Comscore Tracker

Mengintip Keindahan Taman Seribu Bunga Desa Raya Kabupaten Karo

Pernah masuk daftar Desa BRILian terbaik tahun 2021

Salah satu destinasi wisata baru di Kabupaten Karo adalah Taman Seribu Bunga. Berada di Desa Raya Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, Sumatra Utara.

Destinasi baru ini setiap harinya ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal untuk menikmati keindahan alam dan aneka macam bunga dengan ribuan warna-warni. Ada pula bangunan duplikat ala Menara Eiffel, Paris, Prancis dan hidangan berbagai ragam kuliner produksi lokal. Membuat pengunjung betah berlama-lama.

Untuk mencapai Taman Seribu Bunga bisa diakses okeh kenderaan roda empat maupun roda dua. Jika dari Kota berastagi hanya butuh waktu sekitar 15 menit. Dari Kota Kabanjahe juga membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Tiket masuk tergolong ekonomis, bagi pengunjung hanya dikenakan tiket masuk Rp5 ribu per orang. Area parkir kenderaan juga memadai dan nyaman serta sambutan yang hangat dan ramah dari masyarakat sekitar yang sebagian besar telah sadar akan pentingnya penerapan sapta pesona terhadap wisatawan yang berkunjung.

Destinasi wisata ini dikelola oleh BUMdes Arih Ersada didukung pemerintahan desa serta dukungan dari berbagai pihak. Pada tahun 2019, BUMDes Arih Ersada Desa Raya berhasil menjadi BUMDes terbaik pertama tingkat Provinsi Sumatera Utara. Kemudian pada tahun 2021, desa ini juga menduduki peringkat 13 terbaik dari 1.000 desa dalam sebuah program penilaian desa yang bertajuk Desa BRILian 2021 Batch-1.

Desa Raya menjadi satu-satunya dari Sumatra Utara yang penerima Penghargaan 20 Desa Terbaik Tingkat Nasional Desa BRILian.

Yuk intip keindahannya:

Baca Juga: Mengenal Hutanta Coffe, Pionir Coffee Shop Modern di Kabupaten Toba

Mengintip Keindahan Taman Seribu Bunga Desa Raya Kabupaten KaroTaman Seribu Bunga di Desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. (Dok. FB Taman Seribu Bunga)

Vivi, pengelola Taman Seribu Bunga bercerita taman ini berada di lahan seluas 4,5 hektare. Lahan ini merupakan milik keluarga orangtuanya, Raymond Ketaren. Keluarga ini menyediakan lahannya untuk dikelola oleh BUMDes sebagai salah satu usaha desa melalui objek wisata taman bunga.

Arih Ersada, katanya, berarti musyawarah mufakat. Ini menggambarkan bahwa komitmen, kebersamaan, dan kolaborasi masyarakat bersama pemerintah desa, disadari sebagai faktor yang sangat menentukan berhasil tidaknya usaha-usaha yang dijalankan melalui BUMDes, untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian desa. Termasuk pengelolaan dan masa depan Taman Seribu Bunga ini.

Bukti nyata komitmen dan semangat pengelolaan BUMDes ini untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan dan kemandirian melalui pengelolaan desa wisata bukan kaleng-kaleng. BUMDes Arih Ersada Desa Raya berhasil menjadi BUMDes terbaik pertama tingkat Provinsi Sumatera Utara pada tahun 2019 yang lalu.

Kemudian pada tahun 2021, desa ini juga menduduki peringkat 13 terbaik dari 1.000 desa dalam sebuah program penilaian desa yang bertajuk Desa BRILian.

Desa BRILian adalah sebuah program desa percontohan dari Bank BRI, yang diperuntukkan bagi desa yang dianggap tanggap, tangguh, dan tetap berinovasi di masa pandemi. Desa-desa BRILian ini dipandang bisa menginspirasi desa lainnya untuk maju dan mensejahterakan masyarakatnya.

Selama program berlangsung, ratusan desa mendapat literasi dasar, digital, dan bisnis dengan melibatkan para aparat, tokoh masyarakat, serta BUMDes di masing-masing desa.

Vivi bercerita, rata-rata tingkat kunjungan wisatawan ke lokasi ini pada hari biasa mungkin sekitar 100-200 orang per hari. Namun, pada akhir pekan bisa mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

Biaya masuk ke lokasi ini juga cukup murah, yakni hanya Rp5 ribu per orang. "Biaya ini diperuntukkan sebagai salah satu sumber pendanaan pembangunan sarana prasarana di lokasi taman bunga maupun untuk perawatan bunga-bunga yang memenuhi area taman, di samping dukungan dana desa," jelasnya.

Mengintip Keindahan Taman Seribu Bunga Desa Raya Kabupaten KaroTaman Seribu Bunga di Desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. (Dok. FB Taman Seribu Bunga)

Selain menikmati bunga-bunga sambil berfoto ria di tempat ini, kamu juga bisa menikmati sajian makanan dan minuman yang disajikan pada cafe yang ada di tengah taman ini.

Ada miniatur menara Eiffel, kincir angin seperti di Amsterdam, dan juga jembatan gantung, yang bisa jadi spot menarik untuk berfoto. Ada juga tempat menyewa kostum untuk berfoto, harga sewanya Rp25 ribu per stel dan bisa dipakai selama yang kita mau saat menikmati alam di tempat ini.

Sebagai sebuah rintisan, Taman 1.000 Bunga bisa membantu lahirnya inspirasi, perluasan wawasan, dan motivasi peningkatan kinerja bagi desa-desa lainnya di Tanah Karo secara umum, untuk juga mengusahakan yang terbaik bagi desanya.

Mengintip Keindahan Taman Seribu Bunga Desa Raya Kabupaten KaroTaman Seribu Bunga di Desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. (Dok. FB Taman Seribu Bunga)

Deby, seorang pengunjung asal Kota Kabanjahe mengatakan sangat terkesan dengan tempat wisata baru ini.

“Tempatnya sangat bagus dan cocok untuk bersantai mengisi liburan disamping itu view-nya juga sangat indah dan semoga kedepannya sarana maupun prasarana di lokasi objek wisata berbasis desa ini bisa lebih tertata lebih rapi lagi dan lebih baik lagi,” ujarnya.

Seputar Desa BRILian

Mengintip Keindahan Taman Seribu Bunga Desa Raya Kabupaten KaroTaman Seribu Bunga di Desa Raya Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara. (Dok. FB Taman Seribu Bunga)

Program Desa BRILian adalah Desa binaan BRI yang memiliki seluruh atau kombinasi dari empat aspek utama. Mulai dari BUMDes aktif sebagai penggerak ekonomi desa, digitalisasi yang terimplementasi di desa yang menggunakan produk BRI (BRILink, Web Pasar, Stroberi).

Juga aspek inovasi sebagai desa kreatif yang memecahkan masalah kemasyarakatan dan sosial desa. Terakhir adalah sustainability sebagai desa yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui sektor usaha unggulan desanya. 

Dengan melihat aspek tersebut, Pada tahun 2021, BRI menyeleksi 1.000 desa terpilih untuk menjadi Desa BRIlian.

Tujuan adanya Desa BRIlian yaitu pertama, meningkatkan kualitas pengelolaan desa yang menginspirasi untuk memajukan desa dan BUMDes. Kedua, bentuk penghargaan yang akan menampilkan desa yang berkepedulian sosial, menggerakan perubahan, dan berperan inovatif memotivasi orang di sekitarnya untuk maju.

Ketiga, menyebarluaskan informasi pemberdayaan masyarakat yang sudah dilakukan oleh BRI (influencer BRI). Keempat, memperkuat posisi BRI sebagai Bank yang peduli kepada desa dan masyarakat desa. Kelima, sebagai salah satu tools mantri dalam membina dan mendekatkan diri (engagement) kepada seluruh komponen masyarakat di Desa.

Untuk mencapai tujuan di atas, desa yang lolos seleksi dalam Program Desa BRIlian nantinya akan diberikan edukasi dan pendampingan. Literasi dasar yang pasti diberikan mencakup inklusi keuangan yaitu pengenalan produk dan jasa perbankan dan manajemen keuangan dasar (akuntansi sederhana). 

Literasi bisnis yang mencakup peningkatan kapasitas manajerial, legalitas, budaya inovasi, pemahaman industri dan pasar, kepemimpinan, pola pikir jangka panjang, skala usaha serta diberikan kebutuhan para pelaku UMKM sesuai dengan tema kegiatan BRIncubator (Kegiatan Pemberdayaan BRI) yang terdiri dari Go Modern, Go Digital, Go Online, Go global. 

Untuk Kepala Desa dan Anggota BPD fokusnya adalah pemberian literasi dalam penyusunan RPJMDes. Untuk Pengurus BUMDes fokusnya adalah di literasi inovasi, sociopreneur, digitalisasi dan laporan keuangan dasar serta akuntabilitas keuangan dan penggunaan produk/layanan BRI.

Untuk ibu-ibu PKK dan komunitas lain adalah untuk inklusi keuangan, manajemen keuangan, dan survei online UMKM Naik Kelas.

Dengan adanya literasi ini, diharapkan desa-desa bisa menyusun peta jalan (roadmap) pembangunan yang sesuai dengan potensi desa. Termasuk mengenai transparansi sistem keuangan desa dan menciptakan pemimpin yang transformatif dan kolaboratif. 

Nantinya desa-desa yang menerapkan arahan dan pendampingan selama mengikuti Program Desa BRIlian diharapkan layak dijadikan percontohan untuk desa lainnya. 

Baca Juga: Ajinembah Coffee, 2 Tahun Beruntun Masuk UMKM Export BRILianpreneur  

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya