Tim Medan Falcons Tirta Bhagasasi saat bertanding kontra Jakarta Bhayangkara Presisi di Malang (dok.Proliga)
Sementara duel Medan Falcons Tirta dengan Bhayangkara sebenarnya ketat. Terbukti mereka memaksakan dua kali deuce.Mengawali set pertama, Bhayangkara Presisi langsung menurunkan kekuatan lokal terbaiknya, di antaranya Rendy Tamamilang, Agil Angga, Arjuna Mahendra, dan Alvin Daniel. Sejak awal laga, mereka tampil solid dan terus menekan pertahanan lawan hingga memimpin jauh 15-8.
Falcons Tirta Bhagasasi, yang mengandalkan duet Fahri Septian dan Luvi Febrian, sempat bangkit dan memberikan perlawanan sengit di penghujung set dengan memperkecil ketertinggalan menjadi 17-19. Namun, kematangan mental skuad Bhayangkara kembali terlihat. Sebuah spike keras dari Rendy Tamamilang akhirnya memastikan kemenangan Bhayangkara di set pertama dengan skor 25-20.
Memasuki set kedua, pertandingan berlangsung jauh lebih ketat. Bhayangkara sempat unggul 4-1 di awal, tetapi Falcons Tirta Bhagasasi perlahan bangkit berkat penampilan impresif Fahri Septian yang membawa timnya berbalik unggul 9-7. Kejar-mengejar angka pun terus terjadi hingga skor imbang 18-18.
Ketegangan memuncak saat kedua tim mencapai angka 24-24. Setelah melalui dua kali deuce, Bhayangkara Presisi menunjukkan pertahanan blok yang lebih rapi dan akurat, sehingga berhasil mengamankan set kedua dengan kemenangan tipis 27-25.
Di set ketiga, Bhayangkara kembali tampil dominan sejak awal dan unggul 10-5. Pelatih Falcons Tirta Bhagasasi, Ariyanto, kemudian mengambil time out saat skor 13-18 untuk mengubah strategi permainan agar lebih variatif dalam menembus blok lawan.
Instruksi tersebut sempat membuahkan hasil. Fahri Septian dkk berhasil memangkas jarak hingga 21-23 dan kembali memaksakan deuce di skor 24-24. Namun, sekali lagi ketenangan menjadi pembeda. Bhayangkara Presisi akhirnya menutup laga dengan kemenangan 26-24, sekaligus menutup peluang Falcons Tirta Bhagasasi meraih kemenangan perdana mereka di putaran kedua Proliga 2026.