Comscore Tracker

Jokowi Sampai ‘Melongo’ Dengar Cerita Batak Makan Orang 

Apa bener orang Batak begitu?

Samosir, IDN Times - Gondang Somba-somba khas Batak menyambut kehadiran Presiden Joko Widodo dan rombongan yang berkunjung ke Huta Siallagan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Rabu (31/7). Jokowi hadir dalam rangkaian kunjungan hari ketiganya di Kawasan Danau Toba.

Jokowi langsung meninjau salah satu destinasi wisata di pulau berjuluk ‘Negeri Indah Kepingan Surga’ itu.

Jokowi disambut pekikan horas oleh warga yang sudah menunggunya sedari pagi. Disusul taburan beras dalam adat Batak.

1. Jokowi dan Iriana diulosi agar semangat dalam mengembangkan pariwisata Danau Toba

Jokowi Sampai ‘Melongo’ Dengar Cerita Batak Makan Orang IDN Times/Prayugo Utomo

Jokowi masuk dari lorong batu Huta Siallagan. Gading Jansen Siallagan selaku Generasi ke 17 Huta Siallagan langsung melakukan ritual penyambutan. Jokowi dan Iriana disematkan ulos berwarna maroon dengan padanan benang emas.

Iriana juga mendapatkan ulos dari istri Gading. Warnanya merah muda berpadu putih. Motifnya benang beraneka warna.

“Ulos yang kami sematkan kepada Presiden adalah bentuk kasih sayang kami. Ulos itu disematkan untuk orang-orang terhormat,” kata Gading.

Zaman dulu kala, saat aliran kepercayaan masih sangat lekat di Suku Batak, ulos diberikan untuk melindungi roh dari pengaruh jahat.

“Kalau sekarang namanya mengulosi badan. Jadi supaya bersemangat dan bergairah. Dan menunjukkan kecintaan kami pada tamu,” jelasnya.

Dengan ulos itu, Gading berharap Jokowi terus semangat dan konsisten dalam membangun kawasan Toba.

Setelah diulosi, rombongan beranjak melihat-lihat rumah bolon dan kekayaan Huta Siallagan yang lain.

Baca Juga: Romantisnya Jokowi Secangkir Kopi  Berdua dengan Iriana di Sipinsur 

2. Jokowi dan Iriana terpana melihat kultur di Huta Siallagan

Jokowi Sampai ‘Melongo’ Dengar Cerita Batak Makan Orang IDN Times/Prayugo Utomo

Jokowi dan Iriana dipandu langsung oleh Gading. Dia menjelaskan semua kebudayaan yang ada di Huta Siallagan.

Misalnya soal Sigale-gale yang selalu dijadikan sajian saat wisatawan datang. Wisatawan bisa menortor, dengan patung sigale-gale yang digerakkan dengan tali.

“Kalau bapak punya waktu bisa menari bersama di sini pak,” ujar Gading disambut senyuman Jokowi.

3. Jokowi juga sempat duduk di batu persidangan

Jokowi Sampai ‘Melongo’ Dengar Cerita Batak Makan Orang IDN Times/Prayugo Utomo

Jokowi dan Iriana juga ditunjukkan batu persidangan. Konon batu itu adalah tempat musyawarah untuk bermusyawarah menentukan kebijakan. Baik itu hukuman atau pun pengumuman kerajaan.

Jokowi dipersilahkan duduk. Gading kemudian menjelaskan jika batu itu juga digunakan untuk menentukan hukuman orang yang bersalah.

“Ada tiga jenis persidangan. Mulai dari tindak pidana ringan misalnya mencuri, tindak pidana umum, hingga yang terberat adalah membunuh. Orang yang melakukan pembunuhan, mengganggu keamanan kerajaan harus dihukum penggal,” kata Gading.

Mendengar penjelasan itu, Jokowi tercengang. Ekspresinya menunjukkan rasa kaget dan penasaran.

4. Jokowi sampai ‘melongo’ saat mendengar cerita tentang Batak makan orang

Jokowi Sampai ‘Melongo’ Dengar Cerita Batak Makan Orang IDN Times/Prayugo Utomo

Lantas Jokowi diajak berpindah ke batu eksekusi. Batu ini digunakan untuk melaksanakan hukum penggal bagi yang bersalah. Keputusan hukum penggal itu akan dilaksanakan algojo. Di atas sebuah batu berbentuk meja.

“Jadi ada beberapa alat. Ada pisau yang digunakan untuk menyayat-nyayat badan orang yang bersalah. Lalu ditetesi air asam. Supaya memastikan orang itu benar-benar lemah. Matanya juga sambil ditutup. Dulu, dukun juga melakukan ritual untuk menghilangkan magis atau sihir yang ada di badan pelaku kejahatan,” ujar Gading.

Jokowi terbelalak. Iriana juga menunjukkan ekspresi kengerian. “Lalu setelah benar-benar lemah, algojo akan memenggal kepala pelaku. Kalau tidak terpenggal algojo bisa dihukum raja,” ungkapnya.

Setelah meninggal, bagian tubuh pelaku seperti jantung, hati dan darah disuguhkan kepada raja. Bagian tubuh itu lantas di makan oleh raja. “Itulah legenda yang membuat orang Batak disebut makan orang,” ujarnya.

Menurut kepercayaan Batak, memakan bagian tubuh penjahat akan menambah kekuatan. Konon, legenda itu ada sampai abad ke 19. Hingga akhirnya missionaris Kristen datang ritual seperti itu mulai ditinggalkan. Karena raja saat itu menganut agama Kristen.

5. Gading berharap wisata Huta Siallagan semakin populer karena Jokowi datang

Jokowi Sampai ‘Melongo’ Dengar Cerita Batak Makan Orang IDN Times/Prayugo Utomo

Dalam kesempatan itu, Gading yang juga mantan teknisi kapal terbang berharap agar wisata Huta Siallagan semakin populer. Apalagi Jokowi dan para menerinya sudah berkunjung ke sana.

Dia juga berharap wisata Huta Siallagan dibenahi. Agar pengunjung lebih banyak yang hadir.

“Saya berharap pemerintah melihat ke bawah, tanya, dan kerjakan. Kalau mereka sudah datang dan melihat harus dilakukan. Jangan sampai gak dilakukan. Nanti Pak Jokowi Marah,” pungkasnya.

Baca Juga: Bangun Danau Toba Tak Cukup dari APBN Saja, Ini Kata Jokowi

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya