Comscore Tracker

Mengenal SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumut serta Jasa-jasanya

Ditetapkan jadi Pahlawan Nasional tahun 2020

Medan, IDN Times - Hari ini, 15 April 2021 Provinsi Sumatera Utara berusia 73 Tahun. Gubernur pertama di Sumut adalah Sutan Mohammad Amin Nasution. Ia baru mendapat gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2020.

SM Amin pun menjadi pahlawan nasional ke-12 dari Sumut. 

Pada seremoni penyematan gelar pahlawan tahun lalu, Gubernur Edy Rahmayadi pun meminta masyarakat meneladani sikap SM. Amin yang mencintai dan memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan baik di masa muda hingga saat menjabat sebagai gubernur.

"Itu yang akan kita kaji, besarkan dan kita berikan kepada seluruh anak-anak kita, sebagai penyemangat motivasi, untuk bagaimana anak kita mengisi kemerdekaan,” ujar Edy kepada wartawan, Selasa (10/11/2020).

1. Masa lahirnya merupakan awal dari Belanda perkenalan dunia pendidikan ke Indonesia

Mengenal SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumut serta Jasa-jasanyaSM Amin (berbagai sumber)

Sejarawan USU, Budi Agustono, menjelaskan soal sosok SM Amin. Sebenarnya Amin bukan orang asli Sumut. Dia lahir di Aceh pada 22 Februari 1904, dalam masa penjajahan yang membuat hidupnya bergejolak. Dia akhirnya menjadi aktivis.

"Jadi dengan pendidikan yang dimiliki dia menjadi seorang aktivis pergerakan, karena dia tidak ingin menjadi pegawai pemerintah. Karena dia tahu betul kalau bangsanya pada awal abad 20 mengalami proses keterbelakangan,” ujar Budi.

Budi menjelaskan semasa muda, selain sebagai pejuang dia sekaligus pemikir yang andal. Dia banyak menulis soal perjuangan dan bergabung dengan organisasi politik melawan Belanda.

"Dia pernah masuk Jong Sumatra, kemudian dia masuk Gerindo. Gerindo ini salah satu partai politik bangsa pada waktu itu yang cukup radikal, saya kira anti kapitalis waktu itu,” ujar Budi.

Baca Juga: Jangan Lupakan Sejarah! Ini 12 Sosok Pahlawan Nasional dari Sumut

2. Amin dinilai sosok yang berperan dalam bangkitkan dan hidupkan nasionalisme Sumatra Timur (kini Sumut)

Mengenal SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumut serta Jasa-jasanyaKeturunan dari SM Amin, pahlawan nasional dari Sumut (Dok.IDN Times/istimewa)

Tujuan Amin merambah dunia politik seyogyanya demi memperjuangkan kemerdekaan bangsa, terutama masyarakat Sumatra Timur dari penindasan.

"Pada waktu itu masyarakat Sumatera Timur mengalami proses kekuasaan asing yang memporak-porandakan struktur masyarakat,” tuturnya.

Kata Budi, karena aktivitas politiknya, SM Amin menjadi sosok yang dan sangat berperan dalam membangkitkan dan menghidupkan nasionalisme di wilayah Sumatera Timur.

"Jadi dengan rekam jejak SM Amin tak mengherankan dia mendapatkan anugrah sebagai pahlawan,” tuturnya.

3. Karir politik Amin sejak perjuangannya tahun 1947

Mengenal SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumut serta Jasa-jasanyaKeturunan dari SM Amin, pahlawan nasional dari Sumut (kanan) (Dok.IDN Times/istimewa)

Dari catatan sejarah, karena perjuanganya karir politik ikut menanjak pada tahun 1947. Amin diangkat menjadi Gubernur Sumatera Utara pertama. Di tahuh pertama, Amin dihadapkan dengan agresi Belanda yang ingin mengambil kekuasan di Sumut. Di sisi lain, ada juga persoalan internal yang belum selesai lantaran negara Indonesia baru terbentuk.

"Bayangkanlah ketika republik muda sedang mengalami penyesuaian sebagai bangsa merdeka lalu berhadapan dengan situasi internal terutama persoalan ekonomi dan politik yang belum kuat sebagai republik baru. Ditambah asing yang ingin menjajah kembali," ujar lelaki yang menjabat Dekan Fakultas Budaya USU ini.

Di tengah kemelut politik dan ekonomi ini, SM Amin kata Budi, sebagai gubernur mampu menyelesaikan persoalan struktural. "Ini kontribusi besar SM Amin untuk bangsa dan rakyat Sumatra Utara," ujar Budi

4. Tercatat dalam sejarah, Amin pernah menjadi penengah dalam pertikaian antara Daus Beureueh dengan pemerintah pusat

Mengenal SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumut serta Jasa-jasanyaGubernur Edy Rahmayadi (Dok.IDN Times/istimewa)

Menurut Budi, tak hanya sebagai aktivis sosok Amin juga dikenal sebagai problem solver. Amin tercatat pernah menjadi penengah dalam pertikaian antara Aceh yang di inisiasi Daud Beureueh dengan pemerintah pusat.

Saat itu Daud Beureueh ingin merdekakan Aceh yang bertikai dengan pemerintah pusat.
"Dia seorang peace maker orang yang sering memikirkan perdamaian, itu terbukti pada saat tahun 1950-an itu dia melakukan itu. Menulis persoalan Aceh yang pelik dan mencoba menyelesaikan konflik. Ini kontribusi besar SM Amin untuk menyelesaikan persoalan daerah dan pusat," tuturnya.

Setelah S Amin dianugerahi gelar Pahlawan, kata Budi ini harusya menjadi motivasi Pemprov Sumut untuk menggali lagi pemikiranya lewat buku yang telah diterbitkanya.

"Pemikirannya sangat luar biasa lintas batas Sumut, bahkan nasional. Karena dia penulis buku yang sangat produktif saat dia jadi Gubernur Sumut," ujarnya.

5. Amin seorang penulis buku sejak tahun 1970 tentang demokrasi, hukum dan hukum syariah

Mengenal SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumut serta Jasa-jasanyaGubernur Sumut dan jajaran mengikuti upacara Hari Pahlawan (Dok.IDN Times/istimewa)

Masih dalam penjelasan Budi, Amin menulis buku sejak tahun 1970-an. Pada masa itu, SM Amin banyak menulis tentang Demokrasi, hukum dan hukum syariah. Budi berharap pemikiran SM Amin bisa diaplikasikan

"Saya pikir banyak pikiran nya yang belum tergali. Jika itu dibiarkan masyarakat Sumut akan mengalami kerugian, mengalami defisit pengetahuan karena tidak mengenal pemikiran pahlawannya yang terbaru," ujarnya.

 

6. Di mata sejarawan, Amin sosok sarjana hukum berintegritas dan produktif

Mengenal SM Amin Nasution, Gubernur Pertama Sumut serta Jasa-jasanyaGubernur Sumut dan jajaran mengikuti upacara Hari Pahlawan (Dok.IDN Times/istimewa)

Sementara itu Sejarawan Unimed, Phil Ichwan Azahri juga mengatakan bahwa, Amin merupakan seorang sarjana hukum yang berintergitas dan produktif dalam menuangkan buah pikirnya dalam buku, pengacara kondang Adnan Buyung kata Ichawan kerap menjadikan buku Amin sebagai referensi belajar hukum.

“ SM Amin penulis tangguh, ia menulis 15 buku. Bukunya itu dijadikan referensi oleh Adnan Buyung Nasution. SM Amin merupakan pahlawan nasional yang sangat penting,” ujar Ichwan.

SM Amin tercatat meraih berbagai penghargaan antara lain Bintang Mahaputera dari Presiden B J Habibie 1998, Bintang Jasa Utama dari Presiden Soeharto 1991, Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia pada1991, Satya Lantjana, dan Peringatan Perdjoaengan Kemerdekaan RI 1961.SM Amin wafat pada 16 April 1993 di usia 89 tahun.

Baca Juga: Berikut 12 Bacaan Bilal dan Jawabannya dalam Salat Tarawih dan Witir

Topic:

  • Doni Hermawan
  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya