TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Fadli Bocah Penderita Tumor Ganas di Perutnya Butuh Uluran Tangan

Orang tua berharap keajaiban

Simalungun, IDN Times - Fadli Sinaga, bocah asal Simalungun yang masih berusia 6 tahun tak bisa bermain dengan teman-teman sebayanya. Penyakit tumor ganas yang menyerang perutnya membuat Fadli tak bisa bergerak leluasa karena perut yang terus membesar. Kini orang tuanya pasangan Marbudi Adil Sinaga dan Nene Friska Saragih hanya bisa pasrah sembari berharap ada keajaiban. 

Orang tua Fadli Sinaga yang tinggal di Huta Dua Lantosan, Nagori Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas tersebut mengaku selama ini sudah berbagai upaya dilakukan agar kesembuhan buah hatinya didapatkan. Tapi, hasil diagnosa dokter, Fadli Sinaga mengidap penyakit ganas.  "Katanya penyakit tumor ganas dan tidak bisa dioperasi karena akarnya menyebar ke ulu hati," kata Nene F Saragih.

Baca Juga: Digigit Anjing Rabies 3 Bulan Lalu, Warga Simalungun Meninggal

1. Kondisi ekonomi cukup sulit

Ditemui di rumah tinggalnya berukuran 5 kali 8 meter dengan bangunan terbuat dari batako yang belum diplaster, Marbudi Adil Sinaga dengan Nene Friska Saragih membesarkan lima orang anaknya.

Bekerja sebagai tukang las buat sang ayah dan berjualan dilakukan sang ibu, memang tidaklah dinyatakan berekonomi berkecukupan. Masih tetap membutuhkan uluran tangan.

2. Penyakit bermula saat jatuh tiga tahun lalu

Penyakit ini bermula saat Fadli Sinaga jatuh di tengah aktivitas bermainnya. Hanya saja kejadian tersebut tidak dianggap masalah serius. Apalagi Fadli masih aktif bermain dan tidak mengeluhkan rasa sakit. "Musibah ini mulai di usia tiga tahun. Awalnya jatuh tapi saat itu tidak langsung besar," terangnya dengan wajah lesu dan meneteskan air mata.

Tiga tahun berjalan, bagian perut Fadli Sinaga semakin membesar hingga menyulitkannya bergerak sebagaimana anak seusianya. Kini, tubuhnya pun semakin kurus, tampak urat-urat dan bentuk tulang dari bagian tangan serta kaki  terlihat jelas. "Penyakit ini diderita sudah berjalan tiga tahun dan upaya untuk kesembuhan dilakukan dengan berobat kampung. Dalam seminggu dua kali dilakukan," ucapnya didampingi suami dan Camat.

3. Kedua orang tua Fadli Sinaga tak mau menyerah dan berharap doa masyarakat

Kedua orang tua Fadli Sinaga tak mau menyerah dengan hasil pemeriksaan dokter. Katanya kecil kemungkinan untuk mendapatkan jalan keluar. Apalagi belakangan ini yang bisa dilakukan hanya diinpus dan penambah darah.

"Harapan saya anak saya sembuh dan saya mohon doakan anak saya biar diambil penyakitnya. Saya ingin anak saya mendapatkan yang terbaik. Saya tidak ingin anak saya seperti ini. Selama tiga tahun merasakan sakitnya" katanya dengan menangis terseduh-seduh.

Berulang-ulang kedua orang tua Fadli Sinaga berharap dukungan dari berbagai kalangan, khususnya dukungan doa. "Saya tidak tahu bagaimana untuk mengobatkannya. Tolong bantu kami untuk membantu dan dukungan untuk anak saya," ucap Nene kembali menyampaikan permohonan dukungan kepada masyarakat.

Baca Juga: Dua Hari Berturut, Dua Kebakaran dalam Satu Kecamatan di Simalungun

Berita Terkini Lainnya