Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kapten PSMS Kim Jeung-ho (IDN Times/Doni Hermawan)
Kapten PSMS Kim Jeung-ho (IDN Times/Doni Hermawan)

Intinya sih...

  • Kim optimis PSMS bisa kembali bersaing di tahun 2026

  • Keluarga dari Korea mendukung ke stadion dan rasa kebersamaan di tubuh PSMS

  • Kim menyebut fase ini jadi awal musim yang akan menjadi tantangan tersendiri

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- Kapten PSMS Medan Kim Jeung-ho, menyebut kemenangan 1-0 atas Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumatra Utara, Minggu (11/1/2026) sebagai momen penting dan awal kebangkitan tim di musim ini. Hasil tersebut menjadi kemenangan perdana PSMS di bawah kepemimpinan pelatih baru Eko Purdjianto.

“Ini adalah kemenangan pertama. Dengan pelatih baru, kami memulai sesuatu yang baru juga,” ujar Kim Jeung-ho usai pertandingan.

1. Memasuki tahun 2026, Kim optimis PSMS bisa kembali bersaing

Pelatih PSMS Eko Purdjianto bersama kapten Kim Jeung-ho (IDN Times/Doni Hermawan)

Bek asal Korea Selatan itu menilai memasuki tahun 2026, menjadi awal baru bagi PSMS. “Saya ingin mengatakan bahwa pada tahun 2026, stadion kandang yang baru ini akan membawa kemenangan,” katanya.

Kim Jeung-ho juga menegaskan kualitas skuad PSMS saat ini, yang dinilainya memiliki pemain-pemain teknis dan kompetitif. Menurutnya, secara tim PSMS tidak kalah dibandingkan klub lain.

“Kami punya pemain yang lebih teknis, pemain yang lebih baik. Tim kami tidak kalah dari pemain tim lain,” ujarnya.

Diketahui PSMS menurunkan para amunisi barunya di laga itu. Mereka membawa perubahan cukup signifikan pada permainan PSMS.

2. Keluarga dari Korea mendukung ke stadion

Keluarga Kim Jeung-ho mendukung PSMS ke Stadion Utama Sumut, Minggu (11/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Lebih dari sekadar taktik dan kualitas individu, Kim menekankan kuatnya rasa kebersamaan di tubuh PSMS. Ia menggambarkan tim sebagai satu keluarga yang saling mendukung, baik di dalam maupun di luar lapangan.

“Satu tim kami, satu keluarga. Tidak ada yang sendiri, kami selalu bersama. Bersama sebagai suporter, bersama sebagai keluarga, bersama sebagai tim,” tuturnya.

Kemenangan tersebut terasa semakin spesial bagi Kim karena keluarganya hadir langsung di stadion. Ia mengaku rindu dan merasa sangat bahagia bisa berbagi momen kemenangan bersama mereka.

“Keluarga saya datang ke stadion. Terima kasih semuanya. Saya sangat senang karena keluarga saya, saya rindu,” ucapnya dengan emosional.

Ia juga mengapresiasi dukungan suporter PSMS yang memadati stadion dan datang langsung menemui para pemain usai laga.

“Banyak sekali suporter yang datang menemui kami. Dukungan mereka sangat berarti,” katanya.

3. Anggap fase ini jadi awal musim kembali

Selebrasi pemain PSMS usai menjebol gawang Adhyaksa FC di Stadion Utama Sumut, Minggu (11/1/2026) (IDN Times/Doni Hermawan)

Menatap laga selanjutnya, Kim menyebut pertandingan ke depan akan menjadi tantangan tersendiri. Namun ia optimistis karena musim baru baru saja dimulai dan tim masih terus berkembang.

“Saya pikir sekarang adalah awal musim. Kita semua akan menjadi satu,” ujarnya.

Dengan pelatih baru dan intensitas latihan yang terus dijaga setiap hari, Kim Jeung-ho yakin performa PSMS akan semakin solid di pertandingan-pertandingan berikutnya.

Editorial Team