Tim hoki indoor putra Jawa Tengah bersiap menghadapi Penalty Corner dari tim Jawa Barat pada pertandingan penyisihan hoki indoor putra dalam ajang PON XXI Aceh Sumut yang berlangsung di Gedung Serbaguna Unimed Deliserdang, Selasa (03/09/24). (PB PON XXI ACEH SUMUT/M. Zulfan Dalimunthe)
Kata Irwan, mereka selalu mengutamakan speed dan power dalam setiap pertandingan. Ini dilakukan untuk menembus pertahanan lawannya
Untuk mengejar hal itu, penggantian pemain selalu dilakukan setiap dua menit, agar stamina pemain tetap terjaga.
Sementara itu kapten tim putra Jabar, Revo Priliandro mengaku, hasil pertandingan ini sudah sesuai dengan ekspektasi.
Revo mengaku puas, karena seluruh pemain sudah bermain maksimal, baik strategi, teknik maupun komunikasi di lapangan. Namun, Revo memaparkan, bahwa menghadapi Jateng menyembunyikan performa terbaik mereka. Menurutnya, ada beberapa teknik yang tidak mereka lakukan saat melakukan serangan di depan gawang lawan.
"Yang penting kita bisa mengejar target yang ditetapkan pelatih yaitu menang di pertandingan awal untuk menaikkan semangat pemain," ujar Revo yang juga pemain tim nasional hoki indoor putra.
Dari kubu Jateng, Asisten pelatih, Pamuji mengakui kemampuan para pemain Jabar di semua lini. Hal itu bisa dimakluminya, karena Jateng baru latihan empat bulan sebelum pelaksanaan PON XXI.
Faktor terbesar kekalahan Jateng menurutnya, adalah di sektor pertahanan yang sering terpancing dengan pergerakan para pemain Jabar. Sehingga sektor pertahanan lebih sering 'bolong' dan gampang ditembus para pemain Jabar.
"Selain itu, ini merupakan pertandingan perdana kita, sehingga para pemain harus menyesuaikan dengan arena pertandingan. Namun ke depan kita akan memperbaiki diri untuk menghadapi pertandingan selanjutnya," ujarnya.