Di tengah pesatnya digitalisasi, risiko kebocoran data pribadi semakin nyata, tidak hanya di tingkat institusi, tetapi juga berawal dari kebiasaan sehari-hari yang kerap luput disadari. Data pribadi yang bocor rentan disalahgunakan dalam berbagai modus yang kerap menghiasi pemberitaan, mulai dari pendaftaran pinjaman online tanpa sepengetahuan pemilik data hingga hilangnya saldo dalam rekening bank secara tiba-tiba.
Kondisi ini menjadi pengingat kuat bagi VIDA, penyedia solusi digital identity dan fraud prevention terdepan di Indonesia, bahwa upaya perlindungan data harus dimulai dari akar permasalahan, yakni kesadaran individu.
Menjawab tantangan tersebut, VIDA meluncurkan gerakan literasi publik ‘#VIDAJagaKalian’, kampanye edukatif yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran terkait perlindungan data pribadi melalui isu-isu yang dekat dengan keseharian masyarakat, sekaligus mendorong terbentuknya kebiasaan baru dalam menjaga data dari risiko penyalahgunaan.
“Sebagian besar kebocoran data tidak hanya disebabkan oleh celah sistem, tetapi juga oleh kelalaian individu. Tanpa disadari, kebiasaan sederhana dapat membuka risiko penyalahgunaan data. Melalui kampanye #VIDAJagaKalian, kami berkomitmen membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan perilaku secara berkelanjutan agar data pribadi senantiasa terlindungi,” ujar Niki Luhur, Founder dan Group CEO VIDA.
