Kloter 7 Aceh, Jemaah dari 3 Generasi Keluarga Berangkat Haji Bareng

Banda Aceh, IDN Times - Jemaah calon haji Kelompok Terbang (Kloter) 7 Embarkasi Aceh akan berangkat ke Tanah Suci, pada Sabtu (24/5/2025) malam. Rombongan ini berjumlah 386 jemaah haji ditambah tujuh petugas.
Kloter 7 diperkirakan akan berangkat melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) pada Sabtu, pukul 19.40 WIB. Diperkirakan akan tiba di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Kota Jeddah, Arab Saudi, pukul 23.45 waktu setempat.
1. Kloter berasal dari empat daerah di Aceh

Berdasarkan informasi yang IDN Times dapatkan dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, total seluruh jemaah ada 386 orang. Mereka berasal dari daerah kabupaten kota.
Secara rinci, Kabupaten Aceh Tamiang 174 orang, Kabupaten Aceh Barat delapan orang, Kota Sabang 17 orang, Kota Langsa 184 orang, dan Kota Banda Aceh tiga orang.
Jemaah termuda, Rafidah Syah Putri, berusia 21 tahun dan tertua, Aminah Taher Teuku Bansu, berusia 91 tahun. Dua jemaah ini berasal dari Kabupaten Aceh Tamiang.
2. Tiga generasi berangkat ke Tanah Suci

Kloter 7 memiliki cerita tersendiri. Rombongan ini memiliki jemaah calon haji dari tiga generasi. Mereka yang berasal dari Kota Sabang, yakni Ruhani Usman Umar (83), Zubaidah Ibrahim (60), dan Rosmida Muhammad Nursairin (35).
“Awalnya, saya dan suami daftar haji pada 2012. Namun kehendak Allah SWT, suami saya meninggal tahun lalu (2024-red). Jadi anak saya (Rosmida-red) menggantikan almarhum suami,” kata Zubaidah, Sabtu.
Sedangkan sang ibu (Ruhani Usman-red), kata Zubaidah, yang daftar haji beberapa tahun setelahnya mendapat porsi lansia serta bisa berangkat pada tahun bersama dengan dirinya dan sang cucu.
“Karena adanya kebijakan penggabungan mahram, membuat kami bisa berangkat pada tahun yang sama, Kloter yang sama dan penginapan yang sama,” ujar Zubaidah.
3. Penggabungan mahram haji menyebabkan tiga generasi ini bergabung

Ketua PPIH Embarkasi Aceh, Azhari, mengatakan penggabungan mahram haji merupakan kebijakan yang memungkinkan jemaah untuk bergabung dengan mahram. Seperti suami-istri, orang tua-anak atau saudara kandung, yang memiliki perbedaan jadwal keberangkatan.
“Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi jemaah haji, terutama bagi mereka yang membutuhkan pendampingan selama menjalankan ibadah haji,” kata Azhari.
Untuk diketahui, pemondokan di Makkah berada di wilayah Misfalah, Sektor 9, Hotel Al Zaer Al Akhyar.