Comscore Tracker

Menikmati Keajaiban Danau Toba dari Pantai Pasir Putih Parbaba

Samosir menyajikan wisata komplet untuk milenial

Samosir, IDN Times – Bukan laut tapi berombak. Bukan pantai tapi berpasir putih. Itulah sekelumit keajaiban Danau Toba di Pantai Pasir Putih Parbaba.

Selain ukurannya yang terbesar di Indonesia, Danau Toba juga memiliki segudang keajaiban yang tidak dimiliki destinasi wisata lain di Indonesia.

Juni 2019, saat masih libur Lebaran dan sekolah saya putuskan membawa keluarga berlibur ke Danau Toba, Pantai Pasir Putih Parbaba, DesaHutabolon, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Danau ini dikelilingi tujuh kabupaten: Simalungun, Karo, Toba Samosir, Tapanuli Utara, Dairi, Humbang Hasundutan, dan Samosir. Dari ketujuhnya, kabupaten terakhir yang disebut memiliki destinasi paling komplet.

Itu menjadi alasan saya membawa keluarga ke Parbaba. Selain ingin menikmati keindahan Danau Toba, banyak destinasi ‘ajaib’ lainnya yang berada di sekitar Parbaba. “Saya ingin menjajal semuanya,” gumam saya dalam hati saat dalam perjalanan menaiki mobil pribadi.

Berangkat pukul 10.00 WIB dari Kota Medan mengambil rute via Kabupaten Karo. Sekitar pukul 19.00 WIB tibalah kami di Pantai Pasir Putih Parbaba. Langit sudah gelap, niat menikmati senja pun lenyap.

Angin bertiup sangat kencang saat itu. Deburan ombak danau menghatami badan-badan kapal yang tengah tertambat. Akhirnya kami memilih langsung masuk penginapan.

Tak ada penginapan mahal di Parbaba, tarif mulai dari Rp75 ribu hingga Rp300 ribu dengan kualitas dan pelayanan yang baik. Bahkan bisa gratis jika mendirikan tenda sendiri di dekat pantai. Sangat cocok untuk anak zaman now yang gandrung traveling.

Pagi hari, dua bocah kesayangan: Azzam dan Attaya membangunkan saya dan ibunya. Tak sabar mereka ingin bermain air.

Begitu mendekati pantai, istri saya, Mimi terkagum campur heran. “Loh danaunya kok berombak? Kok ada pasirnya seperti di pantai? Airnya sangat bersih dibanding di sisi lain Danau Toba?.”

Pertanyaan dilontarkan bertubi-tubi pada saya dalam hitungan detik. Tapi saya maklum, ini adalah pengalaman pertama istri dan anak-anak saya bawa ke Pantai Pasir Putih Parbaba. Sisi lain Danau Toba sudah pernah mereka jajal seperti Parapat Kabupaten Simalungun, Tongging Kabupaten Karo, Lumban Bulbul Kabupaten Tobasa, dan Tomok di Kabupaten Samosir.

Bahkan saat hamil anak kami yang pertama, Azzam, istri ngidamnya mandi di Danau Toba. Saya kabulkan dan dia senang bukan kepalang. Mungkin itu sebabnya istri dan anak-anak selalu senang di ajak jalan-jalan ke Danau Toba.

Namun liburan ke Danau Toba yang kali ini membuat istri benar-benar tercengang. Saya sendiri sudah berkali-kali ke Pantai Pasir Putih Parbaba. Dari cerita masyarakat setempat Parbaba memang punya ‘keajaiban’ yang tidak dimiliki tempat lain.

 Soal pasir putih tidak bisa terjelaskan oleh masyarakat. Karena sejak mereka dan pendahulu-pendahulu mereka tinggal, di Parbaba sudah memiliki pasir putih berkilau bak di pantai. Namun masyarakat setempat sepakat tidak boleh mengeruk pasir di sekitar danau untuk di bawa ke tempat lain.

Mereka khawatir pasir habis dan daya tarik Pantai Pasir Putih Parbaba akan hilang.

Terkait ombak, warga sekitar menyebut letak Parbaba yang berhadapan dengan Bukit Pusuk Buhit, dataran tertinggi di sekitar Danau Toba, membuat angin berhembus kencang dan menyebabkan air danau bergulung-gulung seperti ombak.

“Semakin sore maka semakin kencang angin dan makin besar ombaknya,” ujar warga setempat.

Itulah sebabnya kapal wisata di Parbaba tidak boleh bertingkat  dua seperti di Tomok dan Parapat. Karena khawatir terjangan angin membuat kapal terbalik.

Begitu melihat danau berair jernih dan berpasir, anak-anak langsung nyebur. Tapi saya ingatkan bahwa jadwal mandi hanya sampai pukul 12.00 WIB. Karena ada tempat ajaib lain yang akan kami datangi dari siang hingga sore.

Pusuk Buhit dan Aek Rangat

Menikmati Keajaiban Danau Toba dari Pantai Pasir Putih ParbabaIDN Times/Arifin Al Alamudi

Keajaiban lain yang saya maksud adalah Pemandian Aek Rangat dan Bukit Pusuk Buhit. Keduanya bisa dilihat dari tepi Pantai Pasir Putih Parbaba. Jika cuaca cerah, Pusuk Buhit akan terlihat sangat gagah, bak gunung menantang danau.

Konon katanya Pusuk Buhit adalah tempat diturunkannya orang Batak pertama dimuka bumi. Melalui sambaran petir, Raja Mula Nabolon (Raja pertama suku Batak) lahir di atas Pusuk Buhit. Hingga kini Pusuk Buhit masih dianggap sakral bagi warga Batak Toba.

Namun bagi milenial, Pusuk Buhit adalah destinasi wisata baru yang menantang. Setelah Gunung Sinabung meletus tahun 2010, para pendaki di Sumut seperti kehilangan tujuan pendakian. Sejumlah orang berusaha mencari pendakian baru dan akhirnya sekitar 2014 dibukalah pendakian ke Pusuk Buhit.

Meski bukan gunung, Pusuk Buhit cepat viral karena memiliki view Danau Toba yang memikat. Bagi para pemburu sunrise, tempat ini tentu tak boleh dilewatkan.

Di bagian punggung Pusuk Buhit, ada tanah seperti terkeruk dengan diameter yang sangat luas berwarna putih, itulah Aek Rangat. Artinya adalah air panas.

Aek Rangat asal mulanya adalah mata air dengan suhu yang panas dan berbau belerang, seperti yang ada di bawah kaki-kaki gunung merapi. Pusuk Buhit bukan gunung, hanya bukit biasa namun mengeluarkan mata air panas berbau belerang. Itulah mengapa warga menyebutkan keajaiban.

Lokasi ini akhirnya dikelola warga menjadi pemandian air hangat. Sebagian orang datang ke sini untuk menyembuhkan penyakit kulit. Tak sedikit pula yang datang hanya untuk berendam dan menghangatkan tubuh dari dinginnya cuaca di sekitar Samosir.

Namun sayang kedua tempat ini tak sempat kami kunjungi. Pertama, mengingat perjalanan menuju Pusuk Buhit memakan waktu cukup lama. Kedua, bau belerang yang menyengat akan sulit hilang dan membuat pengap mobil saat perjalanan pulang.

Danau di Atas Danau

Menikmati Keajaiban Danau Toba dari Pantai Pasir Putih ParbabaIstimewa/samosirwisata.wordpress.com

Lalu, saya putuskan membawa keluarga pada keajaiban Samosir yang lain. Bernama Danau Sidihoni yang artinya danau di atas danau. Samosir di kelilingi Danau Toba, anehnya di dataran tinggi pulau Samosir ada danau lagi. Itulah sebabnya warga menyematkan nama danau di atas danau.

Butuh waktu sektiar 45 dari Pantai Pasari Putih Parbaba ke Danau Sidihoni. Diameternya tidak terlalu luas, hanya sekitar 100 meter persegi. Namun pemandangan danau dikelilingi rumput hijau saat sore hari sangat memukau.

Tak heran banyak warga sekitar yang datang untuk menikmati senja. Belakangan, para traveler dari berbagai kota juga tak kalah banyak memadati tempat ini.

Puas mengabadikan sunset dan berswafoto di tempat ini, kami beranjak kembali ke Medan.

Andaikan Samosir Punya Bus Khusus Wisatawan

Menikmati Keajaiban Danau Toba dari Pantai Pasir Putih ParbabaIDN Times/Arifin Al Alamudi

Di perjalanan pulang, sedikit terjadi kemacetan di jalan karena padatnya sepeda motor dan mobil pribadi. Di tengah kemacetan saya mulai berpikir, mengapa tidak ada transportasi massal yang melayani wisatawan dari satu destinasi ke destinasi lain?

Pantai Pasir Putih Parbaba bisa dibilang sebagai sentral dari sejumlah lokasi wisata di Samosir. Tempat ini dikelilingi oleh Tuktuk, Danau Sidihoni, Pangururan, Pusuk Buhit, Aek Rangat, Air Terjun Efrata, Menara Pandang Tele, dan lain-lain.

Namun sayang belum ada transportasi massal seperti bus keliling atau Damri yang khusus mengantar wisatawan dari destinasi satu ke destinasi lain di Samosir. Sebagian besar wisatawan lokal menggunakan kendaraan pribadi.

Wisatawan asing biasanya memakai jasa angkutan umum berkapasitas 12 orang dari Tomok-Tuktuk-Simanindo- Pangururan. Ini adalah transportasi umum, bukan khusus wisatawan. Sehingga tidak bisa membawa wisatawan ke destinasi wisata yang ia inginkan dan kondisi angkutan juga seadanya.

Ada pula yang menyewa sepeda motor dari Tomok untuk berkeliling Samosir. Namun kendaraan yang disewa harus dipulangkan sebelum malam tiba.

Keberadaan bus wisata tentu akan menambah daya tarik wisatawan dan membuat destinasi wisata yang tidak terjangkau angkutan umum menjadi lebih dikenal.

Itulah sejumlah keajabaian destinasi wisata di Samosir yang tidak dimiliki kabupaten lain di sekitar Danau Toba. Tak heran kini Danau Toba ditetapkan menjadi destinasi Super Prioritas oleh Presiden Joko Widodo.(*)

Baca Juga: Tersedia Wi-Fi Gratis, Pengunjung Geosite Sipinsur Meroket 500 Persen

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya