Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Asap Masih Bertahan di Sumut, Jarak Pandang Sisa 1-3 Km
Potret Kota Medan dari kawasan Jalan Kapten Muslim, Kecamatan Helvetia, diselimuti kabut asap, Rabu (14/10/2026). (Mahdiyyah Ardhina for IDN Times)

Medan, IDN Times – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan mendeteksi sebaran asap menyelimuti seluruh wilayah Sumatera Utara pada Jumat (16/10/2026) pukul 10.00 WIB. Kondisi ini memangkas jarak pandang hingga tersisa 1 sampai 3 kilometer.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan mengenakan masker yang sesuai (Jumat, 16/10/2026). Ia juga meminta kepala daerah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga.

Hendro Nugroho memaparkan bahwa berdasarkan data pemantauan kualitas udara per Jumat (16/10/2026), kondisi udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara terpantau berada dalam kategori sedang (Jumat, 16/10/2026).

“Dampak dari sebaran kabut asap tersebut langsung memicu penurunan visibilitas secara signifikan di ruang terbuka,” ujar Hendro.

Penurunan jarak pandang ini terekam jelas oleh tiga stasiun pengamatan resmi milik BMKG pada pukul 10.00 WIB. Stasiun Meteorologi Kualanamu, Stasiun Meteorologi Aek Godang, dan Stasiun Meteorologi Silangit mencatat jarak pandang merosot drastis berkisar antara 1 hingga 3 kilometer. Fenomena gangguan visibilitas ini diprakirakan masih akan terus berlangsung hingga tiga hari ke depan.

Mengingat jarak pandang yang terbatas, warga yang berkendara diimbau meningkatkan kewaspadaan di jalan raya. “Pengemudi diminta mengurangi kecepatan, menjaga jarak aman antarkendaraan, serta menyalakan lampu kendaraan sesuai kebutuhan. Warga juga diingatkan untuk membatasi aktivitas luar ruangan saat kualitas udara memburuk,” ujarnya.

BBMKG Wilayah I Medan mencatat sebaran asap yang menutupi wilayah Sumatera Utara tidak terlepas dari faktor dinamika udara regional. Berdasarkan analisis arah angin pada tanggal 16 Oktober 2026, hembusan angin terpantau bergerak konsisten dari arah timur hingga tenggara menuju barat laut dan utara (Jumat, 16/10/2026).

Pola pergerakan angin tersebut mengindikasikan bahwa kabut asap di Sumatera Utara berpotensi merupakan asap kiriman. Polusi udara ini diduga berasal dari wilayah Sumatera bagian selatan serta daratan Kalimantan yang terbawa oleh aliran massa udara.

Di tengah sebaran asap yang meluas, hasil pemantauan citra satelit dalam 24 jam terakhir memperlihatkan kemunculan titik panas di daratan Sumatera Utara (Jumat, 16/10/2026). Berdasarkan data per 15 Oktober 2026, tercatat ada dua panas dengan kategori sedang yang terpantau di dua kabupaten. Titik-titik api tersebut berada di wilayah Kabupaten Asahan dan Kabupaten Padang Lawas Utara.

“Pemerintah kabupaten dan kota diminta berkoordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), unsur TNI, serta Polri di wilayah masing-masing. Langkah sinergi ini bertujuan untuk menekan dampak buruk sebaran asap terhadap kesehatan masyarakat,” katanya.

BBMKG Wilayah I Medan membuka layanan informasi cuaca dan iklim bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan situasi terkini. Warga dapat mengakses akun media sosial resmi @infobmkgsumut atau menghubungi pusat layanan telepon di nomor 082168043653. Informasi lanjutan juga dapat dikonfirmasi melalui surat elektronik di alamat bbmkg1@bmkg.go.id.

Curated For You

Editorial Team

Related Article