Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
2 Tahun Jadi Plt, Arya Sinulingga Resmi Pimpin PSSI Sumut
Arya Sinulingga resmi terpilih sebagai Ketum PSSI Sumut (dok.istimewa)
  • Arya Sinulingga terpilih aklamasi sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 setelah dua kandidat lain tidak melanjutkan pencalonan dalam KLB yang dihadiri Askab/Askot dan klub.
  • Arya menargetkan pembinaan sepak bola merata di 33 kabupaten/kota, dimulai usia 8–12 tahun melalui kompetisi rutin untuk melahirkan calon pemain timnas.
  • Selain pengembangan pemain, Arya ingin mencetak wasit berlevel FIFA dan segera menyusun kepengurusan profesional, dengan dukungan pemerintah daerah sebagai kebutuhan penting.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Setelah 2 tahun memimpin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Sumatra Utara sebagai Pelaksana Tugas (Plt), Arya Sinulingga resmi terpilih sebagai Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030 melalui Kongres Luar Biasa (KLB) di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Senin (12/10/2026). Arya terpilih secara aklamasi setelah dua kandidat lainnya Julius Raja dan Benny Tomasoa tidak melanjutkan pencalonan

Dari tiga nama yang sebelumnya lolos verifikasi berkas, hanya Arya yang bersedia melanjutkan proses pemilihan hingga akhir kongres. Ketua Komite Kongres Pemilihan Ketua PSSI Sumut, Indra Feriadi, menjelaskan bahwa panitia kembali meminta konfirmasi kesediaan para kandidat untuk maju dalam forum KLB.

"Sesuai dengan statuta yang ada jika calon ketua hanya satu maka secara aklamasi dan disetujui oleh forum maka Pak Arya terpilih menjadi Ketua PSSI Sumut periode 2026–2030,” kata Indra.

KLB tersebut dihadiri 33 Asosiasi Kabupaten/Kota (Askab/Askot) dan 15 klub yang berada di bawah naungan PSSI Sumut.

1. Arya ingin pembinaan pemain dimulai sejak usia 8 tahun

Arya Sinulingga resmi terpilih sebagai Ketum PSSI Sumut (dok.istimewa)

Usai terpilih, Arya mengaku tanggung jawab yang diembannya semakin besar. Jika sebelumnya menjalankan tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PSSI Sumut, kini ia harus memastikan program organisasi berjalan lebih terarah dan menjangkau seluruh wilayah Sumatera Utara.

Menurutnya, pembinaan sepak bola tidak bisa hanya berfokus pada pemain yang sudah berada di level senior. Fondasi untuk melahirkan pesepak bola berkualitas harus dibangun sejak usia dini.

“Ya perasaannya, tanggung jawab sepertinya semakin banyak. Kalau kemarin sebagai Plt kan programnya begitu saja. Kalau sekarang ini harus lebih rapi dan bagus dari kemarin, harus kejar target,” ujarnya kepada Mistar, Senin (12/10/2026).

Arya mengatakan, pembinaan perlu dilakukan secara menyeluruh di 33 kabupaten/kota di Sumut. Salah satu langkah yang ingin didorong adalah mengaktifkan kompetisi kelompok umur agar anak-anak memiliki kesempatan bermain secara rutin.

“Kalau saya jelas, saya mau Sumut itu melahirkan cikal bakal pemain timnas. Dari mana? Dari usia 8–12 tahun, hanya dengan begitulah kita bisa melahirkan pemain Timnas, gak bisa ujuk-ujuk di ujung, harus dari bawah, sehingga nanti setiap minggu sudah main bola terus di seluruh Sumut,” katanya.

Baginya, kompetisi usia muda menjadi bagian penting dalam proses pencarian dan pengembangan bakat. Dengan kesempatan bertanding secara rutin, potensi pemain di berbagai daerah diharapkan dapat terpantau sejak awal.

2. Tak hanya pemain, Arya ingin melahirkan wasit berlevel FIFA

Arya Sinulingga bersama Gubernur Sumut Bobby Nasution usai resmi terpilih sebagai Ketum PSSI Sumut (dok.Pemprov Sumut)

Selain pembinaan pemain, Arya juga menargetkan Sumut dapat menghasilkan wasit berkualitas hingga menembus level internasional.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, ia menilai dukungan pemerintah daerah dibutuhkan agar program pengembangan sepak bola dapat berjalan di berbagai kabupaten dan kota.

“Kemudian melahirkan wasit sampai ke level FIFA. Tapi ini semua tanpa dukungan pemerintah ini semua tidak mungkin. Jadi kita harap pemerintah daerah juga bisa dukung kita, karena ini hal yang baik juga untuk daerah,” ujarnya.

Target tersebut menjadi bagian dari agenda Arya dalam membenahi sepak bola Sumut selama periode kepemimpinannya. Pembinaan pemain muda, kompetisi yang berkelanjutan, dan pengembangan perangkat pertandingan menjadi sejumlah aspek yang ingin ia dorong.

3. Susun kepengurusan baru secara profesional

Arya Sinulingga (dok.PSSI Sumut)

Setelah terpilih, Arya menyatakan akan segera menyusun kepengurusan PSSI Sumut untuk periode 2026–2030. Ia ingin organisasi dikelola secara profesional seiring dengan perkembangan sepak bola yang dinilainya juga bergerak menjadi industri.

Namun, ia belum memastikan apakah Julius Raja dan Benny Tomasoa akan dilibatkan dalam kepengurusan mendatang.

“Dalam waktu dekat, kita susun dengan profesional karena sepak bola juga ke depan akan menjadi industri jadi visi misi kita juga harus profesional. Kalau untuk itu (melibatkan kandidat lain) saya belum melihat seperti apa kondisinya, belum kalau itu,” katanya.

Arya juga mengapresiasi keputusan Julius Raja yang mundur dari pencalonan dan menyebut proses pemilihan berlangsung tanpa paksaan maupun tekanan.

“Ya saya berterima kasih kepada Bang Julius, sudah menunjukkan sikap sportivitas, kita hargai dan semua baik, tidak ada paksaan dan tekanan. Jadi semua berjalan dengan baik dan damai,” tuturnya.

Dengan masa kepemimpinan hingga 2030, tantangan Arya berikutnya adalah menerjemahkan target tersebut ke dalam program nyata. Keberhasilan pembinaan nantinya tidak hanya ditentukan oleh munculnya pemain berbakat, tetapi juga oleh tersedianya kompetisi usia muda yang rutin dan merata di seluruh Sumatera Utara.

Curated For You

Editorial Team

Related Article