ilustrasi kekerasan (pixabay.com)
KontraS mendesak agar pihak POMDAM I/ Bukit Barisan untuk bekerja profesional dengan segara menangkap dan memproses hukum para terduga pelaku yang terlibat dalam kasus ini.
Selain itu, KontraS mendorong Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk melakukan pemantauan ketat terhadap berjalannya proses hukum dalam kasus ini.
Selain dalam rangka memastikan akses keadilan, keluarga korban sebagai pihak pelapor juga perlu mendapat perlindungan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti intimidasi atau ancamanancaman lain yang bisa saja mereka dapatkan.
“Pada prinsipnya KontraS sangat menyayangkan masih berulangnya prilaku oknum TNI yang terlibat tindak pidana, arogan, menggunakan kekerasan serta wewenang berlebihan sebagaimana yang terjadi dalam peristiwa meninggalnya MAF. Lebih miris lagi, ulah-ulah memalukan yang dapat merusak citra TNI tersebut justru cenderung dibiarkan dan terkesan mendapat perlindungan,” ungkapnya.
Catatan IDN Times, sejumlah peristiwa kekerasan di Sumatra Utara diduga melibatkan prajurit TNI dalam beberapa waktu terakhir. Rumah Rico Sempurna Pasaribu, seorang wartawan di Kabupaten Karo dibakar pada Juni 2024 lalu. Pembakaran rumah itu diduga didalangi seorang prajurit TNI. Kemudian kasus dugaan kekerasan prajurit TNI kepada pelajar berinisial MHS saat terjadi tawuran di Deli Serdang Mei 2024 lalu. Sampai saat ini, kedua kasus itu belum terungkap.
“Pangdam I Bukit barisan Mayjen TNI M. Hasan harus memberikan atensi besar terhadap kasus-kasus semacam ini. Memastikan bahwa personel TNI yang berada dibawah komandonya mampu bekerja secara objektif dan transparan untuk mengungkap kasus yang melibatkan anggotanya. Tidak ada alasan lagi untuk melindungi pelaku, apalagi menghalang-halangi berjalannya proses hukum. Jangan sampai ulah satu dua orang oknum TNI tersebut justru merusak kredibilitas TNI secara keseluruhan. TNI harusnya berdiri bersama rakyat, bukan malah berlari-lari mengejar dan menembak rakyat,” pungkasnya.