Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSMS vs Adhyaksa FC: Tutup Laga Kandang Pamungkas dengan Manis
Selebrasi pemain PSMS usai menjebol gawang Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumut, Minggu (11/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)
  • PSMS Medan siap menutup laga kandang terakhir musim ini dengan kemenangan meski sudah aman dari degradasi, hanya Antoni Putro Nugroho yang absen karena kartu merah.
  • Pelatih Eko Purdjianto ingin menjaga rekor kandang PSMS tetap bersih dari kekalahan dan berjanji tampil maksimal demi suporter yang selalu setia mendukung.
  • Adhyaksa FC datang ke Medan dengan tekad mempertahankan posisi puncak klasemen, meski kehilangan satu pemain akibat kartu merah dan mengakui laga ini sebagai ujian terberat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- PSMS Medan akan menjalani laga kandang terakhirnya musim ini di Stadion Utama Sumatra Utara. Adhyaksa FC datang untuk kedua kalinya musim ini pada lanjutan putaran 3 Championship musim 2025/2026, Sabtu (25/4/2026) malam. Meski laga tak lagi menentukan, Ayam Kinantan mengincar kemenangan.

Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, mengatakan timnya hampir seluruhnya bisa turun. Kecuali Antoni Putro Nugroho yang dihukum kartu merah pada laga sebelumnya.

“Untuk menghadapi Adhyaksa FC besok malam, pemain siap. Pasca pertandingan melawan Sriwijaya FC tidak ada yang akumulasi, hanya Saddam Hi Tenang yang belum 100 persen. Tapi kita masih punya pemain lain dan siap menampilkan permainan yang baik serta hasil yang baik juga,” ujar Eko, Jumat (24/4/2026).

1. Maksimalkan dua laga sisa

Pelatih PSMS Eko Purdjianto bersama M Farhan jelang laga kontra Adhyaksa FC (dok.PSMS)

Eko mengatakan, akan memaksimalkan 2 laga sisa meskipun PSMS sudah aman dari degradasi. Menutup laga kandang dengan kemenangan menjadi harga mati.

“Tetap kita maksimalkan dua pertandingan ini. Kita tutup musim ini dengan hasil kandang yang bagus. Walaupun laga terakhir kita ke Persiraja, kita akan tetap maksimal,” tegasnya.

Rotasi pemain juga terbuka. Para pemain yang belum turun kemungkinan bisa tampil. “Ada beberapa pemain yang belum main, kita akan lihat performa mereka di latihan sesuai skema kita. Semua tergantung kebutuhan di lapangan besok,” jelasnya.

2. Tak mau ternoda kekalahan di kandang

Gelandang PSMS Clayton saat bersua Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumut, Minggu (19/4/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Eko juga tak mau mengecewakan suporter. Meski PSMS belum mampu menembus papan atas musim ini. “Ini laga kandang terakhir kita. Kita ingin tutup dengan hasil bagus. Suporter luar biasa dalam mendukung, mudah-mudahan tetap hadir dan kita bisa berikan hasil maksimal,” tambahnya.

PSMS punya rekam jejak bagus atas pemuncak klasemen grup 1 ini. Adhyaksa FC belum berhasil mengalahkan PSMS musim ini. Di kandang Adhyaksa ditahan PSMS 1-1. Sementara saat tandang, PSMS menumbangkan Adhyaksa FC 1-0 lewat gol tunggal Aryanto Maring.

Eko tak ingin Stadion Utama Sumatra Utara ternoda dengan kekalahan. Satu-satunya kekalahan di kandang saat bersua Persekat. “Stadion ini kebanggaan kita. Jangan sampai ada lawan yang bisa ambil poin di sini. Kami ingin memastikan kandang tetap jadi tempat yang angker,” ungkapnya.

Gelandang PSMS Muhammad Farhan Rahman, menegaskan juga siap tampil all out. Pemain siap tampil habis-habisan. “Alhamdulillah minggu ini kami sudah melakukan persiapan maksimal. Besok kami akan tampil habis-habisan untuk memenangkan pertandingan,” ucap Farhan.

3. Tekad Adhyaksa FC untuk pertahankan puncak

Pelatih Adhyaksa FC Ade Suhendra dan pemainnya Makan Konate (IDN Times/Muhammad Saifullah)

Di kubu lawan, Adhyaksa FC saat ini hanya terpaut satu poin (47 poin) dari runner-up, Garudayaksa FC. Adhyaksa datang dengan tekad bulat mencuri poin penuh. Pelatih Ade Suhendra memastikan timnya dalam kondisi siap tempur meski kehilangan satu pemain penting.

“Untuk persiapan alhamdulillah berjalan dengan baik. Semua pemain dalam kondisi bagus, hanya Brian yang tidak bisa tampil karena kartu merah. Mudah-mudahan apa yang kita siapkan bisa maksimal dan kita mendapatkan hasil yang diinginkan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026) saat sesi temu pers jelang pertandingan.

Ia mengakui PSMS bukan lawan sembarangan, namun Ade tetap menegaskan timnya tidak gentar.

“PSMS adalah tim yang bagus, dari segi pemain, pelatih, semuanya. Tapi ini bukan beban bagi kami. Justru ini pertandingan penting bagi kami karena sangat mempengaruhi peluang ke Liga 1. Kami akan coba segala cara untuk mendapatkan tiga poin,” tegasnya.

Ade juga menyebut laga di Medan sebagai ujian terberat dalam sisa pertandingan.“Mungkin ini yang terberat karena kita main di Medan. Kita tahu kualitas mereka. Tapi mudah-mudahan kita bisa ambil poin maksimal dan tetap di peringkat satu,” pungkasnya.

Editorial Team