Comscore Tracker

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang Sejarah

Hilangnya mangrove dan kerusakan lingkungan jadi sebab utama

Medan, IDN Times - 2022 menjadi tahun terburuk banjir rob di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatra Utara. Banjir rob merendam kawasan itu lebih dari sepekan sejak Kamis (13/5/2022).

Ketinggian air laut yang masuk ke pemukiman disebut yang terparah sepanjang sejarah Belawan. Ini dibuktikan dengan kesaksian sejumlah warga yang lahir dan besar di Belawan. Ketinggian air lebih dari satu  meter.

"Dulu air pasang, tapi sekedar saja. Inilah yang terparah kalau menurut saya," ujar Ani, warga di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (19/5/2022).

Ani terpaksa pindah dari rumahnya di Medan Belawan ke Kelurahan Martubung karena tidak tahan dengan banjir rob yang kian intens dan parah. Rumah yang terendam banjir kini ditempati sang adik. Sejumlah tetangga Ani juga punya pilihan sama. Rumah mereka yang terendam banjir ditinggalkan. Memilih pindah ke tempat yang lebih baik.

Banjir Rob menyebabkan warga terhambat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Ibu rumah tangga yang biasa berjualan di seputaran rumah terpaksa berhenti karena tingginya air. 

Pemko Medan dikabarkan tengah melakukan kajian untuk membangun tanggul. Berupaya meminimalisir dampak banjir rob. Diprediksi, bakal menghabiskan dana triliunan rupiah termasuk biaya penanganan dampak sosial.

Pakar Kehutanan dari Universitas Sumatra Utara Onrizal mengatakan, langkah yang diambil pemerintah dengan membangun tanggul adalah solusi yang mahal. Menurut onrizal, yang harus dilakukan justru perbaikan kondisi lingkungan dan tata ruang di kawasan Medan Utara. 

“Apakah efektif (tanggul) itu, kita akan lihat seperti apa juga nanti. Yang jelas itu jauh lebih mahal, dibandingkan memulihkan kondisi lingkungannya. Kemudian, pemerintah harus melakukan tata ruang. Mana yang memang kawasan lindung yang berupa ekosistem alami. Yang  mana  memang boleh ada kegiatan budidaya atau permukiman. Karena kalau kita lihat, tata ruang di pesisir Belawan ini tidak jelas lagi,” ujar Onrizal.

Menurutnya, banjir rob yang kian tinggi disebabkan dari beberapa penyebab. Mulai dari hilangnya mangrove, industrialisasi dan perubahan iklim. 

Pesisir Belawan, kata Onrizal, sudah kehilangan mangrove sebanyak 90 persen dalam waktu 30 tahun terakhir. Merujuk pada penelitiannya yang memberikan fokus pada kondisi porak porandanya kondisi mangrove di pesisir Timur Sumatra.

“Kawasan mangrove banyak dikonversi. Baik menjadi tambak, permukiman, dan lainnya. Di sisi lain juga ada laju industrialisasi.  Ada pengambilan air tanah, vegetasinya hilang, secara alami tanahnya turun atau mengalami subsidensi (Land Subsidence). Sehingga dengan posisi relatif air laut tidak naik saja, ketika pasang, sering  terjadi rob. Karena tanahnya turun. Jadi dengan pasang yang memang sama, sekarang sudah tenggelam. Bentengnya mangrove, sudah hilang,” kata Onrizal.

Kondisi ini juga diperparah dengan laju perubahan iklim. Ini  membuat dampak perubahan iklim kian nyata. Kenaikan permukaan air laut membuat kedalaman air terus meningkat.

“Mangrove rusak itu tadi. Harusnya mampu menyimpan karbon, sekarang lepas. Sehingga meningkatkan emisi gas rumah kaca, sehingga semakin berat perubahan iklimnya,” katanya.

IDN Times mencoba mendokumentasikan potret  banjir rob yang cukup parah di beberapa kawasan Kecamatan Medan Belawan. Visualisasi ini menjadi contoh nyata ancaman serius, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim.

Air merendam kawasan dari siang hingga malam

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahSejumlah anak bermain di antara pemakaman umum yang terendam banjir rob di Kelurahan Belawan I, Kecamtan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (19/5/2022). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Warga yang tidak memiliki biaya hanya bisa pasrah rumahnya terendam

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahMasyarakat yang berpenghasilan lebih meninggikan rumahnya agar tidak terendam banjir rob. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Baca Juga: Banjir Rob Belawan, Petaka Hilangnya Mangrove Hingga Perubahan Iklim

Tidak sedikit warga yang memilih pindah dari Kecamatan Belawan karena banjir rob yang kian parah

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahRumah yang ditinggalkan pemiliknya karena terus-terusan direndam banjir rob yang kian parah di Kecamatan Medan Belawan. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Kegiatan perekonomian warga menjadi terganggu

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahPotret penjual minuman ringan tetap bertahan meski banjir rob menerjang kawasan tempatnya berjualan di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (19/5/2022). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Banjir rob berkepanjangan juga berpotensi menjadi penyebab berbagai penyakit

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahDua orang anak asyik bermain hingga mandi menggunakan air banjir rob yang menerjang pemukiman di kawasan Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (19/5/2022). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Data dari Pemko Medan, tidak kurang dari 20 ribu keluarga terdampak banjir rob

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahSeorang warga menggulung celananya sebelum masuk ke kawasan yang terendam banjir rob di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (19/5/2022). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Kerusakan lingkungan menjadi faktor penyebab banjir rob

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahBeberapa ekor kambing berdiri di atas makam yang sudah ditinggikan agar terhindar dari banjir rob di Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (19/5/2022). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Laju perubahan iklim juga memperburuk kondisi banjir rob di Belawan

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahSeorang anak bermain air saat banjir rob merendam kawasan Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kamis (19/5/2022). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Upaya konservasi lingkungan jadi langkah penting untuk memitigasi perubahan iklim

Potret Banjir Rob Belawan 2022, Terparah Sepanjang SejarahSejumlah anak-anak bermain di antara makam yang terendam banjir di kawasan Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Kamis (19/5/2022). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Baca Juga: Banjir Rob di Medan Belawan, 20 Ribu Keluarga Terdampak

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya