Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menggelar program Sapa Warga di Beringin (Dok. Diskominfo Medan)
Selain banjir, warga juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan. Ibu Naria mengaku harus keluar rumah sejak dini hari untuk berjualan ke Pasar Pringgan, namun sejumlah titik masih gelap.
Menindaklanjuti hal itu, Rico langsung memerintahkan dinas terkait memperbaiki lampu jalan yang tiangnya sudah ada namun lampunya mati. Untuk titik tertentu, ia meminta dipasang hari itu juga.
“Kalau yang itu langsung dipasang hari ini,” kata Rico yang disambut tepuk tangan warga.
Untuk kawasan sekitar AURI dan Jalan Saudara, Rico meminta perangkat daerah berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan penerangan segera ditindaklanjuti.
Warga lainnya, Zulfikar, mempertanyakan persoalan bantuan sosial terkait ketidaksesuaian data desil. Menjawab itu, Rico menjelaskan warga dapat mengajukan verifikasi dan pembaruan data melalui operator SIKS-NG di kantor lurah, maupun melalui aplikasi Parlinsos, Cek Bansos, dan DTSN.
Rico menegaskan, Sapa Warga menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, pekerjaan, UMKM, persampahan, keamanan, hingga rumah ibadah dan anak putus sekolah. Ia juga mengingatkan adanya program Tebus Ijazah bagi siswa yang terkendala mengambil ijazah.
“Problem apa pun silakan sampaikan kepada saya hari ini,” ujarnya.
Di sektor keamanan, Rico menyampaikan komitmen besar. Mulai tahun depan, Pemko Medan akan menyiapkan 10.000 unit CCTV yang dipasang di seluruh Kota Medan. Setiap kecamatan direncanakan mendapat sekitar 500 unit CCTV yang terhubung dan dipantau terpusat.
“Untuk satu Kota Medan itu kami siapkan 10.000 CCTV yang akan kami kontrol semuanya,” tegas Rico.
Pengawasan, kata dia, tidak hanya dilakukan dari tingkat kota, tetapi juga melibatkan kecamatan agar kondisi lingkungan dapat dipantau lebih cepat.