Medan, IDN Times – Harga daging ayam dan cabai melanjutkan tren penurunan pada awal pekan ini. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya deflasi di Kota Medan pada bulan Oktober 2026.
Berdasarkan pantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga daging ayam di Kota Medan dan Sumatra Utara pada umumnya bergerak turun. Di tingkat pedagang pasar, harga bahkan anjlok dari kisaran Rp38.000 per kilogram pada Jumat pekan lalu menjadi Rp34.500 per kilogram pada perdagangan hari ini.
Diantaranya, pasar Petisah, Pringgan Kota Medan, dan pasar tradisional lainnya mengalami penurunan.
Dari observasi dilapangan, penurunan dipicu kenaikan pasokan. Di sisi lain, harga pakan ternak masih bertahan mahal dan belum menunjukkan tanda akan turun dalam waktu dekat.
Pengamat ekonomi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) sekaligus Analis Bank Indonesia Sumut, Gunawan Benjamin menilai ada hal yang perlu diwaspadai terkait harga daging dan cabai.
"Yang menarik adalah memburuknya harga akibat lemahnya permintaan atau penjualan," ujarnya.
Dia menilai, penurunan permintaan salah satunya dipicu oleh berkurangnya aktivitas dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena sekolah jarak jauh karena kabut asap. Selama ini diketahui permintaan dari ayam dari SPPG cukup besar.
"Benar, jadi memang pada dasarnya dapur SPPG ini menyumbang kontribusi besar terhadap kebutuhan daging ayam. Sehingga ketika kegiatannya berkurang, hal itu memicu pelemahan harga daging ayam," jelasnya.
