Comscore Tracker

Anak Muda Sumut-Aceh Sampaikan Pesan Lewat Seni Mural dan Musik Unik 

Ternyata punya arti yang unik juga muralnya

Medan, IDN Times - Sebuah ajang kreativitas digelar Kreak Ujung Sumatera dengan melibatkan 8 komunitas mewakili wilayah yang mencakup Sumatera Utara dan Aceh pada event Sound Sations di Istana Maimun, Rabu (20/11) lalu.

Delapan komunitas asal daerah tersebut yakni Medan 1 meliputi wilayah kota Medan, Binjai, dan Langkat. Sedangkan untuk Medan 2 di wilayah Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Tebing Tinggi. Selanjutnya Siantar, Kisaran, Karo, Sibolga-Sidempuan, Banda Aceh, dan Lhokseumawe.

Achiels selaku pihak penyelenggara, menjelaskan bahwa tujuan acara tersebut untuk mengembangkan kreativitas anak muda saat ini lewat seni mural.

“Ada sebanyak 8 komunitas yaitu Afront, Apa Cerita, Artco, Mavia, Alpha, Actor, Atjeh Berart, dan Fps,” tuturnya.

1. Mural yang menggambarkan karakter cewek untuk melakukan apa saja pada dirinya

Anak Muda Sumut-Aceh Sampaikan Pesan Lewat Seni Mural dan Musik Unik mural Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)

Mural Medan 1 wilayah kota Medan, Binjai, dan Langkat ini tampak memang sangat unik, mural ini menceritakan seorang perempuan usia muda yang hendak melakukan apa saja pada dirinya yang tidak seperti layaknya perempuan biasa.

“Gambar perempuan floating itu ceritanya semacam anak muda yg terlihat struggle di ekspresinya dia sebenarnya lagi di atas angin dan bisa melakukan apa saja dengan dirinya, menggambarkan karakter cewek, biar terlihat boys hood atau cuma bisa di pegang cowok aja. Jadi semua anak muda harusnya bisa saling bekerja sama,” tutur Achiels.

2. Pangulu Balang kolaborasi dengan konsep dewa dengan disiplin ilmu

Anak Muda Sumut-Aceh Sampaikan Pesan Lewat Seni Mural dan Musik Unik mural Pematangsiantar (IDN Times/Indah Permata Sari)

Salah satu komunitas berasal dari Siantar bernama Artco mengambarkan mural bertema Pangulu Balang atau penjaga kampung yang dikolaborasikan dengan konsep dewa.

Mural ini terlihat memiliki 8 tangan, ternyata juga ada kaitannya dengan ke disiplin ilmu dalam kesenian serta melambangkan 8 area. “Iya, ini muralnya unik dikolaborasikan dengan konsep dewa, punya 8 tangan,” ucapnya.

Baca Juga: [FOTO] Ada Mural di Medan, Bak Street Art di Malaysia

3. Topeng Gundala wakili muda-mudi dengan ikatan pengeret ret untuk perketat komunitas

Anak Muda Sumut-Aceh Sampaikan Pesan Lewat Seni Mural dan Musik Unik Mural dari tanah Karo (IDN Times/Indah Permata Sari)

Wilayah Karo yang bernama Komunitas Alpha memberikan pesan lewat muralnya. Mural tersebut menjelaskan untuk mengikat para komunitas untuk kebersamaan, terkhusus daerah Karo dan lainnya.

“Kalo yg merah itu topeng Gundala-Gundala, mewakili muda mudi (anak muda). Yang mengikat itu (ornamen) namanya pengeret ret,biasanya yang mengikat dinding rumah ada Karo. Jadi artinya bisa di bilang biar mengikat komunitas-komunitas yang ada di Karo maupun dari kota-kota yang lain,” jelasnya.

4. Mural seekor burung di atas dahan ranting

Anak Muda Sumut-Aceh Sampaikan Pesan Lewat Seni Mural dan Musik Unik mural burung (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dalam penjelasan Achiel, setiap mural yang dibuat oleh para komunitas memiliki arti yang sangat bermakna untuk mewakili asal daerahnya masing-masing.

“Mural-mural tersebut menggambarkan identitas dari setiap daerah. Gak hanya itu, ada juga musik etnik yang dilantunkan dengan modern hingga terdengar menarik," tambah Achiel.

5. Musik dengan gondang khas batak

Anak Muda Sumut-Aceh Sampaikan Pesan Lewat Seni Mural dan Musik Unik Alat musik khas Batak Gondang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Gondang yang sudah terlihat khas batak ini dimainkan oleh komunitas asal daerah Kisaran, bernama Mavia. Uniknya, gondang ini dilantunkan dengan musik modern yang membawa penonton dan pendengar berdendang.

Selain itu, Achiels berharap tahun berikutnya akan dilakukan hal positif untuk para kawula muda ataupun para millennial yang dapat memperkenalkan etnik daerahnya masing- masing.

“Semoga tiap tahun sering diadakan acara seperti ini agar saling memperkenalkan etnik daerah masing-masing dan saling bersilaturahmi antar daerah,” tutupnya.

Baca Juga: Road to Kreak Ujung Sumatera, Saat Millennial Berkolaborasi dalam Seni

Topic:

  • Doni Hermawan

Berita Terkini Lainnya