Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Terkendala Alat, Atlet Esports Sumut  Berlatih di Rental PlayStation
Perwakilan Pengprov ESI Sumut bersama KONI Sumut dan Dispora Sumut membeberkan persiapan E-Sport menghadapi PON 2024 (IDN Times/Doni Hermawan)

Medan, IDN Times- Tim Esports Sumatra Utara masih mengalami beberapa kendala terkait upaya membidik prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024. Salah satunya soal peralatan.

Hal itu diakui Ketua Harian ESI Sumut Max Wilannder di Posko Informasi PON 2024 di Kantor Dispora Sumut, Rabu (21/6/2023). 

Sumut diketahui mengikuti lima nomor yang dipertandingkan. Antara lain Mobile Legend: Bang Bang, Garena Free Fire, PUBG Mobile,  LOKAPALA, dan eFootball PES. Kecuali eFootball, seluruhnya menggunakan hatdphone.

"Kebanyakan dari 4 nomor dari menggunakan handphone. Setiap tahunnya semakin berkembang. Anak-anak pelatda punya kemampuan finansial yang belum cukup matang. Kita berharap ada bantuan juga untuk pengadaaan HP tersebut," kata Max.

1. Butuh pengadaan konsol Playstation 5

dok. Playstation

Sementara untuk Nomor PES kebutuhannya Playstation 5. Platformnya konsol. "Saat ini kita belum punya. Kita masih PS4. Sebelumnya memang pengadaannya PS 4. Tapi karena peraturan terbaru PB PON harus PS 5. Mau gak mau harus ganti. Jadi kita ke tempat teman yang punya atau ke rental," tambah Max.

Sejauh ini para atlet masih berlatih terpisah sesuai dengan kategori game yang dipertandingkan. Mereka berharap bisa disatukan dalam satu lokasi.

"Freefire di Griya Riyatur kantor ESI Sumut. Nomor Lokapala di daerah tanjung anom. PES pindah-pindah karena menggunakan konsol. Salah satunya ke rental di Game Nation Setia Budi II. Mobile legend dan PUBG mobile di daerah Johor dibagi beberapa titik," jelasnya.

 

2. Menyatukan kekompakan menjadi PR bagi pelatih

Ketua Harian E-Sport Seluruh Indonesia (ESI) Sumatra Utara bicara soal persiapan di PON 2024 (IDN Times/Doni Hermawan)

Kendala lainnya menurut Max adalah para atlet yang masih sekolah tingkat akhir harus menjalani ujian. "Mereka punya banyak jadwal les. Persiapan kuliah. Sulit mengikuti program latihan yang kita berikan dengan 4-5 hari dalam seminggu. Kita berlatih secara online dan offline," bebernya.

Saat ini menjadi tugas empat pelatih yang ada, termasuk dirinya untuk melatih kekompakan tim. Apalagi mereka seluruhnya turun beregu. 

"Selama ini turnamen yang ada kebanyakan individu. Tidak terlepas peran pelatih memahami watak masing-masing. Mirip bola, ada peran-perannya baik bertahan maupun menyerang. Jadi menyesuaikan posisinya, yang terpenting berkomunikasi. Jujur cukup sulit untuk menyatukan itu, untuk itu digelar latihan offline untuk menyusun strateginya," tambahnya.

3. Peralatan harus ditindaklanjuti agar bisa menggapai prestasi

http://lokapala.anantarupa.com/

Soal target Sumut menargetkan bisa membawa pulang 2 medali emas. Salah satunya dari LOKAPALA. Pada eksibisi di PON 2021 lalu, Sumut memboyong medali emas dari nomor game itu.

"Sebagai tuan rumah, sebenarnya ketua berharap dapat 3 medali emas. Tapi realistisnya kita targetkan 2 medali emas," kata Max.

Sementara Wasping KONI Sumut untuk cabor esports Muhammad Syahrir mengatakan fasilitas atlet menjadi hal penting menunjang prestasi. Hal ini menjadi catatan yang harus ditindaklanjuti.

"Hebat pun atletnya kalau mereka ketinggalan kecepatan HP dan tidak ada konsol. Ini jadi catatan penting kita," kata Syahrir.

Editorial Team