256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut)
Elvinus menceritakan, saat dirawat di RSCM Jakarta kondisi FP sempat membaik dan terlihat segar. Namun, setelah pulang ke rumah, keluhan tersebut kembali kambuh.
"Di situ sudah membaik katanya, sudah segar pula FP hari itu, karena ini kumat-kumatan. Sekali sakit nanti langsung sampai nangis-nangis," katanya.
Menurut Elvinus, dokter di Jakarta hanya memberikan obat untuk dikonsumsi pagi dan malam. Namun, obat tersebut dinilai belum terlalu berdampak bagi kesembuhan FP.
Selain keluhan fisik, FP juga masih mengalami gangguan ingatan. Hal itu pertama kali muncul usai dirawat di RS Haji Medan. Ia sempat tidak mengenali anggota keluarga, tetangga, hingga teman sekolahnya.
"Yang kutahu, selesai kami pulang dari Rumah Sakit Haji, FP langsung tidak kenal sama semuanya. Sekarang sedikit-sedikit lagi tidak kenal dia orang, terutama tetangga. Padahal dulunya sering jumpa," tutur Elvinus.
Berdasarkan cerita sang ibu kepada IDN Times, FP merupakan siswi kelas 2 SMK Bersama di Berastagi, Karo yang dikenal berprestasi. Ia selalu meraih juara kelas sejak SD hingga SMK dan menjabat sebagai Wakil Ketua OSIS.
Sejak jatuh sakit pada 13 Agustus 2026, FP tercatat telah berpindah perawatan di lima rumah sakit, yakni RS Kabanjahe, RS Efarina, RS Haji Medan, RSUP Adam Malik, hingga RS Amanda Karo. Bahkan, ia bersama siswi lain bernama Agnes sempat dirujuk ke RSCM Jakarta atas instruksi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka untuk penanganan super intensif.
Sebelumnya, Ayah FP, Icuk Sugiarto Purba, menyebut putrinya mengalami kehilangan ingatan hingga 70 persen. Kondisi perkembangannya bahkan digambarkan seperti balita usia 3 tahun, tidak mengenali identitas barang, teman, guru, hingga keluarganya sendiri.
Dari informasi yang didapat, FP terkena paparan racun jamur yang menyerang saraf kepala, sehingga pemulihan harus dilakukan secara berkala hingga satu tahun ke depan dengan kontrol setiap minggu.