Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi paspor (pexels.com/nappy)
ilustrasi paspor (pexels.com/nappy)

Intinya sih...

  • Paspor Afghanistan hanya memberikan akses ke sekitar 40 negara, sebagian besar butuh visa on arrival karena konflik politik dan minimnya hubungan diplomatik.

  • Paspor Irak terbatas hanya bisa mengakses sekitar 42 negara karena masalah terorisme, instabilitas politik, dan kondisi sosial yang rumit.

  • Perang berkepanjangan membuat paspor Yaman hanya bisa diakses oleh pemegangnya ke 47 negara dengan sebagian besar tetap perlu urus visa.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Punya paspor memang jadi syarat wajib untuk bepergian ke luar negeri. Tapi sayangnya, gak semua paspor punya “kekuatan” yang sama. Ada paspor yang bikin pemiliknya bebas jalan-jalan ke puluhan negara tanpa ribet urusan visa. Tapi ada juga paspor yang justru bikin repot karena aksesnya sangat terbatas.

Akibatnya, pemegang paspor ini harus ekstra usaha kalau mau traveling, entah karena syarat visa yang ribet, biaya tambahan, atau bahkan larangan masuk ke negara tertentu. Paspor dianggap lemah bukan hanya karena jumlah negara yang bisa dikunjungi terbatas, tapi juga karena faktor keamanan, stabilitas politik, hingga hubungan diplomatik.

Kalau kamu kebetulan lahir di negara dengan paspor yang masuk kategori lemah, otomatis perjalanan internasionalmu jadi lebih ribet dibanding mereka yang pegang paspor kuat. Biar lebih paham, berikut daftar 10 negara dengan paspor paling lemah di dunia pada 2025.

1. Afghanistan

ilustrasi bendera negara Afghanistan (commons.wikimedia.org/BlinxTheKitty)

Paspor Afghanistan sudah lama menduduki peringkat terlemah di dunia. Pemegangnya hanya bisa bepergian ke sekitar 40 negara, itupun sebagian besar butuh visa on arrival.

Faktor utama kelemahannya adalah konflik politik berkepanjangan, kehadiran Taliban, dan minimnya hubungan diplomatik dengan negara lain. Traveling dengan paspor ini hampir selalu penuh tantangan.

2. Irak

ilustrasi bendera negara Irak (pexels.com/Engin Akyurt)

Paspor Irak juga masuk daftar paling lemah karena aksesnya terbatas hanya ke sekitar 42 negara. Masalah terorisme, instabilitas politik, dan kondisi sosial yang rumit membuat pemegang paspor ini sulit bergerak bebas. Bahkan untuk masuk ke negara-negara besar seperti AS atau Eropa, pemegang paspor Irak harus melewati proses visa yang super ketat.

3. Yaman

ilustrasi bendera negara Yaman (freepik.com/www.slon.pics)

Perang berkepanjangan membuat paspor Yaman kehilangan banyak “nilai”. Hanya ada 47 negara yang bisa diakses pemegangnya, dan sebagian besar tetap perlu urus visa.

Hubungan diplomatik dengan negara maju juga terbatas, sehingga perjalanan internasional jadi rumit. Bahkan beberapa penerbangan internasional pun sulit ditemukan dari Yaman.

4. Eritrea

ilustrasi bendera negara Eritrea (freepik.com/wirestock)

Meski bisa mengakses 53 negara, paspor Eritrea tetap dikategorikan lemah. Ekonomi negara ini sedang terpuruk dan tingkat kebebasan warganya rendah. Banyak negara menaruh kecurigaan pada pemegang paspor Eritrea karena alasan politik maupun keamanan, sehingga akses ke negara maju tetap sulit.

5. Pakistan

ilustrasi bendera negara Pakistan (unsplash.com/Hamid Roshaan)

Paspor Pakistan memberikan akses ke sekitar 46 negara. Faktor utamanya adalah masalah keamanan dalam negeri, kemiskinan, dan kekhawatiran bahwa pemegang paspor bisa menyalahgunakan visa untuk tinggal lebih lama di negara tujuan. Banyak negara Barat memberlakukan aturan ketat bagi pemegang paspor Pakistan.

6. Suriah

ilustrasi bendera negara Suriah (pexels.com/Ahmed akacha)

Konflik bersenjata dan ancaman terorisme bikin paspor Suriah nyaris tak berguna untuk bepergian bebas. Pemegangnya hanya bisa masuk ke sekitar 39 negara tanpa ribet, selebihnya butuh visa dengan syarat panjang. Bahkan beberapa negara secara terang-terangan melarang masuk warga Suriah dengan paspor biasa.

7. Korea Utara

ilustrasi bendera negara Korea Utara (unsplash.com/Micha Brändli)

Paspor Korea Utara jarang dipakai karena warganya sendiri hampir tidak diizinkan bepergian ke luar negeri. Secara teknis, pemegang paspor ini bisa masuk ke sekitar 52 negara, tapi kenyataannya izin perjalanan hanya bisa didapat dengan persetujuan pemerintah. Jadi walaupun punya paspor, tetap saja pergerakan warganya sangat terbatas.

8. Somalia

ilustrasi bendera negara Somalia (pexels.com/ibrahim sakhawi)

Paspor Somalia termasuk lemah karena hanya bisa mengakses sekitar 46 negara. Kondisi keamanan yang buruk, kemiskinan, serta pemerintah yang gak stabil jadi alasan utama. Beberapa negara besar bahkan menolak mengakui paspor Somalia, sehingga akses internasional semakin terbatas.

9. Libya

ilustrasi bendera negara Libya (freepik.com/www.slon.pics)

Paspor Libya cuma memberi akses ke 52 negara. Masalahnya, negara ini masih dilanda konflik internal dan pemerintahan yang tidak stabil.

Karena itu, banyak negara lain ragu memberi kebebasan masuk bagi pemegang paspor Libya. Hampir semua negara Eropa dan Amerika meminta visa ketat.

10. Iran

ilustrasi bendera negara Iran (pexels.com/Engin Akyurt)

Meski punya akses ke 55 negara, paspor Iran tetap masuk kategori lemah. Hubungan diplomatik yang tegang dengan negara-negara Barat jadi penghalang besar.

Hampir semua perjalanan ke Amerika Serikat atau Eropa butuh proses visa panjang. Selain itu, faktor keamanan domestik juga bikin negara ini kurang ramah untuk akses internasional.

Punya paspor lemah memang bikin repot, apalagi kalau kamu suka traveling ke luar negeri. Mulai dari proses visa yang ribet, biaya tambahan, hingga kemungkinan ditolak masuk ke negara tujuan jadi tantangan besar. Itulah kenapa paspor sering disebut sebagai “kekuatan tersembunyi” yang bisa menentukan mobilitas seseorang di dunia internasional.

Kalau kamu kebetulan lahir di negara dengan paspor kuat, bersyukurlah karena itu sebuah privilese besar. Sebaliknya, kalau berasal dari negara dengan paspor lemah, biasanya perlu usaha ekstra, termasuk mungkin mempertimbangkan opsi paspor kedua lewat jalur investasi atau keturunan. Intinya, paspor bukan sekadar buku kecil warna-warni, tapi cerminan hubungan diplomatik dan kekuatan politik sebuah negara.

Sumber:

https://nomadcapitalist.com/global-citizen/the-10-worst-passports-and-why-they-dont-matter/

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team