Comscore Tracker

Muryanto Amin: Global Eksposure Penting untuk Lahirkan SDM Mumpuni

Apakah bakal mengurangi nilai nasionalisme?

Medan, IDN Times - Global eksposure atau membenamkan paparan internasional kepada pelajar diperlukan untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

Hal ini dikatakan langsung Dekan FISIP USU Dr. Muryanto Amin dalam webinar "Pentingnya Global Exposure dan Pengembangan Kerja Sama Internasional serta Peluang-peluangnya" yang diselenggarakan pada Jumat (23/10/2020).

"Tidak hanya mumpuni di domestik, SDM yang mengalami global exposure juga bisa kompetitif di dunia internasional," papar Muryanto.

1. Ada yang menganggap sistem global exposure mengurangi nilai nasionalisme

Muryanto Amin: Global Eksposure Penting untuk Lahirkan SDM Mumpunipinterest

Namun lanjut Muryanto, selama ini masih ada warga yang menganggap sistem global exposure ini sebagai sesuatu yang mengurangi nilai nasionalisme atau mengurangi kecintaan tanah air.

Bahkan dianggap mengusik kemampuan bahwa orang Indonesia belum tentu tidak sehebat orang asing. Juga ada sebagian warga yang mempertanyakan mengapa harus mengikuti orang lain apalagi pemikiran dan gaya hidup orang lain.

"Pemikiran- pemikiran seperti ini yang menjadi barrier of thinking menghambat program global exposure di Indonesia," sebut Sekretaris Fordekiss itu.

Padahal lanjut Muryanto, belajar atau memperoleh pendidikan bisa dari siapa dan di mana saja.

"Program ini juga bagian dari kompetisi membuktikan solusi terbaik dari yang lain," jelas Muryanto.

2. Mendukung insan Indonesia menjadi tenaga kerja yang unggul dalam persaingan global

Muryanto Amin: Global Eksposure Penting untuk Lahirkan SDM MumpuniIlustrasi kuliah tatap muka. Pexels/Fauxels

Global exposure terang Muryanto Amin merupsksm pengembangan mental yang berupaya meningkatkan pembangunan manusia berdasarkan pemahaman akan dinamika global yang diintegrasikan ke dalam program pendidikan formal dan program lanjutan serta memahami masalah lokal melalui interkonektivitas.

"Global exposure juga mendukung insan Indonesia menjadi tenaga kerja yang unggul dalam persaingan global. Program ini juga sangat penting bagi generasi muda memasuki persaingan global dunia kerja," ungkapnya.

Webinar yang diselenggarakan Fakultas ilmu sosial dan politik (FISIP) USU ini juga menghadirkan dua pembicara lainnya yakni Profesor. Hendro Wicaksono yang merupakan dosen Universitas Jacob Bremen serta Indra Kesuma Nasution, PhD dosen FISIP Program Jepang.

Dalam materinya, Profesor. Hendro Wicaksono memaparkan sistem pendidikan di Jerman. Sedangkan Indra Kesuma Nasution menerangkan sistem pendidikan yang dianut oleh negara Jepang.

Baca Juga: Kamu Harus Tahu, 7 Dampak Buruk Makan Daging Anjing

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya