Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tabloid Indonesia Barokah Beredar di Jawa, Sumut Masih Aman

Tabloid Indonesia Barokah Beredar di Jawa, Sumut Masih Aman
IDN Times/Fitria Madia
Share Article

Jakarta, IDN Times - Keberadaan Tabloid Indonesia Barokah bikin heboh. Ribuan eksemplar media ini sudah beredar di Pulau Jawa. 

Teranyar, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyatakan Tabloid Indonesia Barokah telah beredar di sejumlah kecamatan di sekitar Purwakarta.

"Dari penyisiran yang kami lakukan, tabloid itu sudah tersebar di sejumlah kecamatan, sasarannya 140 masjid dan pondok pesantren," kata Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Purwakarta Oyang Este Binos, di Purwakarta, seperti dilansir kantor berita Antara, Minggu (27/1).

1. Setiap pesantren menerima tiga hingga lima eksemplar

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

Oyang mengatakan ratusan masjid dan pondok pesantren yang tersebar di sekitar Purwakarta itu masing-masing menerima tiga hingga lima eksemplar tabloid Indonesia Barokah.

Tabloid tersebut di antaranya tersebar di Kecamatan Pondoksalam, Tegalwaru, Plered, Darangdan, Jatiluhur, Sukasari, dan Kecamatan Maniis.

Kendati, Oyang menyatakan, tidak menutup kemungkinan kecamatan lainnya juga terdapat sebaran tabloid itu. Tapi secara pasti belum terinventarisasi oleh petugas pengawas pemilu tingkat kecamatan setempat.

2. Timses Jokowi-Ma'ruf Jabar mengimbau masyarakat abaikan isi tabloid Indonesia Barokah

ANTARA Foto/Ampelsa
ANTARA Foto/Ampelsa

Sementara, Ketua Tim Kampanye Joko 'Jokowi' Widodo-Ma'ruf Amin Daerah Jawa Barat Dedi Mulyadi angkat bicara terkait beredarnya tabloid Indonesia Barokah di wilayah Jawa Barat, yang diduga melanggar kampanye berupa penyebaran hoaks di tengah masa kampanye Pilpres 2019.

Dedi mengimbau masyarakat, khususnya pendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 01, agar mengabaikan isi tabloid Indonesia Barokah.

"Masyarakat Indonesia itu sudah berakal sehat. Tabloid Indonesia Barokah itu hanya bagian dari kegaduhan yang tidak perlu tanggapi serius," kata dia.

Pada kesempatan berbeda, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Abdul Kadir Karding, memastikan tabloid Indonesia Barokah tidak ada hubungan dengan TKN, apalagi mengendalikannya.
   
"Karena itu di luar kontrol, di luar kendali kita. Oleh karena itu kami merasa tidak diuntungkan, juga tidak dirugikan," kata Karding dilansir dari kantor berita Antara, Sabtu (26/1).

3. Tabloid Indonesia Barokah beredar di Jawa Tengah

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

Tabloid Indonesia Barokah juga sebelumnya beredar di tiga kabupaten eks Keresidenan Pati, Jawa Tengah, dengan sasaran penyebaran di masjid dan pondok pesantren.

Ketua Bawaslu Grobogan Fitria Nita Witanti membenarkan, ada temuan tabloid tersebut hingga wilayah Grobogan.

Hasil pendataan sementara, kata dia, terdapat 1.100 amplop berisi Tabloid Indonesia Barokah yang hendak dikirim ke sejumlah masjid dan pondok pesantren.

Salah satu amplop yang sudah dibuka, berisi tiga eksemplar tabloid. Jika seluruhnya berisi dalam jumlah sama, total temuan sementara bisa mencapai ribuan eksemplar.

4. Bawaslu RI masih mengkaji temuan dugaan pelanggaran

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

Fitria mengaku, masih menunggu hasil kajian dari Bawaslu Pusat bersama Dewan Pers. Kalaupun isi tabloid tersebut dinilai meresahkan, dia mempersilakan untuk menitipkannya kepada jajaran Bawaslu, seperti Panwaslucam.

Menyikapi peredaran tabloid tersebut, Bawaslu Kabupaten Grobogan beserta TNI dan Polri sudah menjalin koordinasi dengan pihak kantor pos setempat.

5. Tabloid Indonesia Barokah menyudutkan pasangan Prabowo-Sandiaga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Tabloid tersebut diduga menyudutkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Tabloid ini juga ditemukan di Kabupaten Rembang. Anggota Bawaslu Kabupaten Rembang Amin Fauzi memperkirakan, jumlah eksemplar tabloid itu cukup banyak.

Beberapa masjid dan ponpes, kata Fauzi, ada yang menitipkan tabloid tersebut kepada Bawaslu Kabupaten Rembang.

"Kami juga tidak memiliki kewenangan untuk menyita, karena hingga sekarang masih menunggu instruksi dari Bawaslu pusat terkait tabloid tersebut," kata Fauzi.

Sementara, dari penelusuran IDN Times, tabloid dalam bentuk PDF juga sudah beredar di masyarakat. Tabloid ini memiliki 13 rubrik, yakni mukadimah, tokoh, laporan utama, liputan khusus, opini, sejarah, edukasi, tabayun, ekonomi, bilik pesantren, teras masjid, fikih, dan galeri.

6. Medan belum terkontaminasi

IDN Times/Fitria Madia
IDN Times/Fitria Madia

Meski telah menyebar ke beberapa daerah di Pulau Jawa, ternyata Tabloid ini belum di Kota Medan, Sumatera Utara.

"Kita sudah instruksikan kepada seluruh Panwas Kecamatan untuk mencari tabloid Indonesia Barokah, memang sampai hari belum ditemukan," ujar Ketua Badan Pengawan Pemilu (Bawaslu) Medan, Payung Harahap.

Payung mengaku sejatinya tabloid berbau SARA itu tidak boleh disebarluaskan. Jika pada akhirnya tabloid tersebut ditemukan di Kota Medan, ia akan melaporkan hal tersebut ke Dewan Pers.

"Karena berkaitan dengan jurnalistik, makanya tindaklanjutnya ke Dewan Pers," tuturnya.

Meski tidak menemukan tabloid Indonesia Barokah, Payung mengaku pihaknya mendapat laporan dari masyarakat tentang adanya selembar kertas yang diberi nama Risalah Jumat.

"Ada masyarakat yang lapor ke kami, dia dapati risalah jumat dari masjid. Karena berbau SARA jadi kami sarankan agar dilapor ke pihak kepolisian," terangnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya

Latest News Sumatera Utara

See More

Pop Mart Resmi Buka Gerai Pertama di Medan, Ini Daftar Koleksinya

06 Jun 2026, 20:47 WIBNews