Ramadan selalu punya caranya sendiri untuk mengubah suasana. Di Jalan Abdullah Lubis, perubahan itu terlihat jelas. Menjelang magrib, pelataran Masjid Al Jihad mulai ramai bukan hanya oleh orang yang datang untuk berbuka, tetapi juga pedagang takjil di sekitar yang sibuk melayani jemaah dan warga. Aktivitas ini membuat kawasan sekitar masjid seketika hidup, seolah ada denyut ekonomi yang muncul bersamaan dengan semangat Ramadan.
Ada yang duduk bersandar sambil memainkan ponsel, ada yang ngobrol kecil menunggu azan, ada panitia yang mondar-mandir memastikan takjil cukup, dan ada pula orang yang membeli jajanan untuk berbuka. Kehangatan ini membuat Al Jihad terasa seperti rumah bagi siapa saja, sekaligus menjadi pusat interaksi sosial dan ekonomi setiap sore Ramadan.
Oleh karena itu, dari strategis dan menariknya lokasi masjid ini, berikut lima fakta unik yang menggambarkan wajah Masjid Al Jihad selama puluhan tahun berdiri. Mari simak!
