Gebrak, Start Up Millennial Aceh yang Fokus di Bidang Jasa UMKM

Banda Aceh, IDN Times - Sejumlah millennial di Provinsi Aceh melakukan inovasi dengan meluncurkan start up Gebrak (Generasi Bergerak). Peluncuran dilakukan di Universitas Kopi, di Kota Banda Aceh, Aceh, pada Sabtu (20/11/2021).
"Gebrak adalah Generasi Bergerak. Gebrak mempunyai tiga basis, education, and social, economy (Esay). Esay di sini kita artikan seumpama I See (Saya melihat)," kata Founder Gebrak, Dy Hakimil Mahmud.
1. Permasalahan yang dialami UMKM perintis, jadi latar belakang berdirinya Gebrak

Terbentuknya Gebrak diceritakan Hakimil, berawal dari keresahan dirasakannya melihat para perintis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh yang memiliki produk namun minim nilai jual di pasar. Padahal, kualitas barang yang dihasilkan terbilang bagus.
Keresahan sejak 2019 itu kemudian coba dicari jalan keluar dengan berdiskusi bersama rekan-rekannya. Hingga kemudian realisasi untuk menjawab permasalahan tersebut diwujudkan melalui Gebrak yang didirikan pada 10 November 2021.
Perusahaan ini menawarkan produk yang fokus memberdayakan para UMKM di Tanah Rencong, khususnya usaha perintis.
"Gebrak atau Generasi Bergerak, kita fokusnya di pemberdayaan UMKM dengan basis produk tradisional lokal Aceh," ujar Hakimil.
2. Tiga basis yang menjadi fokus Gebrak

Hakimil menjelaskan, Gebrak mempunyai tiga basis, yakni education, and social, economy atau Easy. Mereka pun mengumpamakan Easy dengan I See (saya melihat). Melihat atau peka terhadap kondisi sosial dan lingkungan sekitar.
Tiga basis itu kemudian dikerucutkan menjadi tiga program unggulan. Di antaranya, Camp Discussion, Eduaction (Education Action), dan Pameran Hasil UMKM.
Camp Discussion merupakan program kegiatan diskusi internal dan eksternal. Diskusi internal, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tim Gebrak dengan melibatkan start up yang telah memiliki kemajuan. Sementara diskusi eksternal, melibatkan pemangku kebijakan untuk kepentingan UMKM.
Edu Action (Education Action) merupakan program yang dikerjakan tim dengan terjun secara langsung ke UMKM dan masyarakat melakukan pemberdayaan maupun pembinaan.
"Terutama UMKM yang belum paham bagaimana cara mengurus izin dan cara memasarkan hasil produksinya," kata Hakimil.
"Akan ada inovasi-inovasi yang kita lakukan di situ. Inovasi dan pemberdayaan itu kita lakukan berdasarkan riset," imbuhnya.
Terakhir, Pameran Hasil UMKM. Ini menjadi langkah yang paling sederhana untuk mempromosikan hasil produk-produk usaha tersebut dengan membuka stan di setiap event.
"Dari situ nantinya beranjak hingga kemudian terbentuk Galeri Gebrak yang ditargetkan," ucap Hakimil.
3. Kehadiran Gebrak diharapkan mampu mendongkrak pemasaran produk UMKM

Selaku pendiri, Hakimil ingin Generasi Bergerak (Gebrak) akan menjadi start up yang kemudian menjadi media penghubung antara konsumen dengan produsen produk lokal Aceh dengan kualitas terbaik.
Pemberdayaan sekaligus pembinaan yang mereka lakukan terhadap UMKM diharapkan bisa membantu pemasaran produk baik di pasar nasional maupun internasional.
"Untuk saat ini kita adalah sebuah prodak jasa dan ke depan bukan tidak mungkin kita akan ada prodak sendiri untuk kita pasarkan," tutupnya.



















