Berbicara wisata di Sumatera Utara, nama Danau Toba, Berastagi, atau Medan pasti jadi yang pertama terlintas di benakmu.Tapi, jauh di ujung selatan provinsi ini, tersimpan daerah yang seringkali terlupakan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sering terlewat dari peta wisata populer kita, Madina adalah contoh nyata dari destinasi yang underrated.
Status ini bukan sekadar klaim, melainkan kesimpulan yang bisa ditarik dari data. Jika kita melihat data pariwisata resmi yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), indikator seperti tingkat penghunian kamar hotel dan rata-rata lama menginap tamu biasanya didominasi oleh destinasi-destinasi utama di Sumut. Mandailing Natal, meskipun memiliki aset budaya dan sejarah yang luar biasa, secara statistik menunjukkan performa yang jauh di bawah standar, menjadikannya bukti sempurna dari potensi yang belum tergarap.
Penyebab utamanya adalah aksesnya yang menantang. Namun, inilah yang menjadi berkah tersembunyi yang menjaga keaslian budaya, sejarah, dan kulinernya dari gerusan pariwisata. Mengunjungi Mandailing Natal bukan cuma liburan biasa, tapi juga petualangan yang menantang sekaligus memuaskan. Ini idaman perjalanan untuk para penjelajah sejati yang mencari pengalaman otentik.
Bagi kamu yang berjiwa petualang dan bosan dengan destinasi yang itu-itu saja, berikut adalah lima alasan mengapa Mandailing Natal yang underrated ini, layak menjadi tujuanmu selanjutnya.