Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Penjaga Kebun Kopi Meninggal, Diduga Ditembak Pemilik Warung Tuak

RS Bhayangkara Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)
RS Bhayangkara Medan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Deli Serdang, IDN Times - Masyarakat di Desa Suka Makmur, Kabupaten Deli Serdang, dikejutkan dengan peristiwa penembakan terhadap seorang warga sampai meninggal dunia. Jenazah Hendra Tarigan (52) dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi. Karena pria yang saban harinya bertugas sebagai penjaga kebun kopi itu mendapat luka tembakan di bagian kepalanya.

Pelaku penembakan sendiru diduga merupakan seorang pemilik warung tuak. Menurut keterangan warga setempat, pelaku juga diduga merupakan seorang penadah hasil curian kebun kopi.

1. Warga bernama Hendra ditembak diduga oleh pemilik warung tuak sampai meninggal

Boy Ginting selaku saksi mata yang menemani Hendra (dok.IDN Times)
Boy Ginting selaku saksi mata yang menemani Hendra (dok.IDN Times)

Seorang saksi mata bernama Boy Ginting (27) membeberkan betapa mencekamnya aksi penembakan di hari Senin (25/8/2025) malam. Saat itu ia bersama korban, Hendra Tarigan, datang ke kedai tuak berniat menjemput abangnya di Jalan Sumbekan, Desa Suka Makmur.

"Pada malam hari itu, abangnya korban minum. setelah minum dia pulang mabuk. Sempat cekcok korban Hendra dan abangnya. Abang korban palu pergi ke warung tuak. Lalu saya dan korban mendatangi abangnya. Begitu kami sampai di warung, tiba-tiba ada suara tembakan lima kali. seketika korban roboh," ungkap Boy saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara.

Boy sontak saja terhenyak begitu rekannya tumbang akibat ditembak. Suasana yang gelap karena minim penerangan membuatnya tergesa-gesa membantu Hendra untuk segera menjauh dari warung tuak itu.

"Arah tembakan itu dari kanan, iya dari warung. Setelah korban roboh saya coba angkat niatnya mau bawa ke Rumah Sakit," jelas Boy.

Diakui olehnya bahwa mereka kenal dengan pemilik warung tuak berinisial M itu. Tembakan diduga dilesakkan olehnya tepat mengenai kepala Hendra.

"Pelaku ini saya kenal. Dia yang jualan tuak. Betul penadah barang curian hasil perkebunan juga seperti kopi," akunya.

2. Bukan hanya Hendra, ada beberapa warga lain yang juga menjadi korban penembakan

Kuasa hukum korban, Irwansyah Nasution (dok.IDN Times)
Kuasa hukum korban, Irwansyah Nasution (dok.IDN Times)

Kuasa hukum korban, Irwansyah Nasution, angkat bicara atas peristiwa penembakan sampai menyebabkan meninggalnya Hendra. Dari keterangan yang dihimpunnya, Irwansyah mengungkapkan bahwa bukan hanya Hendra yang menjadi korban.

"Ada peristiwa penembakan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Dari keterangan saksi, korban bukan hanya Hendra yang meninggal dunia akibat kena tembak di bagian kepala. Ada lagi korban lainnya, warga bernama Hendrik ditembak bagian kaki, Ahmad juga menurut keluarga korban kena srempet tembakan dari pelaku. Menurut keluarga korban, pelakunya berinisial M (pemilik kedai tuak)," beber Irwansyah.

Keluarga korban melalui Irwansyah menganggap bahwa kasus ini merupakan satu upaya pembunuhan berencana. Hendra ditembak pelaku diduga menggunakan senjata api rakitan.

"Menurut kami selaku kuasa hukum pelakunya lebih dari satu dan menggunakan senjata api rakitan. Ini murni peristiwa pidana. Penyidik harus mendalami apakah senjata yang digunakan adalah senjata api rakitan atau senjata angin. Kemudian darimana si pelaku mendapatkan senjata itu. Korban ditembak dari jarak dekat. Kami minta polisi usut tuntas kejadian ini," sebutnya.

3. Peristiwa penembakan diduga ada hubungan dengan pekerjaan korban sebagai penjaga kebun kopi

Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Kasatreskrim Polrestabes Medan AKBP Bayu Putro (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Motif penembakan terhadap warga Kutalimbaru itu masih abu-abu. Namun dugaan yang mencuat ialah berhubungan dengan pencurian hasil panen kebun kopi.

"Korban, Hendra, adalah penjaga kebun kopi. Sebelumnya kan ladang ini banyak dicuri. Jadi si pemilik kebun memperkerjakan orang-orang untuk menjaga (termasuk Hendra). Sejak dijaga, pelaku pencuri atau penadahnya otomatis kekurangan pemasukan dan pendapatan karena tak bisa melakukan aksi pencurian. Menurut kami terjadi kemarahan pelaku pencurian ini. Dan kami harap hal ini harus didalami," jelas Irwansyah.

Besar harapan keluarga agar pelaku segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Bahkan saat korban hendak dijemput keluarga, tembakan masih diarahkan kepada mereka.

"Kami duga pelaku lebih dari satu. Ini peristiwa sangat keji, istri korban yang saat itu mengangkat korban hendak membawanya ke rumah dakit, waktu di atas pick up itu pun mereka masih ditembaki," ungkapnya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, mengatakan bahwa pihaknya sudah menangani kasus penembakan ini. Korban bernama Hendra juga sedang diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara.

"Untuk korban-korban (penembakan) lain ini sudah kita ambil keterangan. Pelaku masih kami cari. (Diduga pelaku pemilik warung tuak) masih diselidiki, ya," terang Bayu, Rabu (27/8/2025) sore.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us