Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menteri Luhut Ingin Masyarakat Danau Toba Ramah pada Wisatawan

Menteri Luhut Ingin Masyarakat Danau Toba Ramah pada Wisatawan
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat meninjai pembangunan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)

Toba Samosir, IDN Times - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan beserta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio berkunjung ke Desa Sigapiton Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Selasa (3/3). Mereka meninjau perkembangan Desa Sigapiton yang diproyeksi jadi desa wisata.

Dalam sambutannya Luhut menegaskan, pembangunan pariwisata bukan ingin membuat masyarakat semakin melarat. Justru pariwisata yang bakal meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Pemerintahan Presiden Joko Widodo itu ingin pembangunan merata. Beliau ingin melihat pembangunan wisata daerah Toba ini akan memberikan kesejahteraan kepada rakyat,” kata Luhut di hadapan masyarakat Sigapiton.

Pilihan Sigapiton menjadi destinasi dianggap  tepat. Letak geografisnya sangat mendukung. Sesuai namanya, Sigapiton diapit diantara dua bukit tinggi.

Sigapiton bisa diakses dengan jalur darat via Toba Samosir dan via danau dari Pelabuhan Ajibata.

1. Kepala desa curhat soal banyak masyarakat yang masih bingung soal pariwisata

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Wishnutama Kusubandio saat meninjai pembangunan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat meninjai pembangunan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dalam kesempatan itu, Luhut dan Wishnutama mendengarkan pendapat masyarakat soal pengembangan wisata. Kepala Desa Sigapiton Hisar Butarbutar pun bercerita soal kondisi desa mereka. Dia mengakui jika masih banyak masyarakat yang belum memiliki kesadaran akan pariwisata.

“Kami berharap bisa dibawa untuk studi banding ke daerah pariwisata yang maju. Supaya kami semakin paham untuk memajukan pariwisata,” ungkap Hisar.

Hisar pun meminta kepada para menteri supaya sejumlah infrastruktur penunjang pariwisata dibangun maksimal. Misalnya, akses darat yang masih belum mendukung, hingga drainase di desa mereka.

“Yang jelas, kami masyarakat Sigapiton mendukung pembangunan pariwisata,” ungkapnya.

2. Pemerintah komitmen libatkan masyarakat untuk pengembangan TCR

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Wishnutama Kusubandio saat meninjai pembangunan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat meninjai pembangunan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)

Luhut pun menegaskan, pemerintah yang kini tengah menggeber pariwisata tujuannya menyejahterakan masyarakat. Dia juga ingin, ada tokoh bangsa, yang lahir dari Sigapiton.

“Jangan selalu buruk sangka pemerintah akan rampas harta kalian,” ungkapnya.

Kelak jika rampung, Toba Caldera Resort (TCR) juga akan melibatkan masyarakat.  Misalnya, hasil pertanian warga Sigapiton dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sejumlah hotel di TCR. Apalagi sampai ada produk kreatif yang bisa dipasarkan di sana. 

3. Sejumlah perbaikan infrastruktur akan digeber di Sigapiton

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Wishnutama Kusubandio saat meninjai pembangunan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut binsar Panjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio saat meninjai pembangunan di Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Toba Samosir, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dalam kesempatan itu, Luhut dan Wishnutama meninjau sejumlah titik pembangunan. Mereka sempat meninjau lokasi pembangunan dermaga di pinggir danau.

Dermaga akan dibangun supaya para turis bisa merasa nyaman saat berwisata ke Sigapiton. Luhut pun sempat bertanya, kenapa rumah Adat Batak yang nyaris hilang di Sigapiton. Pun ada, kondisinya sudah memprihatinkan. Luhut ingin bangunan adat itu kembali dimaksimalkan.

“Supaya apa, ini akan menjadi salah satu Spot turis.  Dia jalan kaki dari atas ke bawah ini. Orang-orang asing itu suka jalan. Dia bisa pulang nanti dari sini. Dermaganya dibuat melalui Ajibata,” ungkapnya.

Wishnutama yang meninjau beberapa titik juga langsung membuat rencana. Dia ingin tampilan Desa Sigapiton dibuat menarik.

4. Masyarakat harus ramah kepada wisatawan

Hamparan Sawah Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata yang berada di dekat Danau Toba (Fit Hartoyo for IDN Times)
Hamparan Sawah Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata yang berada di dekat Danau Toba (Fit Hartoyo for IDN Times)

Luhut pun menekankan, masyarakat harus belajar keramahtamahan dengan wisatawan. Sehingga wisatawan terus ketagihan untuk datang dan mengajk orang lain.

“Kita harus menjadi masyarakat yang bersahabat dengan turis. Karena kalau kita tidak bersahabat, dia tidak mau datang lagi,” tukasnya.

5. Masyarakat harus bisa belajar hospitality dari destinasi lain

Seorang ABK mengikatkan kapal di Dermaga Sigapiton, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)
Seorang ABK mengikatkan kapal di Dermaga Sigapiton, Selasa (3/3) petang (IDN Times/Prayugo Utomo)

Luhut pun mengamini permintaan warga desa untuk belajar hospitality ke destinasi wisata lainnya. Nantinya Luhut berencana akan memberangkatkan para tokoh-tokoh desa untuk belajar di Jawa.

“Kuncinya harus disiplin dan kerja keras serta kebersamaan. Tidak bisa hanya omong-omong saja. Orang Batak di kasih Tuhan otak yang pintar,” ujarnya.

6. Jangan sampai Sigapiton dimarjinalkan

Masyarakat Desa Sigapiton menggelar adat Manabur Bonih, Senin (2/3) (IDN Times/Prayugo Utomo)
Masyarakat Desa Sigapiton menggelar adat Manabur Bonih, Senin (2/3) (IDN Times/Prayugo Utomo)

Dia berharap, Pemda setempat juga memberikan perhatian lebih kepada Sigapiton. Jangan sampai Sigapiton menjadi desa yang termarjinalkan.

Luhut juga menekankan soal pendidikan anak-anak Sigapiton. Dia bahkan ingin di Sigapiton bisa punya beberapa guru sekolah yang benar-benar profesional.

“Sehingga, anak-anak kita ini bisa juga tambah pintar,” pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Prayugo Utomo
Arifin Al Alamudi
Prayugo Utomo
EditorPrayugo Utomo
Follow Us

Latest Travel Sumatera Utara

See More

Desa Wisata Hariara, Kampung Terpencil Jadi Incaran Wisatawan Mancanegara

01 Mei 2026, 22:00 WIBTravel