Masih Dihuni Keluarga Sultan, Ini 5 Fakta Unik Istana Maimun Medan

Kalau kamu jalan-jalan ke Medan, rasanya kunjunganmu belum lengkap jika tidak mampir ke Istana Maimun. Bangunan megah dengan warna kuning emasnya yang khas ini sudah menjadi ikon utama Kota Medan. Namun, di balik pesonanya yang sering menjadi latar foto, istana ini menyimpan banyak fakta menarik yang mungkin belum kamu sadari.
Istana Maimun lebih dari sekadar tujuan wisata. Ia menyimpan cerita tentang kejayaan masa lalu, perpaduan budaya yang harmonis, hingga legenda yang hidup sampai sekarang.
Dari arsitektur gado-gado lintas benua sampai kisah meriam saktinya, yuk kita kupas tuntas lima fakta unik Istana Maimun yang akan membuatmu makin kagum!
1. Bukti Kemegahan Kesultanan Deli di Masa Lalu

Istana Maimun bukanlah sekadar bangunan tua. Ia adalah monumen yang menjadi saksi puncak kejayaan Kesultanan Deli. Istana ini dibangun atas perintah Sultan Deli ke-9, Sultan Ma'mun Al-Rasyid Perkasa Alamsyah. Pembangunannya dimulai pada 26 Agustus 1888 dan diresmikan pada 18 Mei 1891. Dengan luas 2.772 meter persegi dan 30 ruangan, istana ini dirancang untuk menunjukkan kemakmuran Kesultanan Deli kala itu.
Sumber dananya berasal dari kekayaan hasil perkebunan tembakau Deli. Hasil buminya saat itu sangat terkenal di Eropa dan Amerika, sehingga wilayah ini dijuluki Het Dolar Land atau "Tanah Dolar" oleh Belanda. Biaya pembangunannya pun sangat fantastis pada zaman itu, yaitu mencapai satu juta Gulden. Angka ini menjadi bukti nyata kekuatan ekonomi kesultanan yang mampu mendirikan sebuah mahakarya abadi.
2. Punya Dua Versi Arti Nama "Maimun"

Pernah bertanya-tanya mengapa istana ini bernama "Maimun"? Ternyata, ada dua versi cerita di balik nama unik tersebut. Versi pertama bernuansa romantis. Nama "Maimun" konon diambil sebagai penghargaan Sultan untuk permaisuri yang sangat ia cintai, Siti Maimunah. Kisah ini menambahkan sentuhan personal yang manis pada sejarah berdirinya istana megah ini.
Versi kedua memiliki makna yang lebih filosofis. Nama "Maimun" disebut berasal dari bahasa Arab, "Maimunah," yang artinya adalah berkah atau rahmat. Penamaan ini mencerminkan harapan besar Sultan agar istana tersebut selalu membawa keberkahan bagi kesultanan dan seluruh rakyatnya. Apa pun versinya, nama ini memberikan makna yang mendalam bagi istana kebanggaan warga Medan.
3. Arsitektur Gado-Gado Lintas Benua

Salah satu daya tarik utama Istana Maimun adalah arsitekturnya yang sangat unik. Desainnya merupakan perpaduan harmonis dari berbagai kebudayaan besar. Sentuhan Melayu terlihat jelas dari warna kuning keemasan yang mendominasi, karena kuning adalah warna kebesaran dalam budayanya. Nuansa Islam dari Timur Tengah dan Mughal (India) tampak pada atap kubah serta lengkungan khas di pintu dan jendela. Sementara itu, gaya Eropa terlihat pada pilar-pilar besar dan perabotan mewah yang diimpor langsung.
Yang lebih mengagumkan, mahakarya ini dirancang oleh arsitek kelas dunia. Sultan Ma'mun menugaskan Theodoor van Erp, seorang perwira zeni dari tentara Kerajaan Belanda, yang nantinya terkenal atas perannya dalam pemugaran Candi Borobudur. Ia dibantu oleh seorang arsitek Italia bernama Ferrari. Kolaborasi keduanya menghasilkan sebuah bangunan eklektik yang indah dan menjadi simbol visi kosmopolitan sang Sultan.
4. Menyimpan Legenda Meriam Puntung yang Sakti

Di halaman istana, kamu akan menemukan sebuah bangunan kecil. Di dalamnya tersimpan pusaka legendaris, yaitu Meriam Puntung. Konon, meriam ini bukanlah senjata biasa, melainkan jelmaan sakti Mambang Khayali, adik dari Putri Hijau yang cantik jelita dari Kerajaan Deli Tua. Legenda menyebutkan, Mambang Khayali mengubah dirinya menjadi meriam untuk mempertahankan istana dari serbuan Sultan Aceh yang pinangannya ditolak Putri Hijau.
Karena terus menembak tanpa henti untuk menghalau pasukan musuh, laras meriam menjadi sangat panas, memerah, lalu akhirnya pecah atau puntung. Uniknya, pecahan meriam itu terlontar ke lokasi berbeda. Bagian utamanya kini disimpan dengan sakral di Istana Maimun, sementara moncongnya konon terlempar jauh hingga ke Dataran Tinggi Karo. Kisah ini menjadi simbol ikatan sejarah antara masyarakat Melayu pesisir dan Karo di dataran tinggi.
5. Bukan Sekadar Museum, Tapi Juga Rumah Tinggal

Ini dia fakta yang paling jarang diketahui orang. Meskipun bangunan utamanya dibuka untuk umum sebagai museum, bagian sayap kanan dan kiri istana ternyata masih dihuni. Para ahli waris dan keluarga Kesultanan Deli masih tinggal di sana hingga saat ini. Fakta ini menjadikan Istana Maimun sebuah "istana hidup", berbeda dari banyak peninggalan sejarah lain yang kini hanya menjadi museum statis.
Keunikan ini juga menjelaskan mengapa suasana di Balairung (ruang utama) terkadang terasa ramai. Para pedagang suvenir dan penyedia jasa sewa baju adat yang beraktivitas di dalam istana sebagian besar adalah anggota keluarga kesultanan itu sendiri. Fenomena ini menunjukkan fungsi ganda istana: sebagai cagar budaya yang dilestarikan, sekaligus sebagai sumber mata pencaharian bagi para penjaganya.
Nah, itu dia lima fakta menarik tentang Istana Maimun. Jadi, kapan kamu berencana mengunjungi istana megah ini dan merasakan langsung pesona sejarahnya?