Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hari TNI, Ini Pidato Mengharukan Jenderal AH Nasution 5 Oktober 1965
Cuplikan video Jenderal AH Nasution saat datang melepas jenazah pahlawan revolusi (YouTube/TvMU)

Setiap 5 Oktober diperingati sebagai Hari Tentara Nasional Indonesia (TNI). Peringatan ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan TNI sekaligus jasa para prajurit yang gugur dalam menjalankan tugas dan mempertahankan negara.

Salah satu momen yang lekat dengan sejarah Hari TNI adalah upacara pemakaman tujuh Pahlawan Revolusi di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata pada 5 Oktober 1965. Mereka gugur dalam rangkaian peristiwa Gerakan 30 September (G30S).

Di tengah suasana duka tersebut, Jenderal Abdul Haris (AH) Nasution hadir dalam kondisi masih tertatih-tatih. Saat itu, Nasution menjabat Menteri Koordinator Pertahanan Keamanan/Kepala Staf Angkatan Bersenjata.

Nasution merupakan salah satu target dalam peristiwa tersebut, tetapi berhasil menyelamatkan diri. Dalam upaya penyelamatan itu, ajudannya, Pierre Tendean, serta putrinya, Ade Irma Suryani Nasution, menjadi korban.

Pada upacara pemakaman tersebut, AH Nasution menyampaikan pidato di hadapan para pelayat dan keluarga para korban. Pidato yang disampaikan pada 5 Oktober 1965 itu kemudian dikenal luas karena kembali diperdengarkan pada bagian akhir film Pengkhianatan G30S PKI.

Berikut pidato lengkap Jenderal AH Nasution pada 5 Oktober 1965 yang menjadi salah satu catatan sejarah dalam peringatan Hari TNI.

1. AH Nasution sebut 5 Oktober 1965 adalah hari angkatan bersenjata yang dihinakan

instagram.com/@davidnugrahaw

Hari itu bertepatan dengan hari angkatan bersenjata atau HUT TNI. Tapi menurut Nasution itu perayaan yang paling menyedihkan.

"Prajurit sekalian, kawan-kawan terutama rekan-rekan yang sekarang kami sedang lepaskan. Bismillahirrohmanirrohim. Hari ini, hari angkatan bersenjata kita yang selalu gemilang, kali ini hari yang dihinakan oleh kefitnahan. Dihinakan oleh pengkhianatan. Dihinakan oleh penganiayaan."

"Tetapi hari angkatan bersenjata kita, kita setiap prajurit tetap merayakan dalam hati sanubari kita dengan tekad kita dengan nama Allah yang Maha Kuasa. Bahwa kita akan tetap menegakkan kejujuran kebenaran, keadilan. Jendral Suprapto, Jendral Hartono, Haryono, Jendral Parman, Jendral Panjaitan, Jendral Sutoyo, Letnan Tendean."

"Kamu semua mendahului kami, kami semua yang kamu tinggalkan punya kewajiban meneruskan perjuangan kita, meneruskan tugas angkatan bersenjata kita, meneruskan perjuangan TNI kita, meneruskan tugas yang suci," katanya.

"Kamu semua, tidak ada yang lebih tahu dari pada kami yang di sini, dari pada saya sejak 20 tahun kita selalu bersama sama membela negara kita, perjuangan kemerdekaan kita, membela pemimpin besar kita, membela cita cita rakyat kita," sambung Jenderal AH Nasution.

2. AH Nasution: Allah adalah panglima tertinggi kita

Suasana nonton bareng film G30S/PKI yang digelar Sapma Pemuda Pancasila Kota Banda (IDN Times/Saifullah)

Nasution tak terima dengan sebutan pengkhianat. Dia bersaksi para jenderal sudah 20 tahun berjuang bersama mempertahankan kemerdekaan.

"Saya tahu kamu manusia tentu ada kekurangan, ada kesalahan. Kita semua demikian. tapi saya tahu, kamu semua telah 20 tahun penuh memberikan semua darma baktimu, semua yang ada padamu untuk cita-cita yang tinggi itu. Dan karena itu, kamu biarpun hendak dicemarkan hendak difitnah bahwa kamu pengkhianat, bahwa kamu di sini kami semua saksi yang hidup bahwa kamu telah berjuang sesuai dengan kewajiban kita semua, menegakkan keadilan, kebenaran, kemerdekaan. Tidak ada yang ragu-ragu, kami semua sedia juga, mengikuti jalan kamu. Jika memang fitnah mereka itu benar, kami akan buktikan," sambungnya.

"Rekan rekan, adik adik saya sekalian. Saya sekarang sebagai yang tertua, dalam TNI yang tinggal bersama lainnya, akan meneruskan perjuangan kamu, membela kehormatan kamu, menghadaplah sebagai pahlawan, pahlawan dalam hati kami seluruh TNI," paparnya.

"Sebagai pahlawan menghadaplah, kepada asal mula kita, yang menciptakan kita, Allah SWT. Karena akhirnya Dialah Panglima Kita Yang Paling Tertinggi. Dialah yang menentukan segala sesuatu, juga atas diri kita semua," lanjut pria kelahiran Aek Kanopan, Sumatra Utara ini.

3. Yang benar akan tetap menang, dan tidak benar akan tetap hancur

Museum Lubang Buaya di Jakarta Timur (ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha)

Di akhir pidatonya, Nasution kembali menyebut fitnah terhadap para jenderal akan dibuktikan dengan kebenaran.

"Tetapi dengan keimanan ini juga, kami semua yakin, bahwa yang benar akan tetap menang, dan yang tidak benar akan tetap hancur. Fitnah, fitnah berkali kali, fitnah lebih jahat dari pembunuhan, lebih jahat dari pembunuhan, kita semua difitnah, dan saudara saudara telah dibunuh, kita diperlakukan demikian," sambungnya.

"Tapi jangan kita, jangan kita dendam hati, iman kepada Allah SWT, iman kepada Nya, mengukuhkan kita. Karena Dia perintahkan, kita semua berkewajiban, untuk menegakkan keadilan dan kebenaran," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article