Medan, IDN Times – Yayasan Srikandi Lestari merilis data soal dampak Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara di Kecamatan Pangkalansusu, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara. Bagi mereka, pencemaran yang diduga terjadi karena operasional PLTU tidak bisa ditolerir lagi.
Masyarakat terus merugi karena polusi yang terjadi. Mulai dari penyakit hingga ancaman kemiskinan.
Pemakaian Batubara dalam produksi energi sejatinya memberikan dampak serius bagi lingkungan. Di Langkat, PLTU mengancam kehidupan dua kecamatan; Pangkalansusu dan Pangkalanbrandan.
Tahun ini, Yayasan Srikandi Lestari kembali merilis data dampak pencemaran lingkungan yang diduga dilakukan PLTU Pangkalansusu. Mulai dari data dampak pada sektor perikanan, pertanian dan kesehatan masyarakat.
“Tim Yayasan Srikandi Lestari selama kurun waktu enam bulan melakukan pendataan secara kualitatif untuk mengumpulkan data korban yang diduga terdampak polusi PLTU Batubara Pangkalan Susu. Kami menemukan kerusakan lingkungan baik di sektor pertanian, perikanan dan menurunya tingkat Kesehatan diakibatkan oleh pembakaran batubara,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Srikandi Lestari, Mimi Surbakti, dalam konferensi pers di Kota Medan, Jumat (28/10/2022).
