Sejarah Tugu Ampera di Desa Kolam, Jejak G30S PKI di Sumut

Tugu Ampera atau Tugu Pancasila di Dusun Sukom, Desa Kolam, Deli Serdang, menjadi pengingat peristiwa 1965 dan dinilai penting dalam sejarah kelam republik.
Pada 1960-an, Desa Kolam yang berada di wilayah perkebunan PTPN IX disinyalir menjadi basis BTI, organisasi sayap PKI di kalangan petani dan buruh perkebunan.
Bentrokan Oktober 1965 menewaskan kader PP M. Jacob dan Anadlin Prawira; Tugu Ampera dibangun di lokasi penemuan jenazah dan kini menjadi tempat Renungan Suci tahunan.
Medan, IDN Times - Tugu Ampera atau Tugu Pancasila yang berada di Dusun Sukom, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara, merupakan salah satu monumen pengingat peristiwa 1965.
Pengamat Sejarah Sumatra Utara, Eron L Damanik mengatakan, tugu ini memiliki kedudukan penting dalam sejarah kelam republik.
"Tugu Ampera atau Tugu Pancasila di Kampung Kolam Deliserdang, maupun Monumen Bandar Betsi adalah dua lokasi monumen yang mengingatkan pada sejarah kelam republik di seputar peristiwa 65," ujar Eron, Selasa (30/9/2026).
1. Desa Kolam sebagai basis BTI

Tugu Ampera di desa Kolam, Deli Serdang, Sumut (Instagram @taukotembung) Pada era 1960-an, Desa Kolam merupakan wilayah perkebunan PTPN IX. Desa ini disinyalir menjadi salah satu basis Partai Komunis Indonesia (PKI) di kawasan Medan karena keberadaan organisasi Barisan Tani Indonesia (BTI), organisasi sayap PKI yang bergerak di kalangan petani dan buruh perkebunan.
2. Peristiwa Oktober 1965

Tugu Ampera di desa Kolam, Deli Serdang, Sumut (Instagram @rickyindra_official) Menyusul peristiwa Gerakan 30 September (G30S) di Jakarta, terjadi gelombang penumpasan PKI di berbagai daerah termasuk Sumatra Utara.
Pada Oktober 1965, sekelompok anggota Pemuda Pancasila (PP) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melakukan operasi pembersihan terhadap antek komunis di Kampung Kolam.
Operasi tersebut mendapat perlawanan dari warga yang terhasut agitasi komunis.
"Sedang monumen Ampera di Kampung Kolam, Deliserdang adalah ekses dari tewasnya dua anggota Pemuda Pancasila di peristiwa Kampung Kolam. Sebagaimana di ketahui, Pemuda Pancasila saat itu, dikenal kental republik dan nasionalis dan anti komunis. Namun, para serdadu rakyat yang terhasut provokasi dan agitasi komunis melakukan perlawanan kepada anggota PP yang melakukan pembersihan atas antek komunis," jelas Eron.
3. Dua korban dan berdirinya tugu

Tugu Ampera di desa Kolam, Deli Serdang, Sumut (Instagram @sekilas.sumut) Dalam bentrokan itu, dua anggota PP tewas, yakni M. Jacob dan Anadlin Prawira. Jenazah keduanya ditemukan di Dusun Sukom.
Sebagai peringatan atas peristiwa tersebut, didirikan Tugu Ampera di lokasi ditemukannya jenazah korban.
Peristiwa tewasnya dua kader PP di Kampung Kolam bahkan tercatat dalam sejarah film dokumenter.
"Pada kejadian Oktober 1965 itu dua orang anggota PP tewas. Kejadian tewasnya keduanya sudah difilmkan oleh Joshua berjudul Jagal di mana Anwar Kongo dan lain-lain menjadi pentolan PP saat itu," kata Eron.
Film Jagal atau The Act of Killing karya Joshua Oppenheimer sendiri merupakan film dokumenter tentang pembantaian 1965-1966 yang sempat masuk nominasi Oscar.
Hingga kini, Tugu Ampera menjadi lokasi Renungan Suci setiap 30 September malam. Acara ini digelar Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Sumatra Utara untuk mengenang dua kader yang gugur.
Pada 2025 lalu, acara dihadiri ribuan kader PP se-Sumatra Utara, Ketua MPW PP Sumatra Utara Musa Rajekshah, dan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Rio Ferdianto.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















