anaknya untuk mendapat pemeriksaan karena mengalami mual dan diare.

"Tapi saat menjalani proses pemeriksaan dokter diketahui bawa kelamin anak stersebut dubur dan anusnya bayi itu koyak, jadi untuk penanganan lebih lanjut dirujuk ke Rumah Sakit Umum Rantau Prapat,'' ujar Aswin kepada awak media, Rabu (7/10/2026).

Bayi kemudian menjalani perawatan di RSUD Rantau Prapat. Dua hari setelah dibawa ke rumah sakit, korban meninggal dunia pada Sabtu (3/10/2026).

2. Orangtua membuat laporan setelah polisi datang ke rumah sakit

Ilustrasi rumah sakit (IDN Times/Arief Rahmat)

Informasi mengenai kondisi bayi tersebut kemudian diketahui Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Rantau Prapat. Lembaga itu selanjutnya menghubungi kepolisian terkait kondisi yang dialami korban.

Polisi kemudian mendatangi RSUD Rantau Prapat. Menurut Aswin, orangtua korban baru membuat laporan setelah petugas tiba di rumah sakit.

Polisi belum menyimpulkan penyebab luka maupun kematian bayi tersebut. Dugaan kekerasan seksual masih dalam tahap penyelidikan dan belum ditetapkan sebagai penyebab pasti.

3. Polisi telusuri lingkungan tempat bayi biasa dititipkan

ilustrasi penyelidikan (IDN Times/Aditya Pratama)

Aswin mengatakan penyidik juga menelusuri aktivitas korban sebelum dibawa ke rumah sakit. Berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, bayi tersebut kerap dititipkan kepada neneknya saat kedua orangtuanya bekerja.

"Ini masih dalam penyelidikan, karena orangtua juga lagi kerja, bayi itu juga selalu dititipkan ke rumah neneknya, neneknya itu tinggal sama tiga anaknya yang usianya sudah kepala tiga, 2 perempuan, 1 laki laki baru ada satu cucu neneknya,'' ujarnya.

Polisi masih menunggu hasil visum untuk memastikan kondisi luka yang dialami korban. "Untuk perkembangan lebih lanjut nanti kami informasikan," tutup Aswin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article