Vanessa Cangie dengan buah karya dari hobi kaligrafinya menjadi donasi Rp16 juta untuk pendidikan anak asuh (IDN Times/Indah Permata Sari)
Sebagai orang tua, Samsudin tidak pernah memaksakan cita-cita. Ia hanya memfasilitasi hobi anak-anaknya. Vanessa dengan hobi kaligrafi dan menggambar. Gracella dengan hobi nyanyi dan Jeovenna dengan hobi menari ballet dan modern dance. Ketiganya juga ada belajar bahasa mandarin, bahasa inggris, piano, sempoa dan lainnya sesuai hobi masing-masing.
"Sebenarnya dari kita orang tua hanya memfasilitasi apa yang mereka hobi. Tetapi kalau mereka sudah mulai, biasanya saya nggak kasih berhenti. Kita sudah memberikan fondasi yang kuat. Saya hanya punya tiga anak perempuan, saya hanya berharap mereka mandiri, tidak ketergantungan," ujarnya.
Ditanya soal cita-cita, Vanessa menjawab sederhana. Ia ingin terus mengembangkan seni kaligrafi dan bahasa Mandarin untuk membantu lebih banyak orang.
"Saya ingin mengikuti lebih banyak acara, terutama untuk menggalang dana. Karena saya ingin berbuat baik kepada semua orang," kata Vanessa.
Samsudin pun menitipkan pesan untuk anak muda seumuran Vanessa.
"Kita hidup jadi orang harus bersyukur apapun kondisi kita. Kita gak bisa pilih kita lahir dimana, kaya atau miskin kita gak bisa pilih. Tetapi kedepannya kita menjadi apa, itu adalah keputusan di tangan kita. Harus giat belajar, jangan pantang menyerah," pesannya.
"Berbuat baik itu gak perlu tunggu sampai berhasil. Setiap orang pasti ada kelebihannya. Contoh paling sederhana aja, di tengah jalan ada satu batu, batu itu kita bawa ke samping. Itu pun mungkin sudah bisa nolong nyawa orang," tutup Samsudin.
Vanessa juga mengingatkan satu hal yang paling penting bagi seorang anak.
"Hal yang paling penting untuk dilakukan seorang anak adalah berbakti kepada orang tua. Salah satu cara berbakti itu boleh dengan belajar dengan giat dan membalas budi kepada orang tua di masa depan," pungkasnya.