Awan Cumulonimbus Masif, Waspada Hujan Deras di Pesisir Barat Sumut

BMKG mencatat satu gempa mikro bermagnitudo 1,7 di Dairi pada 30 September 2026 pukul 02.31 WIB, tanpa laporan getaran yang dirasakan di Sumatra Utara.
Konsentrasi awan Cumulonimbus masif terpantau di pesisir barat Aceh, Sumut, dan Sumbar, berpotensi memicu hujan intens dan lama, petir, serta angin kencang lokal.
BMKG memperingatkan potensi hujan sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumut hingga 2 Oktober, dipicu Rossby Ekuatorial, konvergensi angin, dan suhu laut hangat.
Medan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I Medan mencatat aktivitas gempa bumi dan cuaca ekstrem di wilayah Sumatra Utara hari ini, Rabu (30/9/2026).
Untuk aktivitas gempa bumi, BMKG menyebut hari ini terpantau baru 1 kejadian gempa bumi di wilayah Sumut yang terjadi pada pukul 02:31:24 WIB tepatnya di daerah Dairi dengan magnitudo 1,7 dan sampai saat ini terpantau tidak ada informasi gempabumi dirasakan di wilayah Sumatra Utara.
1. Berikut wilayah waspada cuaca

Ilustrasi cuaca esktrem (IDN Times/Anata Siregar) Gempa dengan magnitudo 1,7 tersebut termasuk gempa mikro yang hanya tercatat alat seismograf.Di sisi lain, kewaspadaan cuaca juga meningkat di pesisir barat Sumatra. Akun pemantau @infogempadunia mengeluarkan imbauan pada 30 September 2026 pukul 00:30 WIB untuk masyarakat di pesisir barat Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Imbauan diberikan untuk wilayah:l Simeulue, Nias, Nias Barat, Nias Utara, Nias Selatan, Kota Gunung Sitoli, Kepulauan Mentawai, Pesisir Barat Aceh, Pesisir Barat Sumut, Pesisir Barat Sumbar, dan wilayah sekitarnya.
"Saat ini terpantau konsentrasi awan Cumulonimbus (CB) yang cukup masif di wilayah tersebut. Pertumbuhan awan hujan terlihat cukup aktif dan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa jam ke depan," tulis akun tersebut berdasarkan foto INA-SIAM.
2. Kondisi awan CB berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas cukup tinggi

ilustrasi awan (unsplash.com/engin akyurt) Kondisi awan CB tersebut berpotensi menyebabkan hujan dengan intensitas cukup tinggi dan berlangsung lama, disertai petir dan angin kencang secara lokal.
"Masyarakat di wilayah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Bagi yang sedang berada di luar rumah, terutama yang sedang berkendara, diharapkan lebih berhati-hati ketika hujan mulai turun dengan intensitas tinggi," lanjutnya.
3. BMKG sebut gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial aktif di Sumatra

Ferry Oktarisa, prakirawan BMKG Ahmad Yani Semarang memperlihatkan deteksi cuaca di layar citra satelit. (IDN Times/Fariz Fardianto) Imbauan ini sejalan dengan peringatan dini BMKG Medan untuk periode 30 September - 02 Oktober 2026. BMKG menyebut gelombang atmosfer Rossby Ekuatorial aktif di Sumatra, ditambah konvergensi dan belokan angin di Sumut, serta suhu muka laut yang hangat di Selat Malaka, menjadi pemicu pertumbuhan awan hujan.
Untuk hari ini, BMKG memprakirakan hujan sedang-lebat di Deli Serdang, Medan, Langkat, Batubara, hingga Kepulauan Nias, dan hujan lebat-sangat lebat di Dairi, Humbang Hasundutan, Mandailing Natal, dan Tapanuli.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)



















