Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
PSMS Jaga Rekor Tanpa Kalah dari Persiraja, Tutup Musim di Urutan 7
Striker PSMS Felipe Cadenazzi merayakan gol ke gawang Persiraja pada laga penutup Championship musim 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Lampineung (dok.PSMS)
  • PSMS Medan menutup musim Championship 2025/2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Persiraja, mempertahankan rekor tak terkalahkan dari rivalnya sepanjang tiga pertemuan musim ini.
  • Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, tetap memimpin tim meski menerima kabar duka atas meninggalnya orangtua saat laga berlangsung dan mengapresiasi perjuangan maksimal para pemainnya.
  • Hasil imbang membuat PSMS finis di posisi ke-7 grup 1 dengan 36 poin, sementara Persiraja di urutan ke-5 dan Garudayaksa FC memastikan promosi ke Superleague musim depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times- PSMS Medan menjaga tren positifnya atas Persiraja di Championship musim 2025/2026. Pada laga penutup musim, Ayam Kinantan bermain imbang 1-1 kontra tuan rumah di Stadion H Dimurthala Lampineung, Sabtu (2/5/2026).

Bahkan PSMS nyaris membawa pulang tiga poin setelah sempat unggul lebih dulu menit ke-40 lewat Felipe Cadenazzi. Namun Pesiraja membalas lewat gol Asnawi Habib pada injury time 90+4

Ia juga menanggapi insiden kecil yang sempat terjadi di lapangan antara dua dan Kim Jeung-ho.

“Soal insiden biasa sesama teman, mungkin niatnya bagus, tapi kita beda bahasa saja jadi sempat ada sedikit gesekan. Tapi setelahnya selesai,” tambahnya.

Ketegangan memang sempat terjadi antara Jeong-ho Kim dan Erwin Gutawa lantaran sempat membuat pemain Persiraja menusuk pertahanan PSMS, sebelum akhirnya dilerai pemain lain. Situssi cepat mereda dan laga tetap berakhir tanpa insiden lanjutan.

Duel pemain PSMS Arianto Maring kontra pemain Persiraja pada laga penutup Championship musim 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Lampineung (dok.PSMS)

Bagi Persiraja hasil ini terasa pahit. Meskipun finish di atas PSMS, namun tak sekalipun mereka menang atas rival bebuyutannya itu dari tiga laga. Persiraja kalah dua kali dan teranyar hanya imbang. Pelatih PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengakui pertandingan berlangsung sengit dan penuh tekanan.

“Kita imbang 1-1, pemain sudah memberikan yang terbaik. Yang pasti kita berbagi angka dengan Persiraja dan kita syukuri satu poin. Pertandingan cukup seru,” ujar Eko.

2. Duka orangtua coach Eko meninggal

Duel pemain PSMS Clayton Da Silva kontra pemain Persiraja pada laga penutup Championship musim 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Lampineung (dok.PSMS)

Pada laga ini, Eko harus mendapat kabar duka di tengah laga. Oragtuanya meninggal dunia. Namun Eko tetap menunjukkan profesionalitasnya memimpin Ayan Kinantan melakoni laga pamungkas musim ini dengan baik.

“Yang pasti kecewa dengan hasil secara keseluruhan. Tapi kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Pemain ini tanggung jawab saya, manajemen kepada presiden klub. Mudah-mudahan ke depannya PSMS bisa lebih bagus lagi sesuai target lolos ke Liga 1 musim depan,” tegas Eko.

3. PSMS finish di urutan 7 klasemen

Duel striker PSMS Felipe Cadenazzi dengan pemain Persiraja pada laga penutup Championship musim 2025/2026 di Stadion H Dimurthala, Lampineung (dok.PSMS)

Sementa Kapten PSMS, Erwin Gutawa menilai tim sudah mengerahkan segalanya meski hasil akhir belum sesuai harapan. “Kami dari pemain sudah memainkan segalanya. Tapi lagi-lagi kita syukuri hasil ini bisa dapat satu poin,” kata Erwin.

Satu poin ini tak mengubah posisi PSMS di klasemen. PSMS finish di posisi 7 klasemen akhir grup 1 dengan 36 poi. Sementara Persiraja berada di peringkat ke-5 dengan 40 poin. Puncak klasemen jadi milik Garudayaksa FC yang memastikan tiket promosi ke Superleague musim depan.

Editorial Team