Comscore Tracker

5 Hal Menarik Siu San Keng, Vihara Tertua di Medan

Sudah diurus empat generasi

Dalam perayaan Imlek, vihara menjadi tempat yang wajib didatangi untuk bersembahyang bagi masyarakat Tionghoa. Selain yang sebagai tempat ibadah, vihara juga memiliki nilai historis, baik dari segi bangunan maupun cerita dibaliknya.

Termasuk Vihara Siu San Keng. Lalu apa saja hal menarik dari Vihara Siu San Keng. Termasuk saat perayaan Imlek?

1. Menjadi vihara tertua di kota Medan

5 Hal Menarik Siu San Keng, Vihara Tertua di MedanIDN Times/ Felia Nur Syaputri

Vihara Siu San Keng telah dibangun tahun 1890 atau bertepatan dengan tahun Harimau. Vihara yang berlokasi di Jalan K.L. Yos Sudarso, Labuhan Deli, Medan Labuhan, menjadi vihara tertua di kota Medan. Vihara ini juga berdekatan dengan Masjid Al - Osmani yang juga merupakan salah satu masjid bersejarah di kota Medan.

Menurut Ki Kok Yong, salah satu pengurus Vihara Siu San Keng, pembangunanya memakan waktu selama 4 tahun (1890 - 1894). Selain itu, pembangunan vihara ini melibatkan panitia sejumlah 11 orang, salah satunya adalah Tjong A Fie. "Tjong A Fie salah satunya. Yang lain udah enggak tahu" sebutnya.

2. Adanya tambahan bangunan dan taman di belakang

5 Hal Menarik Siu San Keng, Vihara Tertua di MedanIDN Times/ Felia Nur Syaputri

Vihara Siu San Keng awalnya dibangun pada bagian depannya. Bagian depan vihara memang difokuskan sebagai tempat ibadah umat Buddha. Kini, vihara yang berluaskan lebih kurang 1 hektare ini juga memiliki bangunan di bagian belakang agar lebih luas. Hal ini juga disampaikan oleh Ki Kok Yong.

"Penjelasannya ya hanya bangunan inilah dulu bangunannya hanya di depan ini. Semenjak saya pegang, saya bangun yg belakang. Ada taman di belakangnya" ujarnya. 

Baca Juga: Sederhananya Persiapan Imlek di Vihara Maitreya karena Pandemik

3. Sudah empat generasi yang mengurus vihara

5 Hal Menarik Siu San Keng, Vihara Tertua di MedanIDN Times/ Felia Nur Syaputri

Ternyata, vihara Siu San Keng telah diurus secara turun-temurun hingga empat generasi sejak pertama kali selesai dibangun. Sejak tahun 1890-an, vihara Siu San Keng memiliki kepengurusan yang berkaitan dengan aktivitas ibadah dan lainnya. Hingga kini, terdapat empat generasi yang telah mengurus Vihara Siu San Keng termasuk Ki Kok Yong.

"Iya itu turun-temurun. Karena ini dari tahun 1890 sekian itu orang sudah ini. Sebagian orang Labuhan dan kebanyakan orang Labuhan, termasuk wawak saya dulu. Ada yang sebagiannya dari orangtuanya itu turun-temurun" jelasnya.

Terkait jumlah pengurus, terdapat 20-an anggota yang menjadi pengurus Vihara Siu San Keng generasi keempat. Menurut Ki Kok Yong, pada generasi pertama dan kedua berjumlah 9 pengurus dan sempat memiliki banyak pengurus berjumlah 30 anggota pada generasi ketiga. Kini, pada generasi keempat memutuskan untuk mengurangi jumlah anggotanya.

"Pengurus yang generasi keempatnya ada saya, Ki Kok Yong, lalu Tya Bun Hwa, Tan Bun Hwe, Go Gim Hwang, Agus, dan lainnya" sebutnya.

4. Rayakan Imlek secara sederhana di tengah pandemik COVID-19

5 Hal Menarik Siu San Keng, Vihara Tertua di MedanIDN Times/ Felia Nur Syaputri

Sayangnya, perayaan Imlek tahun ini menjadi berbeda dengan tahun sebelumnya akibat pandemik COVID-19. Termasuk Vihara Siu San Keng yang tahun ini tidak menggelar beberapa perayaan. Kegiatan sembahyang kini menjadi fokus utama pada perayaan Imlek di sana.

"Karena COVID-19 ini kan biasanya ada Barongsai atau perayaan lainnya, dan ini sudah gak ada lagi. Ya kita harus sama-sama jagalah," ujar Ki Kok Yong.

Walaupun begitu, penerapan protokol kesehatan telah diterapkan saat perayaan Imlek berlangsung. Kegiatan membersihkan vihara telah dilakukan agar tetap nyaman dan aman saat beribadah. Selain itu, Ki Kok Yong juga menjelaskan beberapa rencana penerapan protokol kesehatan di vihara Siu San Keng, yaitu pembatasan masuk vihara dan cuci tangan.

"Pembatasan sembahyang ya kita ada sediakan kursi.Sekitar 50-an orang masuk kesini dan gantian lagi. Ada juga tempat cuci tangannya juga. Durasi ibadah selama 20-25 menitlah," jelasnya.

5. Banyak dikunjungi bahkan dari luar kota Medan atau luar Sumut

5 Hal Menarik Siu San Keng, Vihara Tertua di MedanIDN Times/ Felia Nur Syaputri

Walaupun begitu, vihara ini tetap banyak dikunjungi oleh umat Budha, terutama saat hari Imlek. Pengunjungnya sendiri datang dari berbagai daerah di kota Medan, bahkan sampai di luar kota Medan dan luar Sumut. Biasanya jumlah pengunjung yang datang sekitar 100 sampai ratusan pengunjung.

"Iya-iya dari luar kota. Dari Tebing Tinggi, Siantar, mana semua kemari. Dari Jakarta juga kemari, Pekanbaru juga kemari," kata Ki Kok Yong.

Baca Juga: Unik! 8 Tradisi Orang Tionghoa saat Rayakan Imlek

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya