Comscore Tracker

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlek

Bersiap menyambut Tahun Baru Imlek

Medan, IDN Times - Perayaan Imlek selalu diikuti oleh tradisi unik yang kerap dilakukan masyarakat Tionghoa. Tradisi yang telah dilakukan secara turun-temurun agar perayaan Imlek berjalan lancar dan penuh kebahagiaan.

Berbagai tradisi unik Imlek juga terdapat makna penting bagi masyarakat Tionghoa. Yuk simak apa saja sih?

1. Bersihkan rumah saat hari H-1 Imlek

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlekunsplash.com/ The Creative Exchange

Nah, ternyata dalam tradisi Tionghoa membersihkan rumah merupakan kewajiban yang dilakukan pada hari H-1 perayaan Imlek.  Walaupun rumah sudah bersih, tetap dibersihkan lagi sebagai bagian dari kewajiban tradisi Imlek. Tentunya ada makna tersendiri dalam tradisi ini.

Menurut Jud Ang sebagai budayawan muda Tionghoa, tradisi ini dilakukan agar hal positif datang saat perayaan Imlek berlangsung. "Karena orang Tionghoa percaya dengan membersihkan rumah itu menyapu hal negatif," ujar Jud beberapa waktu lalu.

Bahkan kepada anak-anaknya untuk membersihkan setiap sudut ruang rumah sebelum perayaan Imlek. Bagi Jud Ang, kegiatan membersihkan rumah adalah simbol dari togetherness alias kebersamaan.

2. Asyiknya ada tradisi kebersamaan yaitu makan bersama saat Imlek

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan ImlekIDN Times/Reza Iqbal

Tradisi kedua adalah makan bersama. Hal ini wajib dilakukan keluarga Tionghoa bahkan sejak zaman dahulu. Tradisi ini juga menjadi bagian dari simbol kebersamaan.

Namun terdapat pengecualian dalam tradisi ini. Menurut Jud Ang, tradisi ini boleh dilewatkan jika anggota keluarga berada di tempat jauh atau tidak bisa ikut merayakan Imlek bersama keluarga. Terutama saat pandemik  COVID-19 yang juga memungkinkan anggota keluarganya untuk tidak bisa pulang saat Imlek.

3. Orang yang sedang berduka dilarang merayakan Imlek

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlekpexels.com/C Technical

Saat perayaan Imlek, keluarga yang kehilangan anggota keluarganya sebelum Imlek dilarang merayakan Imlek. Kesedihan menjadi sesuatu yang harus dihindari dalam suasana Imlek. Tradisi ini juga dijelaskan oleh Jud Ang.

“Karena itu simbol dari berkabung. Juga Imlek kan suasananya meriah, mewah, dan merah. Orang yang berkabung tidak mengikuti tradisi ini” ujarnya.

Jud Ang juga menambahkan bahwa keluarga yang berduka dapat merayakan kembali Imlek pada tahun berikutnya. Keluarga yang berduka juga harus melewati 100 hari berkabung jika ingin merayakan Imlek lagi. Kecuali momen berkabung terjadi pada setengah tahun.

Baca Juga: Jangan Asal! Segini Jumlah Hio yang Tepat untuk Ritual Ibadah

4. Sujud kepada orangtua dengan memberikan teh

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlekilustrasi secangkir teh (unsplash.com/Loverna Journey)

Tradisi satu ini dilakukan pada hari pertama Imlek oleh keluarga Tionghoa. Sebelum mulai perayaan Imlek, didahului dengan bersujud sambil menyajikan teh kepada orangtua. Kemudian dilanjutkan dengan sembahyang di tempat ibadah masing-masing. Bagi Jud Ang, tradisi ini memiliki nilai kultural yang kental.

“Nilai kultural yang saya dukung adalah sujud kepada orangtua. Menyuguhkan teh dan meminta maaf atas kesalahannya. Juga agar mendapatkan restu,” katanya.

Selain itu, teh memiliki nilai filosofis dalam tradisi Imlek. Menurut Jud Ang, teh menyimbolkan kemurnian dan ketulusan. Jenis teh apapun dapat diberikan kepada orangtua saat sujud berlangsung.

5. Dilarang mengatakan hal buruk saat Imlek!

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlekunsplash.com/Andre Hunter

Ternyata, selama merayakan Imlek tidak boleh marah sampai berkata buruk kepada orang loh! Hal ini bertujuan agar perayaan Imlek harus berjalan dengan bahagia dan penuh suka cita. Tentunya ini menjadi pantangan tersendiri selama perayaan Imlek.

“Imlek harus happy dan terus jaga perasaaan. Tidak boleh sumpah serapah, memaki, apalagi marah. Juga berikan hal-hal baik saat Imlek” ujarnya.

6. Hindari barang yang pecah saat perayaan Imlek!

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlekpixabay.com/S.Hermann & F.Richter

Barang yang pecah juga menjadi pantangan tersendiri selama perayaan Imlek. Orang Tionghoa percaya jika ada barang yang pecah, maka akan menimbulkan kesialan. Namun Jud Ang menyatakan alasan logis terkait pantangan ini.

“Barang yang pecah menimbulkan kericuhan. Kita lagi happy-happy dan ada barang pecah, kerja lagi dan rusak suasana. Makanya ditata rapi,” ujarnya

7. Makna menarik warna emas dan merah pada pakaian Imlek

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan ImlekPexels.com/ RODNAE Productions

Menariknya lagi, masyarakat Tionghoa meengenakan pakaian Imlek berwarna emas bagi laki-laki dan warna merah bagi perempuan. Pemilihan warna tersebut tidak bisa lepas dari tradisi zaman dahulu dan masih diterapkan hingga kini. 

Kedua warna tersebut juga mengandung makna mendalam bagi masyarakat Tionghoa. Hal ini juga dijelaskan oleh Jud Ang terkait warna pakaian Imlek.

" Zaman dahulu itu kaisar memakai warna kuning (emas) untuk pakaiannya dan merah untuk permaisurinya. Tradisi ini juga terbawa sampai kepada rakyatnya. Emas melambangkan karisma dan kewibawaan. Kalau merah melambangkan keanggunan dan ketegasan wanita," jelasnya.

8.Serunya mengunjungi saudara dan pemberian angpau!

Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlekpexels.com/ RODNAE Productions

Jangan lupa pastinya untuk mengunjungi sanak saudara dan pemberian angpau! Keluarga yang dikunjungi dimulai dari yang tertua (kakek-nenek), paman-bibi, dan lainnya. Juga pemberian angpau menjadi tradisi yang paling ditunggu saat perayaan Imlek.

Pemberian angpau juga lekat dengan tradisi bahwa orang yang belum menikah dilarang memberikan angpau. Jud Ang menyatakan bahwa angpau melambangkan kemapanan seseorang dan berkaitan dengan tradisi tersebut. Namun, Jud Ang mengimbau terkait tradisi pemberian angpau.

"Jangan takut akan tradisi itu. Karena kamu dianggap belum mapan dan harus ada income. Kalau sudah bisa beri angpau dianggap sudah mapan dong? Biasanya untuk orang-orang yang sudah menikah dan pastinya sudah mapan bagi orang Tionghoa" jelasnya.

Tidak hanya itu, tradisi orang lajang dilarang memberikan angpau juga mulai berubah. Jud Ang menambahkan bahwa banyak orang milenial yang juga memberikan angpau. Tentunya disesuaikan dengan kondisi keuangan masing-masing.

Itulah sederet tradisi unik orang Tionghoa saat Imlek. Tradisi ini juga sekaligus untuk melestarikan budaya yang diwariskan oleh leluhur masyarakat Tionghoa. Hal penting dalam Imlek adalah kebahagiaan dan kebersamaan saat berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara. 

Baca Juga: Saat Imlek, Ini 5 Vihara di Sumut yang Paling Ramai Pengunjung

Topic:

  • Doni Hermawan
  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya