Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
12 Tahun Menabung, Pasutri Tukang Gigi asal Taput Berangkat Haji
Pasutri tukang gigi asal Tapanuli Utara berangkat haji (Dok. Istimewa)

Medan, IDN Times - Menunaikan ibadah haji ke Baitullah (Ka'bah) di Makkah merupakan impian bagi banyak umat Muslim, karena ibadah ini dianggap sebagai perjalanan rohani yang istimewa dan memiliki banyak keutamaan.

Salah satu kisah inspiratif dari pasangan suami istri asal Tapanuli Utara, yaitu Heriyanto (57 Tahun) dan Nur’ainun (54 Tahun). Bermodalkan tekad kuat disertai kerja keras dapat mewujudkan impian, keduanya berangkat ke tanah suci setelah 12 tahun menabung.

1. Pasutri ini merantau ke Tarutung sejak tahun 2000

Pasutri tukang gigi asal Tapanuli Utara berangkat haji (Dok. Istimewa)

Mereka merupakan Pasutri dari Jember Jawa Timur merantau ke Tarutung Tapanuli Utara pada tahun 2000, dengan memulai usaha sebagai Tukang Gigi, Pasutri ini tekun merintis usaha tukang gigi, sampai mulai di kenal orang di daerah Tarutung.

Namun, bukan hal yang mudah mempersiapkan keberangkatan haji ini, selain penghasilan yang tidak stabil, mereka juga masih harus memperjuangankan 4 orang anak mereka, hingga ada yang sudah lulus Sarjana, masih kuliah dan masih sekolah.

2. Semangat dan kesabaran sang istri menjadi kunci kekuatan

Pasutri tukang gigi asal Tapanuli Utara berangkat haji (Dok. Istimewa)

Komitmen pasutri ini, dapat menjadi pelajaran untuk mewujudkan keinginan bersama untuk menunaikan rukun Islam kelima terwujud pada tahun 2013 dengan mendaftarkan diri menjadi calon jamaah di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tapanuli Utara.

"Dulu kami sengaja daftar haji hanya dengan niat dan doa yang tulus, nabung sedikit demi sedikit untuk berhaji. Alhamdulillah bisa terwujud dalam waktu 12 tahun penantian,” kata Heriyanto.

Meski begitu, Heriyanto merasakan dukungan dan doa sang istri sangat besar. Ia menyebut, semangat dan kesabaran sang istrilah yang menjadi kunci kekuatan hingga akhirnya mendapat panggilan.

"Apabila sang istri tidak pandai menyisihkan dan mengelola keuangan, maka bukan tidak mungkin kami pasti tidak bisa berangkat haji. Tetapi karena niat yang tulus dan doa yang tulus, maka Allah memudahkan rezeki kami sampai saat ini," katanya.

3. Ibadah haji adalah panggilan dari Allah

Jemaah Calon Haji telah tiba di Asrama Haji Kota Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Heriyanto menyadari bahwa ibadah haji adalah panggilan dari Allah. "Dia yang memilih siapa dan kapan waktu yang tepat untuk seseorang dapat menunaikan ibadah haji, Ketika Allah belum ridho, pasti selalu ada alasan gagal berangkat, entah itu karena penyakit, bencana ataupun ajal,” ujarnya bersyukur atas keberangkatan mereka di tahun ini.

Dalam perjalanan hajinya nanti, dia berharap agar selalu diberi kesehatan, kemudahan dan selalu dalam lindungan Allah SWT.

Heriyanto berharap, bersama sang istri bisa kembali ke tanah air mendapat predikat haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah.

Hendriyanto bersama sang istri tergabung dalam Kloter 3 Embarkasi Medan, dijadwalkan masuk Asrama Haji Medan Senin 5 Mei 2025 dan berangkat ke tanah suci Selasa 6 Mei 2025 pukul.

Editorial Team

Related Article