Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sapa Warga Beringin, Wali Kota Rico Waas Janji Atasi Banjir dan Pasang CCTV
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Sapa Warga di Beringin (Dok. Diskominfo Medan)
  • Wali Kota Medan Rico Waas menyoroti banjir parah di Kelurahan Beringin, terutama Lingkungan 5 dan 6, yang dipicu cekungan wilayah serta luapan Sungai Babura.

  • Pemko Medan mengkaji drainase, crossing, Parit Gergaji 300 meter, tanggul Sungai Babura, u-ditch Jalan Kenanga, dan pembersihan hambatan aliran untuk penanganan banjir.

  • Rico memerintahkan perbaikan lampu jalan mati, membuka pembaruan data bansos, serta menyiapkan 10.000 CCTV mulai tahun depan untuk pengawasan kota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tahun lalu

Banjir bercampur lumpur masuk ke rumah warga Kelurahan Beringin, merusak harta benda dan menyisakan trauma.

29 November tahun lalu

Banjir besar melanda Beringin. Lumpur menggenangi permukiman dari setinggi mata kaki hingga hampir sepinggang orang dewasa.

Sabtu (3/10/2026) kemarin

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Sapa Warga di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin. Ia menyoroti kebutuhan solusi banjir di kawasan tersebut.

hari ini

Rico memerintahkan pemasangan segera lampu jalan pada titik tertentu yang telah memiliki tiang tetapi lampunya mati.

tahun depan

Pemko Medan akan mendorong pelaksanaan rencana penanganan banjir setelah kajian teknis. Pemko juga akan menyiapkan 10.000 CCTV untuk dipasang di seluruh Kota Medan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau keluhan warga Beringin dan menyampaikan rencana penanganan banjir, perbaikan penerangan jalan, serta pemasangan CCTV.
  • Who?
    Rico Tri Putra Bayu Waas, warga Kelurahan Beringin termasuk Ibu Naria dan Zulfikar, Pemko Medan, Dinas SDABMBK, serta Balai Wilayah Sungai Sumatera II terlibat dalam agenda ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan. Penanganan juga direncanakan untuk kawasan PB Selayang 2 dan Sungai Babura.
  • When?
    Program Sapa Warga digelar pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Banjir besar yang menjadi perhatian warga terjadi pada 29 November tahun sebelumnya.
  • Why?
    Lingkungan 5 dan 6 Kelurahan Beringin berada di kawasan cekungan, sementara parit yang ada tidak mampu menampung debit air saat Sungai Babura meluap. Warga juga melaporkan jalan gelap dan persoalan data bantuan sosial.
  • How?
    Pemko Medan mengkaji drainase, crossing ke Sungai Babura, Parit Gergaji sekitar 300 meter, tanggul sungai, u-ditch, dan pembersihan hambatan aliran. Lampu jalan diperbaiki, sementara 10.000 CCTV direncanakan mulai tahun depan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Wali Kota Medan Rico datang ke Beringin. Dulu banjir besar masuk rumah warga dan bawa lumpur. Rico mau cari cara supaya air tidak masuk lagi, dengan parit dan tanggul sungai. Lampu jalan yang mati akan diperbaiki. Tahun depan, Medan juga akan punya 10.000 kamera CCTV untuk melihat keadaan kota.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Respons cepat terhadap lampu jalan yang mati menunjukkan bahwa keluhan warga dapat langsung diterjemahkan menjadi tindakan nyata. Di saat yang sama, kajian drainase, rencana saluran baru, pembersihan hambatan sungai, serta koordinasi untuk tanggul mencerminkan upaya penanganan banjir yang berhati-hati dan menyeluruh, dengan ruang dialog tetap terbuka bagi warga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Bagi warga Kelurahan Beringin, Kecamatan Medan Selayang, banjir bukan sekadar genangan. Tahun lalu, air bercampur lumpur masuk ke rumah hingga merusak harta benda dan menyisakan trauma.

Kondisi itu menjadi perhatian serius Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas saat menggelar program Sapa Warga di Jalan Sari Rejo, Gang Sarena, Kelurahan Beringin, Sabtu (3/10/2026) kemarin.

Rico masih mengingat jelas kondisi Beringin saat banjir besar melanda pada 29 November tahun lalu. Saat itu, lumpur menggenangi permukiman warga mulai dari mata kaki hingga hampir sepinggang orang dewasa. Bahkan, ada rumah warga yang hanya menyisakan bagian pintu setelah diterjang banjir.

“Pemerintah harus hadir. Tapi tidak mungkin hanya bertahan saja, harus dicarikan solusinya. Harus ada solusinya,” tegas Rico.

1. Kaji drainase hingga tanggul sungai Babura

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Sapa Warga di Beringin (Dok. Diskominfo Medan)

Menurut Rico, persoalan utama banjir di Beringin berada di Lingkungan 5 dan 6 yang posisinya seperti cekungan. Sejumlah parit eksisting belum mampu menampung debit air ketika Sungai Babura meluap.

Untuk itu, Pemko Medan mengkaji sejumlah opsi penanganan. Di antaranya pembangunan drainase dari Jalan Saudara menuju Sungai Babura serta pembuatan crossing menuju sungai sebelum jembatan arah Polonia. Rico meminta kajian teknis dilakukan secara matang agar pembangunan tidak justru membuat air kembali ke permukiman.

2. Pemko Medan rencanakan pembangunan Parit Gergaji sepanjang sekitar 300 meter

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Sapa Warga di Beringin (Dok. Diskominfo Medan)

Selain itu, Pemko Medan juga merencanakan pembangunan Parit Gergaji sepanjang sekitar 300 meter. Untuk penanganan jangka panjang, Pemko akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II guna mengkaji pembangunan tanggul di sepanjang Sungai Babura.

“Kalau posisi daerah kita ini sudah di bawah, mungkin dibutuhkan supaya air tidak meluber kemari,” jelasnya.

Rico meminta Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) melakukan kajian menyeluruh terhadap seluruh opsi tersebut sebagai dasar perencanaan yang akan didorong pelaksanaannya pada tahun depan.

Untuk kawasan PB Selayang 2, warga juga mengeluhkan banjir. Pemko merencanakan pembangunan u-ditch di Jalan Kenanga sepanjang 1,2 kilometer dan sebagian saluran di Jalan Bunga Wijaya Kesuma. Rico juga memerintahkan pembersihan material alami akibat pohon tumbang di kawasan Sungai Babura yang menghambat aliran air.

3. Lampu jalan mati langsung diperbaiki, siapkan 10.000 CCTV

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Sapa Warga di Beringin (Dok. Diskominfo Medan)

Selain banjir, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan. Ibu Naria mengaku harus keluar rumah sejak dini hari untuk berjualan ke Pasar Pringgan, namun sejumlah titik masih gelap.

Menindaklanjuti hal itu, Rico langsung memerintahkan dinas terkait memperbaiki lampu jalan yang tiangnya sudah ada namun lampunya mati. Untuk titik tertentu, ia meminta dipasang hari itu juga.

“Kalau yang itu langsung dipasang hari ini,” kata Rico yang disambut tepuk tangan warga.

Untuk kawasan sekitar AURI dan Jalan Saudara, Rico meminta perangkat daerah berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan penerangan segera ditindaklanjuti.

Warga lainnya, Zulfikar, mempertanyakan persoalan bantuan sosial terkait ketidaksesuaian data desil. Menjawab itu, Rico menjelaskan warga dapat mengajukan verifikasi dan pembaruan data melalui operator SIKS-NG di kantor lurah, maupun melalui aplikasi Parlinsos, Cek Bansos, dan DTSN.

Rico menegaskan, Sapa Warga menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, UMKM, persampahan, keamanan, hingga rumah ibadah dan anak putus sekolah. Ia juga mengingatkan adanya program Tebus Ijazah bagi siswa yang terkendala mengambil ijazah.

“Problem apa pun silakan sampaikan kepada saya hari ini,” ujarnya.

Di sektor keamanan, Rico menyampaikan komitmen besar. Mulai tahun depan, Pemko Medan akan menyiapkan 10.000 unit CCTV yang dipasang di seluruh Kota Medan. Setiap kecamatan direncanakan mendapat sekitar 500 unit CCTV yang terhubung dan dipantau terpusat.

“Untuk satu Kota Medan itu kami siapkan 10.000 CCTV yang akan kami kontrol semuanya,” tegas Rico.

Pengawasan, kata dia, tidak hanya dilakukan dari tingkat kota, tetapi juga melibatkan kecamatan agar kondisi lingkungan dapat dipantau lebih cepat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article